Orientasi mahasiswa baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII), Semangat Ta’aruf (SEMATA) 2026, resmi bergulir dengan wajah baru. Mengalihkan konsep yang sebelumnya kental dengan tema Nusantara, gelaran tahun ini bertransformasi penuh ke ranah Ekonomi dan Bisnis guna memberikan pembekalan aplikatif serta menajamkan nalar bisnis mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
Ketua Steering Committee (SC) SEMATA 2026, Ramzi Ahmad, menegaskan bahwa orientasi kali ini menitikberatkan pada kesiapan praktis para calon pelaku ekonomi di masa depan.
“Kami ingin menekankan bahwa ekonom muda tidak hanya perlu menguasai materi di balik layar, tetapi juga harus siap memiliki keterampilan public speaking dan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujar Ramzi pada Selasa (8/9/2026).
Penyampaian nilai-nilai tersebut diwujudkan lewat berbagai agenda interaktif, seperti Focus Group Discussion (FGD), Business Idea Competition (BIC), hingga simulasi aksi. Ketua Organizing Committee (OC) SEMATA 2026, Ismadiar, menjelaskan bahwa ruang-ruang tersebut dirancang khusus untuk memantik daya kritis dan keberanian mahasiswa dalam mengutarakan gagasan.
“Tentunya ada simulasi-simulasi kegiatan yang lainnya, yaitu simulasi aksi dan penggunaan aksi di mana mahasiswa baru dituntut menjadi mahasiswa yang berani berbicara, berani bersuara dan berani berdiskusi,” ungkap Ismadiar, Rabu (9/9/2026).
Prosesi pembukaan acara pun menghadirkan simbolisme baru. Menggantikan tradisi pemukulan gong pada tahun-tahun sebelumnya, Dekan FBE UII membuka kegiatan secara simbolik dengan memasang potongan puzzle bergambar matahari dan rumput. Kepingan ini nantinya akan disempurnakan dengan potongan puzzle rusa saat penutupan acara sebagai perlambang langkah dinamis mahasiswa baru.
Selain agenda simulasi, para peserta dibekali wawasan komprehensif melalui sesi Stadium General yang menghadirkan tiga pemateri, yakni Arif Hartono, Dadan Sidqul Anwar, dan Dr. Ir. Hamdi Buldan. Sesi ini memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai-nilai dasar kampus, strategi navigasi ekonomi masa depan, serta pembangunan bisnis yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Format baru SEMATA 2026 menuai apresiasi tinggi dari para mahasiswa baru. Romi Dienkavi, mahasiswa Program Studi Analisis Keuangan, mengaku sangat terkesan dengan dinamika kerja kelompok dalam sesi kompetisi ide bisnis.
“Paling berkesan itu saat BIC, karena saat BIC itu kami sekelompok jamaah saling berdiskusi ide-ide bisnis yang bagus. Ratingnya 10 per 10, sudah sesuai sama bayangan saya,” kata Romi.
Kepuasan serupa diutarakan Oktavia, mahasiswi Program Studi Manajemen. Ia mengapresiasi atmosfer acara serta keramahan panitia Pengawal Jamaah (Waljam) dan Pemandu Barisan (PB) di lapangan yang melebihi ekspektasinya.
“Penilaian saya juga 10 dari 10. Sebelumnya saya sempat melihat keseruannya di TikTok, dan ternyata suasana aslinya jauh lebih menyenangkan,” ucap Oktavia.
Keluasan berekspresi dalam SEMATA 2026 juga dirasakan oleh kalangan media kampus. Dibandingkan periode sebelumnya, gelaran tahun ini dinilai lebih inklusif dan memberikan ruang gerak peliputan yang lebih terbuka bagi awak pers dalam menghimpun informasi di area kegiatan. Secara keseluruhan, pembaruan konsep SEMATA 2026 berhasil menjadi pijakan awal dalam membina mahasiswa baru FBE UII menjadi bibit ekonom yang kritis, adaptif, dan siap bersaing.
Narasi: Zakiyya Ikhlashul Niswah dan Muhammad Yusuf Dithiessa Akbar
Editor: Haneef Ar Rafi
Ilustrasi: Febby Mutia Kanza


