28 C
Yogyakarta
Monday, October 19, 2026
HomeBeritaKepungan Asap Karhutla, Efektivitas Kerja dan Roda Ekonomi Daerah Melambat

Kepungan Asap Karhutla, Efektivitas Kerja dan Roda Ekonomi Daerah Melambat

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan peristiwa terbakarnya kawasan hutan maupun lahan akibat faktor alam,aktivitas manusia atau keduanya. Cuaca panas berkepanjangan, lahan kering, serta pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memperparah kebakaran. Asap yang dihasilkan mengganggu kualitas udara, membatasi aktivitas diluar ruang, dan menghambat kegiatan ekonomi masyarakat.

Dampak karhutla terhadap perekonomian menjadi perhatian berbagai pihak. Analis senior Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI), Ronny Sasmita, menilai karhutla berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

“Karhutla berpotensi menjadi salah satu faktor yang menahan aktivitas ekonomi Indonesia pada 2026, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Dampaknya tidak hanya berasal dari kerusakan lahan dan aset, tetapi juga dari terganggunya perdagangan, pertanian, transportasi, pariwisata, dan produktivitas pekerja akibat kabut asap,” ujar Ronny, dikutip dari BBC News Indonesia (11/10/2026).

Ancaman tersebut juga terlihat dari sisi kesehatan. Kementerian Kesehatan mencatat 174.694 warga di tujuh provinsi prioritas penanganan karhutla mengalami  infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama Agustus hingga 21 September 2026. Gangguan kesehatan dapat membatasi kemampuan masyarakat untuk bekerja secara optimal.

Sementara itu, studi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan kerugian ekonomi akibat karhutla sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun, dikutip dari Infobanknews (09/09/2026)

Peneliti CELIOS, Nailul Huda, mengingatkan bahwa potensi kerugian tersebut masih dapat meningkat. “Angka ini belum menghitung skenario meluasnya karhutla hingga akhir tahun. Artinya, potensi kerugian riil bisa jauh lebih besar dari yang kami sampaikan hari ini,” ujarnya (02/09/2026).

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, turut mendesak pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak ekonomi karhutla. “Pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah antisipasi terhadap dampak ekonomi akibat bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini,” katanya, dikutip ANTARA News Kalimantan Tengah (09/10/2026).

Penulis : Mochammad Raja Farel Syaputra dan Raihridho Utomo

Editor : Haneef Ar Rafi

Ilustrasi : Rovi Edgar Jeconea

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
LPM Ekonomika FBE UII

Terpopuler