27.1 C
Yogyakarta
Saturday, October 17, 2026
HomeBeritaSoroti Aturan STNK Kaku, FBE UII Bersiap Beralih ke Sistem Portal

Soroti Aturan STNK Kaku, FBE UII Bersiap Beralih ke Sistem Portal

Sistem kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) fisik di gerbang keluar untuk sepeda motor pada Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) terus menuai polemik karena memicu antrean dan dinilai tidak praktis. Selain masalah efisiensi, mahasiswa juga mengeluhkan inkonsistensi aturan dan respons petugas di lapangan saat mahasiswa lupa membawa STNK. 

Keluhan tersebut disuarakan oleh sejumlah mahasiswa yang membandingkan fasilitas parkir FBE dengan fakultas lain di lingkungan UII. “Seharusnya FBE sudah mengubah sistem seperti ini, di Fakultas Hukum (FH) bahkan di parkiran depan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), di Fakultas Teknik (FT), dan lain-lainnya itu sudah memakai sistem karcis yang lebih memudahkan para mahasiswa,” keluh salah satu responden mahasiswa FBE. 

Keluhan serupa disuarakan oleh mahasiswa lainnya yang menyoroti gesekan interaksi di lapangan. “Bapak-bapak yang jaga parkir tidak ramah, terus mukanya selalu marah kalau saya lupa bawa STNK. Intinya sekarang seharusnya parkiran FBE sudah seperti fakultas lain,” tegasnya. 

Dari sudut pandang keamanan, pihak pengamanan FBE menegaskan bahwa ketatnya aturan STNK fisik diterapkan murni demi mencegah pencurian motor. Ketua Satpam Parkir FBE UII, Manto, menjelaskan bahwa FBE sempat menerapkan sistem karcis manual pada masa lalu, namun dihentikan karena mengotori lingkungan dan rawan dipalsukan. Mengenai penolakan foto STNK pada ponsel, ia menegaskan hal itu bentuk kewaspadaan petugas. “Kalau cuma bermodal foto di ponsel, filenya bisa saja hasil simpanan dari STNK orang lain. Kami khawatir ada orang yang nekat membawa kabur motor yang bukan miliknya hanya dengan menunjukkan foto tersebut saat keluar, itu kita waspadanya gitu kehati-hatian kita,” jelas Manto. Ia menambahkan bahwa sejak sistem STNK fisik diterapkan, tidak ada lagi laporan kehilangan motor di FBE. 

Meskipun melarang keras penunjukan foto atau screenshot STNK di ponsel, Manto menegaskan bahwa penggunaan STNK digital yang resmi sebenarnya diperbolehkan oleh pihak pengamanan. Menurutnya, aplikasi STNK digital resmi yaitu Samsat Digital Nasional (SIGNAL) yang diakui legalitasnya serta memiliki tingkat keamanan yang terjamin dibandingkan tangkapan layar biasa. “Kalau STNK-nya resmi digital, dari polresnya itu tidak apa-apa. Kalau foto tidak boleh, itu bentuk kewaspadaan kita,” terangnya. 

Meski efisien dari segi keamanan, sempitnya gerbang keluar, serta terbatasnya jumlah personel membuat pengecekan manual sering memicu kemacetan panjang. Masalah SDM ini kian membebankan operasional fakultas. Dekan FBE UII, Mahmudi, mengungkapkan bahwa kuota tenaga kerja kontrak Surat Perintah Kerja (SPK) di tingkat fakultas dibatasi oleh universitas. “Tenaga kerja kontrak SPK kita dibatasi maksimal 13 orang di fakultas dan tidak boleh menambah lagi. Karena SDM terbatas dan ada yang sakit, kami mengajukan permohonan ke Yayasan Badan Wakaf (YBW) supaya disediakan portal parkir otomatis,” jelas Mahmudi. 

Merespons keluhan mahasiswa, Dekanat FBE UII mengambil langkah awal dengan mengajukan usulan beralih ke sistem portal parkir. “Kami sedang mengurus surat ke yayasan dan kami mengajukan permintaan supaya disediakan portal untuk parkir mengingat SDM parkir itu kan sekarang berbatas orangnya,” ungkap Mahmudi. 

Proses pengadaan mesin portal parkir tersebut saat ini sedang menunggu persetujuan dari Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII serta kajian teknis tata kelola alur lalu lintas oleh Pengelola Aset, Infrastruktur, dan Kawasan (PAIK) dan Bidang Fisik dan Keuangan (BFK). Sembari menunggu proses birokrasi dan perizinan portal selesai, Dekanat berjanji akan segera mengevaluasi penanganan petugas parkir di lapangan. Mahmudi memastikan bahwa penggunaan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai alternatif verifikasi saat STNK tertinggal akan didiskusikan kembali bersama petugas parkir agar mahasiswa tidak lagi merasa dipersulit di gerbang kampus. “Masalah penggunaan karena KTM saja bisa menggantikan STNK yang hilang atau tertinggal, nanti bisa kita diskusikan dan disampaikan ke petugas parkir agar mahasiswa tidak dipersulit,” ujar Mahmudi.

Narasi : Zakiyya Ikhlasnul Niswah dan Muhammad Yusuf Dithiessa Akbar

Editor : Haneef Ar Rafi

Ilustrasi : Febby Mutia Kanza

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
LPM Ekonomika FBE UII

Terpopuler