32.2 C
Yogyakarta
Thursday, September 10, 2026
HomeBeritaPESTA 2026, Tiga Hari Menempa Nalar, Kepemimpinan, dan Keberanian

PESTA 2026, Tiga Hari Menempa Nalar, Kepemimpinan, dan Keberanian

Tiga hari pelaksanaan Pesona Ta’aruf (PESTA) 2026 tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII). Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Kamis, 3 September 2026 menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kepemimpinan, mengembangkan nalar kritis, memperluas jejaring, hingga belajar menyampaikan aspirasi. 

PESTA 2026 tidak hanya sebagai acara penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga sebagai ruang awal untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan mahasiswa. Mengusung tema besar yang berangkat dari sosok seorang pemimpin, rangkaian kegiatan PESTA diarahkan untuk mendorong mahasiswa baru agar mampu menjadi pribadi yang dapat menjadi teladan sekaligus memiliki keberanian untuk memimpin. 

Andhi menjelaskan, “Tema besar yang kita angkat itu kita berangkat dari tema seorang pemimpin. Dan kita mau maba miba itu nanti menjadi pemimpin yang dapat dicontoh dan dapat memimpin.”

Pada hari pertama, PESTA dibuka dengan prosesi pengangkatan pedang yang tertancap pada batu. Prosesi ini melibatkan Rektor UII Hari Pramono, Ketua SC PESTA Andhi Sigit Wicaksono, Ketua DPM UII Troy Amirul Akhmad, serta Ketua LEM UII Ali Hamzah. Pedang dalam prosesi tersebut menjadi simbol mahasiswa baru sebagai agen perubahan. 

“Filosofi pedang yang menancap di batu itu terkait dengan peran mahasiswa baru sebagai agent of change. Mereka harus dibangkitkan nalar kritisnya untuk melawan berbagai tantangan ke depan, dan pedang itu menjadi simbol senjata yang sudah lama tidak terpakai untuk perjuangan tersebut,” ujar Andhi. 

Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan talkshow kepemimpinan bersama Mahfud MD, yang dihadirkan sebagai salah satu tamu penting dalam pembukaan PESTA tahun ini. Pembahasan berfokus pada kepemimpinan dan integritas sebagai nilai penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi tantangan ke depan.

Memasuki hari kedua, PESTA mengangkat tema keislaman, kreativitas, dan kolaborasi. Mahasiswa baru mengikuti talkshow keislaman bersama Habib Ja’far yang membahas nilai keislaman, keberanian, hijrah, serta pentingnya mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan lingkungan sekitar. Mahasiswa baru juga diajak mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama melalui kegiatan Nayaka Citra Yatra. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkelompok untuk menghias kaos sekaligus belajar berdiskusi dan berkolaborasi.

Rangkaian hari kedua juga diisi dengan Show Up Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM UII diperkenalkan melalui penampilan seni, olahraga, dan kegiatan lainnya. UKM menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa baru untuk melihat berbagai pilihan pengembangan minat bakat. 

Di awal hari ketiga, mahasiswa baru dilanjutkan untuk mengenal Lembaga Khusus (LK) yang ada di UII melalui acara Show Up LK. Pada sesi ini, mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal kegiatan dan program masing-masing LK, tetapi juga untuk memperluas relasi dengan sesama mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki minat serupa.

Salah seorang mahasiswa baru Fakultas Psikologi, Wahyu Candra Statistika, mengungkapkan keinginannya untuk memperluas relasi sekaligus mengenal organisasi yang ada di lingkungan kampus. “Saya ingin relasi yang semakin luas, dengan teman-teman jamaah maupun di luar jamaah, lalu saya juga ingin ada ketertarikan terhadap organisasi-organisasi yang sudah dipamerkan selama Pesta berlangsung,” kata Wahyu Candra. 

Di samping pengenalan LK, mahasiswa baru diarahkan untuk mengembangkan nalar kritis dan keberanian dalam menyampaikan aspirasi. Salah satunya melalui manajemen simulasi aksi, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan cara menyampaikan pendapat dan aspirasi melalui simulasi aksi dengan isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 

Rangkaian PESTA kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar mahasiswa dan prosesi simbolis pengembalian atau penanaman kembali pedang ke dalam batu. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya PESTA sekaligus simbol bahwa nilai dan semangat yang diperoleh selama tiga hari diharapkan dapat dibawa mahasiswa dalam kehidupan perkuliahan selanjutnya. Setelah prosesi penutupan, PESTA 2026 diakhiri dengan konser yang menghadirkan Kunto Aji sebagai hiburan bagi mahasiswa baru sekaligus penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Meski berlangsung dengan berbagai kegiatan, PESTA 2026 juga memiliki sejumlah catatan evaluasi. Mahasiswa baru menyoroti manajemen waktu dan koordinasi yang masih perlu diperbaiki. “Waktunya sebenarnya masih kurang dan rundown-nya juga masih belum tertata dengan baik, jadi pelaksanaannya kurang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Ke depannya mungkin waktunya bisa lebih ditepatkan lagi dengan susunan acara yang sudah dibuat,” ujar Rizka Ramda.

Di sisi lain, PESTA tetap meninggalkan kesan positif bagi mahasiswa baru. Mahasiswi baru Fakultas Kedokteran, Aurelia Kaisa Alana, menyampaikan, “Selama tiga hari ini, jujur rasanya seru banget karena panitia berhasil menghadirkan acara yang di luar prediksi, sehingga kami benar-benar bisa menikmatinya.”

Dengan berbagai pengalaman dan catatan tersebut, PESTA 2026 menjadi langkah awal mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, serta mulai mengambil peran dalam lingkungan kemahasiswaan, baik melalui organisasi, komunitas, maupun kegiatan lainnya yang akan mereka jalani selama masa studi di UII.

Narasi: Mochammad Raja Farel Syaputra dan Faihaa Zahra

Editor: Haneef Ar Rafi

Ilustrasi: Meli Amaliyah

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
LPM Ekonomika FBE UII

Terpopuler