Ekspresi

Untuk Bumiku yang Gundah

Foto : Hilwa

Oleh : Hilwa Ega Tiara

 

Malam ini bulan menggantung di kaki langit

Warnanya kuning keemasan seakan menunjukan dirinya begitu berharga

Ia nampak malu, bersembunyi di balik megahnya awan hitam yang pekat

Meskipun bintang selalu setia bersanding dengannya, ia tak cukup berani untuk mengambil panggung

Bintang berkedip seakan memberi isyarat pada bulan agar berani menampakkan keelokannya

Bulan yang tersipu malu, mengintip di atas langit lekat-lekat

 

Dinginnya malam yang menusuk hingga ke tulang, seakan ogah mendekap menjadi hangat

Sunyinya malam terpecah oleh lagu Meggi Z. yang terlantun keras, bersumber dari sebelah rumah singgahku

Dinginnya malam tidak membiarkan kelelawar libur bertugas mencari mangsa untuk disantap

Tak sampai disitu,

Bentangan horizon lurus di bawah kaki gunung menggagahi cahaya lampu di bawahnya

Menambah indah paras mahakarya-Nya

 

Semakin ku pandangi semakin ku sadari, bahwa bulan berangsur berganti warna menjadi kemerahan

Katanya sih menunjukan tingkat polusi udara yang semakin gila

Ah enyahlah,

Jika alam sudah marah, apakah wajah seluruh manusia akan memerah?

Lain dengan merah yang memesona, melainkan merah mengerikan bak si jago merah

 

Apakah alam disediakan Tuhan untuk dinikmati keindahannya agar otak manusia semakin bijak?

Atau untuk dihambur-hamburkan agar semua kemauan manusia bisa terpenuhi, sehingga otak manusia berhenti untuk bekerja?

Yang jelas, alam tak pernah salah,

Manusialah yang salah

Apa kau tak ingat ketika malaikat bertanya kepada Tuhan, “mengapa engkau menciptakan  manusia sementara yang ia buat hanya kerusakan?”

Sementara jawaban Tuhan sangat filosofis, bahwa Tuhan lebih mengetahui segala sesuatu

Menandakan Tuhan amat percaya bahwa manusia bisa berbuat adil di muka bumi

Tak hanya merusak, namun juga merawat

Alam itu ibumu, yang tanpa pamrih merawatmu, membesarkan dan membiarkanmu tumbuh dengan segala kecukupan

Seberapa durhaka dirimu, saat yang merawat dan membesarkanmu kau khianati? 

Alamku yang gundah, terimalah permintaan maafku yang tulus dari lubuk hati yang paling resah

 

Editor : Ikrar

62 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *