25.1 C
Yogyakarta
Wednesday, February 4, 2026
HomeRuang SastraOpiniMenelusuri Dampak Pengangguran yang Menjadi Penghambat Kemajuan Perekonomian di Indonesia

Menelusuri Dampak Pengangguran yang Menjadi Penghambat Kemajuan Perekonomian di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai sebuah negara dengan penduduk yang melimpah ruah, penuh semangat dan potensi besar, tetapi sebagian besar dari mereka tidak memiliki pekerjaan. Para pengangguran ini hidup dalam ketidakpastian lain, sementara biaya hidup terus meningkat setiap harinya. Fenomena ini jelas bukan sekadar data ekonomi, tanpa adanya penghasilan yang memadai mereka akan membebankan hidupnya ke orang lain. Ini adalah kenyataan bagi jutaan penduduk Indonesia, sebuah fenomena yang mengancam stabilitas ekonomi sekaligus kesejahteraan bangsa ini.

‎Tingginya angka pengangguran di indonesia merupakan salah satu masalah yang menghantui negeri ini, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan terus meningkat. Setiap tahunnya, ratusan ribu fresh graduate memasuki dunia kerja, tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (TPT Agustus), tingkat pengangguran di Indonesia terakhir pada bulan Agustus berada di kisaran 4,85%, yang berarti jutaan orang usia produktif tidak memiliki pekerjaan. Menurut artikel Tempo Agustus 2025 menunjukan bahwa Indonesia menjadi urutan pertama di ASEAN dengan tingkat pengangguran tertinggi. 

‎Tingginya angka pengangguran memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pengangguran tidak hanya melemahkan produktivitas nasional, tetapi juga memperlemah daya beli masyarakat dan menekan pendapatan negara. Tanpa adanya penghasilan tetap, masyarakat tidak akan mampu untuk membeli barang dan jasa sehingga permintaan dalam negeri akan menurun. Kondisi ini memperlambat perputaran ekonomi dan menyebabkan sumber daya manusia (SDM) tidak termanfaatkan secara optimal, orang-orang yang seharusnya dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi justru menambah tekanan fiskal. Hal ini menyebabkan dampak jangka panjangnya, yaitu menghambat upaya negara Indonesia untuk mencapai tujuan menjadi negara maju dan sejahtera.

‎Selain itu, tingginya angka pengangguran juga berhubungan erat dengan meningkatnya tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Ketika masyarakat tidak memiliki pekerjaan, mereka akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan. Kondisi ini dapat memperburuk ketimpangan antara kelompok yang kaya dan miskin. Hal ini juga dapat memperburuk kualitas hidup yang akan menurunkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia. Menurut BPS (IPM 2025) IPM Indonesia sekarang ini menunjukan kenaikan dari tahun sebelumnya menjadi angka 75.90, kenaikan ini berbanding terbalik dengan angka pengangguran yang dapat menentukan pengeluaranan per kapita. Ketidakseimbangan ini menunjukkan urgensi penciptaan lapangan kerja baru.

‎Sebagian orang berpendapat bahwa kemajuan teknologi dan ekonomi digital akan secara otomatis membuka lapangan kerja baru. Era digital memang menciptakan banyak peluang seperti e-commerce, start-up, dan pekerjaan atau usaha berbasis teknologi lainnya, tetapi pandangan ini belum sepenuhnya benar. Meskipun benar bahwa kemajuan teknologi menciptakan peluang baru, kenyataannya tidak semua masyarakat bisa memanfaatkannya. Banyak masyarakat yang masih berpegang teguh dengan keterampilan tradisional dan kesulitan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital, seperti sopir yang terdampak aplikasi sopir online dan pekerja pabrik yang tergeser oleh otomatisasi robot. Akibatnya, justru bisa saja muncul pengangguran terselubung yaitu orang yang bekerja, tetapi dengan produktivitas rendah atau upah yang tidak layak. Oleh karena itu, teknologi hanya akan efektif jika didukung dengan SDM yang kompeten melalui pendidikan dan pengalaman. Tanpa adanya SDM yang siap dengan  teknologi malah bisa memperburuk keadaan dan menciptakan masalah baru

‎Untuk menekan angka pengangguran semua pihak perlu bekerja sama. Pemerintah perlu memperkuat program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan ekonomi, memberikan insentif kepada UMKM agar dapat memperluas usahanya dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mempercepat dan mensosialisasikan pembuatan sertifikasi digital untuk meningkatkan kualitas pekerja. Selain itu, diperlu peningkatan kualitas pendidikan dan kurikulum berbasis kompetensi agar lulusan baru mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Langkah-langkah ini dapat dipastikan akan membantu mengurangi angka pengangguran dengan meningkatkan kualitas pencari kerja dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di Indonesia.

‎Pengangguran tinggi akan melemahkan produktivitas, menekan pendapatan negara, dan menciptakan ketimpangan, menjadikan hambatan serius bagi pembangunan ekonomi. Meskipun teknologi memberikan peluang, tetapi itu tidak bisa dimanfaatkan jika SDM belum memadai. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM dan penciptaan lapangan kerja baru akan menjadi kunci utama untuk mengatasi pengangguran di Indonesia dan mencapai tujuan menjadi negara maju dan sejahtera

Narasi : Haneef Ar Rafi

Editor : Yohana

Ilustrasi : Rofi Edgar Jeconea

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
LPM Ekonomika FBE UII

Terpopuler