Berita Kampus

Upaya Peningkatan Mobilitas Mahasiswa, FE UII Bertandang ke Malaysia

Foto: Akhlis

Oleh: Khairul Raziq

Dalam rangka meningkatkan mobilitas mahasiswa, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan kunjungan internasional pada 15-16 Desember 2019. Menawarkan hubungan inklusif dalam lingkup internasional, UII berkolaborasi dengan dua universitas di Malaysia. Dua universitas tersebut adalah Universiti Islam Sains Malaysia (USIM) dan Universiti Putra Malaysia (UPM). Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen dari masing-masing organisasi maupun study club serta beberapa dosen yang ada di dalam lingkup FE-UII.

Ajakan kolaborasi ini disambut baik oleh Amir Hakimi, Presiden Mahasiswa Sekretariat Mahasiswa Fakulti Ekonomi dan Muamalat (FEM) USIM. “Ini bagi kami tentunya sangat menariklah, sebab bila kalian visit FEM kita bisa meningkatkan kolaborasi antar program,” ucap Amir, sewaktu ditemui di sela waktu kunjungan. Amir juga berharap agar kegiatan ini dapat terus berjalan serta lebih banyak lagi bentuk kolaborasi antara USIM dan UII.

Senada dengan ucapan Amir, Iqmal Zulkipli, salah satu anggota FEM USIM menilai ada dua poin penting yang dapat dipetik dari kolaborasi ini. Pertama, ia menuturkan bahwa mereka dapat lebih jauh mengetahui budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta. Kedua, hal-hal positif seperti ini dapat menambah integritas dari masing-masing kampus. “…ini adalah kegiatan yang penuh manfaat serta sama-sama dapat menaikkan nama institusi kita semua,” jelas Iqmal. 

Dari hasil diskusi yang telah diadakan antara representasi tiap lembaga, USIM berencana untuk melakukan kunjungan selama lima hari dalam beberapa bulan ke depan. Salah satu agenda yang diwacanakan adalah game yang bertajuk kompetisi. Muamalah Interactive Game (MIG), game tersebut nantinya menerapkan sistem wakaf dan sedekah. Untuk meningkatkan pengetahuan di bidang ekonomi, kunjungan tersebut juga melibatkan kelas accounting mengenai capital market. Tidak hanya sebatas pengetahuan ekonomi, mempelajari budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta juga menjadi salah satu agenda yang dikemas dalam sebuah pertukaran budaya. 

Antusiasme dalam menyambut FE UII juga mengalir dari Misha Nanthakumar, Wakil Presiden FEMSA UPM (Faculty Economics and Management Student Association, Universiti Putra Malaysia). “Tentunya kami sangat berbesar hati dalam menerima kalian dan networking yang telah dijalinkan bersama FEMSA,” jelas Misha. 

Lantas bagaimana bentuk kolaborasi yang akan dijalin antara FEMSA UPM dan FE UII? Mengenai hal tersebut, pihak kampus dari negara tetangga ini mengaku harus mendiskusikannya terlebih dahulu. Kendati demikian bukan berarti kolaborasi antara kedua pihak ini tidak ada sama sekali. Misha mengaku hal yang dapat dicanangkan atau terpikirkan saat ini yaitu general discussion. Di akhir pertemuan, Wapresma FEMSA UPM berharap pertemuan yang telah dimulai ini tidak hanya berakhir dalam forum, tetapi akan terus berjalan di manapun dan kapanpun.

Dengan berakhirnya kunjungan, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah program kerja yang lingkupnya tidak hanya sekadar dalam kampus, tetapi juga merambah ke skala internasional melalui kolaborasi dengan universitas yang telah dikunjungi sebelumnya. Setelah kembali ke Indonesia, tentunya para delegasi akan membahas hasil diskusi secara kolektif dan mematangkan konsep acara yang akan datang.

Perwakilan dari LEM FE UII, Ilham Assagaf, menaruh harapan besar agar semua elemen yang ada di dalam FE UII dapat bersatu untuk menyukseskan kolaborasi internasional ini. “…dan kini sudah saatnya kita meminimalisir persaingan, mengedepankan bergandeng tangan antar lembaga, mengakhiri saling sikut antar lembaga yang berujung pada kemunduran saja,” tutur Ilham.

Dalam kegiatan yang berlangsung kurang lebih empat hari, terlihat pula Wakil Dekan FE UII, Arief Rahman. Beliau mengaku, kegiatan ini sangat penting dalam rangka untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa. 

Arief juga menekankan bahwa hal ini dapat memberikan dampak secara tidak langsung teruntuk mahasiswa, terutama dalam hal relasi yang nantinya akan tercipta antar mahasiswa. “Paling tidak membangun network yang skalanya internasional,” pungkasnya saat ditemui di sela makan siang. Arief menitikberatkan, selain membangun relasi antar mahasiswa, harapannya mahasiswa juga dapat belajar serta memperoleh informasi mengenai pola organisasi mahasiswa yang ada di Malaysia.

 

Editor : Ikrar

221 Total Views 4 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *