Berita Kampus

Varian Baru Covid-19 Pengaruhi Aktivitas Akademik

Foto: Fauzan Nabongkalon

Narasi: Amanda Amelia Riyanto dan Naufal Rahendra

Bacaekon – Kenaikan virus Covid-19 kembali terjadi di Indonesia, dilaporkan terdapat subvarian covid terbaru yang berjenis BA.4 dan BA.5 yang ditemukan di Bali pada Jum’at (10/6/2022). Tercatat ada 4 orang yang terjangkit virus covid-19 varian baru ini, 1 orang untuk kasus BA.4 dan 3 orang untuk kasus BA.5.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril  menyatakan bahwa 4 orang yang terjangkit covid satu diantaranya adalah WNI, sementara 3 orang lainnya adalah WNA atau PPLN yang hadir ke Bali sebagai delegasi untuk menghadiri pertemuan The Global Platform for Disaster Risk Reduction dari tanggal 23-28 Mei 2022. Beliau menambahkan, setidaknya sejak Sabtu (12/6/2022) di Jakarta ada penambahan 4 kasus covid varian baru ini. Sehingga, total kasus menjadi 8 orang, 2 orang terjangkit BA.4 dan 6 orang BA.5. 

Dicky Budiman, peneliti ketahanan kesehatan global Universitas Griffith, Australia, mengatakan bahwa Omicron varian BA.4 dan BA.5 dapat dengan cepat masuk ke sel dan bereplikasi di sel paru dengan sangat efektif karena varian ini memiliki mutasi yang diadopsi dari varian Delta. Dosen Fakultas Kedokteran UII, sekaligus satgas covid UII, dokter Gesit Purnama, menjelaskan berdasarkan hasil dari studi, untuk varian sebelumnya harus menunggu sekitar seminggu baru muncul gejala, tetapi jika varian turunannya bisa lebih cepat hanya memakan dua sampai tiga hari saja. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tingkat kematian varian baru ini jauh lebih rendah yakni hanya seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron, tetapi tetap dihimbau penggunaan masker dan segera melakukan vaksin booster. Dokter Gesit  menambahkan aturan suntik vaksin bagi tiap orang harus mengikuti aturan dari pusat dengan tidak hanya vaksin yang diberikan sekali, tetapi secara bertahap dan berulang supaya kekebalan tubuh lebih meningkat. Bahkan, ada kemungkinan akan muncul vaksinasi yang baru.

“Tetapi ada kemungkinan covid ini bisa berhenti dengan vaksin (booster) yang diberikan karena virus tersebut akan melemah akibat kekebalan tubuh yang sudah diberikan vaksin sebelumnya. Vaksin booster sampai sekarang masih bermanfaat sebagai salah satu pencegahan gejala yang lebih berat pada tubuh seseorang yang terkena covid,” jawab dr. Gesit ketika kami tanyakan mengenai efektivitas vaksin booster terhadap covid varian baru ini.

Dampak ke Aktivitas Akademik  di Kampus 

Pandemi memang belum selesai, di Indonesia sendiri terjadi penurunan covid, dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id kasus konfirmasi harian Sabtu (12/3) menunjukkan penurunan cukup signifikan menjadi 14.900 angka ini lebih rendah daripada kasus per 1 Februari 2022. Dengan adanya berita mengenai penurunan covid ini, membuat beberapa universitas di Yogyakarta memutuskan untuk menggelar kuliah secara luring. Salah satu universitas tersebut adalah Universitas Islam Indonesia. 

Dokter Gesit menyatakan dalam menghadapi perkiraan dampak yang akan dihasilkan oleh covid varian baru ini pihak kampus (UII) memiliki dua rencana dalam proses belajar mengajar. Pihak satgas mempersilahkan untuk dilakukan pembelajaran luring meskipun harus tetap menggunakan masker. “Tetapi karena covid bersifat fluktuatif, dan jika kasusnya kembali naik, pihak kampus harus siap untuk mengubah pembelajaran kuliah kembali dilaksanakan secara daring,” ujar dr. Gesit. Menurutnya pihak kampus harus siap sedia dan dapat beradaptasi bagaimanapun kondisinya mengingat varian baru ini memiliki dampak yang juga besar. 

Said Akmal, seorang mahasiswa Akuntansi UII memberikan tanggapan mengenai adanya berita covid varian BA.4 dan BA.5 ini. “Tidak khawatir karena walaupun penyebarannya cepat, dampak dari varian baru ini tidak separah varian sebelumnya,” katanya. Said menambahkan ia telah melakukan vaksin booster dan cenderung memilih luring karena lebih mudah menerima materi yang disampaikan dosen, juga dapat bertemu dengan teman-teman, serta protokol yang diterapkan di kampus sudah aman menurutnya. “Karena di kampus (FBE UII) diwajibkan memakai masker, dan memakai hand sanitizer, sehingga tidak terlalu khawatir. Sisi lain kampus juga terdapat satgas covid yang dilengkapi dengan hotline-nya,” jelasnya.

Dokter Gesit menyimpulkan, langkah-langkah yang dapat dilakukan bagi para mahasiswa yang sedang menjalani kuliah luring agar bisa meminimalisir dampak covid varian baru ini yaitu, mengurangi bepergian jika tidak penting, tetap tertib menggunakan masker di tempat manapun. Seperti yang diketahui Covid-19 menular melalui droplet atau cairan yang keluar melalui hidung dan mulut, sehingga menggunakan masker tidak hanya berfungsi untuk menjaga diri sendiri tetapi juga orang lain.

Reporter: Amanda dan Naufal

Editor: Mujahid Hamzah K.

*Penulis adalah magang LPM Ekonomika

170 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *