Tips

Working From Home? Bukan Masalah

Ilustrasi: Ay

Oleh: Suci Brilianti Hermanto

Di tengah ancaman Virus Corona yang semakin terasa mengerikan, sudah berapa lama kita dianjurkan “working from home?” Hmm, mungkin sejak awal bulan lalu. Working from home (WFH) bagi setiap orang punya makna yang berbeda-beda. Bagi pekerja, WFH ya bekerja di rumah tanpa pergi ke kantor, bagi pelajar atau kalangan lainnya, belajar atau melakukan aktivitasnya tanpa keluar rumah. Bagi sebagian orang WFH rasanya bisa menjadi menyenangkan, namun tidak bagi sebagian lainnya. Berikut tiga hal dasar yang dapat diperhatikan terlebih dahulu sebelum memulai WFH: 

Pertama, tetap semangat dan awali hari dengan baik. Hal pertama yang perlu dijaga ketika WFH adalah semangat. Sebab semangat yang kita bangun dan miliki akan menuntun kita untuk tetap melakukan kewajiban secara normal. Semangat juga perlu dibangun dengan mengawali hari dengan baik. Tipsnya, tetap konsisten bangun di pagi hari. Banyak yang ingin bangun pagi, tetapi jarang yang mampu melakukannya secara konsisten. Padahal sudah banyak sekali penelitian dan manfaat yang mereka ketahui tentang bangun pagi. Salah satunya meningkatkan produktivitas dan membantu pola hidup menjadi teratur. Banyak hal yang bisa kita lakukan lebih optimal jika kita memulainya sejak pagi hari. Tips selanjutnya, tetap mandi pagi dan berpakaian layaknya kita bekerja di kantor atau di luar rumah. Seorang tokoh yang bisa kita jadikan teladan ialah Moh. Hatta, beliau selalu rapi, wangi, dan memposisikan diri setiap akan memulai membaca buku untuk menghargai penulis buku yang beliau baca.

Kedua, jangan merasa terisolasi. Hampir sebagian masyarakat merasa terisolasi karena tidak kemana-mana. Menghindari perasaan ini menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. Walaupun WFH, usahakan tetap melakukan komunikasi dengan penghuni rumah (tetap menjaga jarak). Komunikasi secara intens dengan teman-teman atau kerabat yang menjadi rekan di lingkungan kerja, sekolah atau yang lainnya cukup membantu agar tidak merasa terisolasi . Karena kita hanya perlu beradaptasi dengan keadaan. Terkadang tanpa disadari, kita mampu menyelesaikan tugas di rumah atau dengan jarak jauh.

Ketiga, tentukan target. WFH tidak sepenuhnya menghindarkan kita dari tanggung jawab dan kewajiban yang dimiliki sebelumnya. Target bekerja harus tetap dimiliki untuk mendukung langkah agar tetap produktif. Selain target karena tuntutan kerja, sekolah atau lainnya, dianjurkan juga membuat target lain seperti menambah keterampilan lain yang bisa kita miliki. Misalnya menjahit, memasak, menulis, dan masih banyak keterampilan lain yang bisa digali sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.

Misalnya beribadah. Sebagian besar agama memang menganjurkan beribadah di tempatnya. Namun, kondisi saat ini memaksa ibadah dilakukan di rumah saja. Beribadah di rumah dapat ditingkatkan dengan niat yang tulus dan tingkat khusyu yang lebih tinggi. Selain memenuhi kebutuhan rohani, beribadah dengan lebih intens di rumah dapat memberi energi positif dan membantu menghambat penyebaran virus. 

Selanjutnya, membersihkan dan mendekorasi rumah. Biasanya kita jarang mempunyai waktu untuk melakukannya. Hal tersebut rasanya menjadi menyenangkan ketika berada di rumah sepanjang hari. Selain menjaga dan menghambat persebaran virus, mendekorasi rumah juga tepat dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah senyaman mungkin untuk bekerja dan bersantai. Lingkungan yang kondusif akan membantu kita menyelesaikan tugas dengan santai tanpa merasa terbebani, sekaligus dapat meningkatkan disiplin diri.

Kemudian, makan sehat dan teratur serta  berolahraga. Sebelum melakukan kegiatan rutin, awali dengan makan sehat dan teratur untuk menjaga stamina dan kesehatan. Selain itu, seimbangkan dengan tetap berolahraga agar badan tidak kaku dan peredaran darah tetap lancar. Menjaga imunitas tubuh tetap kuat sehingga WFH tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Yang terakhir, selfcare sederhana dengan music, film, atau games ringan. Biasanya bagi yang bekerja di kantor, belajar di sekolah atau yang lainnya, disibukkan dengan kewajiban dan tugas. WFH dapat menjadi waktu yang tepat untuk selfcare atau dengan kata lain memberi apresiasi diri secara sederhana seperti, mendengar music sambil bekerja, membuat minuman favorit yang sedang hits, menonton film, atau sekadar bermain games pada jam istirahat. Selama WFH, jangan lupa untuk tetap beristirahat dengan cukup.

WFH memang terkesan membosankan. Namun, kita dapat menguranginya dengan melakukan berbagai kegiatan seperti yang dijelaskan di atas. WFH tidak menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Malah dengan WFH kita bisa mendapat berbagai manfaat. Working from home? Bukan masalah.

Editor: Retno

 

160 Total Views 2 Views Today

1 thought on “Working From Home? Bukan Masalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *