YANG COBA DILUPAKAN TIDAK SELALU HILANG

YANG COBA DILUPAKAN TIDAK SELALU HILANG

(Sumber foto: http://toko-bukubekas.blogspot.co.id/)

Oleh: Restin Septiana

Judul Asli Buku            : “Communism A La Aidit” The Indonesia Communist Party Under D.N. Aidit 1950-1965, Centre for Southeast Asian Studies, Monograph Series No. 23, James Cook University of North Queensland, Townsville, 1987.

Judul Terjemahan       : Komunisme ala Aidit, Kisah Partai Komunis Indonesia di Bawah Kepemimpinan D.N. Aidit 1950-1965

Penulis                         : Peter Edman

Penerjemah                : Dwi Pratomo Yulianto

Penerbit                      : NARASI

Cetakan                       : Kedua, 2015

Jenis Buku                   : Non-fiksi

Tebal Buku                  : 276 halaman

ISBN (10)                     : 979-168-402-2

ISBN (13)                     : 978-979-168-402-6

Bacaekon.com-Rekomendasi. Suatu kejadian yang pernah terjadi tidak akan pernah sirna termakan usia meski telah puluhan tahun meninggalkan masa kejadiannya. Orang boleh saja lupa namun bukan berarti sejarah telah hilang. Buku ini ditulis berdasarkan sebuah honours thesis oleh penulis yang mengkaji tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) antara tahun 1950-1965, dengan lebih berfokus pada pengaruh ketua partainya, yakni Dipa Nusantara Aidit terhadap perkembangan kebijakan-kebijakan partai.

Meski demikian, buku ini akan sedikit membawa pembaca pada masa awal kelahiran PKI beserta dinamika perkembangan dan kepemimpinannya hingga menyentuh fokus utamanya, yaitu pada tahun 1950-1965. Dimulai dari proses tertatih-tatih pembentukan sebuah organisasi pada tahun 1920, PKI lahir dari Indische Social Democratishe Vereeniging (ISDV). Inilah dimulainya era pertama PKI (1920-1926/27), yang lebih memulai aktivitasnya secara underground. Hingga sejak diproklamirkannya kemerdekaan republik ini pada 1945, pun partai ini turut melibatkan diri secara aktif dalam kancah revolusi hingga terjadinya peristiwa pemberontakan Madiun (Madiun Affair) pada tahun 1948.

Tidak saja tubuh partai yang bergejolak tapi juga pucuk kepemimpinannya, yakni sekitar 1950-1951, muncullah tokoh-tokoh yang lebih muda, Aidit, Nyoto, Sudisman, dan Lukman yang kelak akan menggerakan roda partai. Pergolakan terjadi antara tokoh golongan muda dan tua. Hingga pada akhirnya menghantarkan D.N. Aidit sebagai pucuk pimpinannya. Memiliki nama lahir Achmad Aidit, Aidit muda meminta izin kepada ayahnya untuk mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit. Kata Dipa berasal dari nama salah satu pahlawan, yakni Diponegoro dan Nusantara berarti sebutan lain untuk Indonesia.

Sebagai partai komunis kedua di dunia setelah China, Aidit menganut paham marxisme-leninisme. Meski begitu ia tetap merasa bahwa paham komunis yang coba ia terapkan di Indonesia tidaklah sama dengan yang diterapkan di China. Sebab terdapat perbedaan yang melatarbelakanginya, seperti letak goografis. Pun demikian selama 15 tahun partai yang berada di bawah kepemimpinan Aidit ini berhasil menjadikan sekitar 15 juta orang sebagai anggotanya.

Pada masa kepemimpinan Aidit, ia senantiasa menugaskan kader dan pengurus partainya untuk turun dan tinggal bersama petani dan buruh. Alasannya adalah agar apa yang diperjuangkan partai dapat mewakili apa yang benar-benar dibutuhkan oleh petani dan buruh pada waktu itu. Meski begitu perjalanan partai ini tidaklah mulus. Terdapat pihak-pihak yang berseberangan dengannya meski tidak selalu, seperti Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Sosialis Indonesia (PSI), hingga angkatan bersenjata atau Angkatan Darat.

Buku ini akan membawa pembaca pada dinamika politik dan manuvernya yang menegangkan pada periode 1950-1965. Segala bentuk rumor, perselisihan, koalisi, dan upaya-upaya perjuangan yang terjadi seolah merajut imajinasi pada reka adegan waktu itu. Meski demikian diperlukan konsentrasi dalam membaca buku ini, sebab terkadang terdapat alur maju mundur. Sehingga pembaca harus siap merangkai benang merahnya sendiri.

Tidak ada yang boleh meninggalkan sejarah, entah bagi orang yang membencinya atau yang sangat menyukainya. Sebab lewat sejarah kita mengenal bangsa kita, mencintainya dan sedia membelanya. Sejarah harus tetap ada dan dicari kebenarannya. Jadi, siapkah Anda menggali makna yang terpendam? Dan bagaimana Aidit mampu membesarkan partai ini, hingga meletusnya peristiwa berdarah pada 30 September-1 Oktober 1965? Siapakah sebenarnya rival politik PKI dan mengapa paham komunis pernah berjaya di Indonesia? Inilah yang coba dijawab lewat buku ini.

 

687 Total Views 1 Views Today

Related Post

Letter To Sweet Coffee

Letter To Sweet Coffee

Oleh: A. Gunawan Judul               : Surat Untuk Kopi Manis (Letter To Sweet Coffee) Penulis             :…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *