Berita Yogyakarta

Tampan di Jalan untuk Kepedulian

Foto : Kevin

Oleh : Kevin Ahmad Anandy

It’s all set! DGR (Distinguished Gentleman’s Ride) Yogyakarta 2019 resmi dige-blar pada 29 September Minggu lalu. Mengelilingi kota dengan berkendara motor klasik dalam balutan busana ala eropa, sembari menghimpun dana untuk kepedulian terhadap kanker prostat dan kesehatan mental pria, menjadi magnet eksistensi pada event motor yang satu ini.

Dilansir dari laman Movember Foundation, mitra yayasan DGR, kondisi kesehatan pria sedang dalam krisis. Sederhananya, pria berpotensi sekarat lebih muda. Pria lebih rentan terpengaruh untuk bunuh diri daripada wanita. Hal ini diabsahkan oleh data World Health Organization (WHO) yang menyebutkan bahwa tiga perempat dari total kasus bunuh diri yang terjadi di dunia dilakukan oleh pria. Diperkirakan sejumlah 510.000 pria meninggal karena bunuh diri secara global setiap tahun. Itu sama halnya tiap menit yang terlewat, satu pria harus mengakhiri hidupnya dengan tidak sewajarnya.

Global Cancer Statistic juga menegaskan bahwa kanker prostat adalah kasus kanker paling umum urutan kedua pada pria. Diperkirakan sebanyak 1,2 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker prostat, dan terdapat 359 ribu kasus kematian pada tahun 2018. 

Inilah sebab mengapa DGR terus dihelat. Kampanye mengenai kepedulian terhadap kesehatan pria merupakan benih investasi untuk tumbuh kembang generasi masa depan. “Tertarik sama campaign yang dari DGR-nya itu, yang meningkatkan awareness kita terhadap kanker prostat, takut penyakit itu jadi warisan untuk anak cucu kelak,” kata Erza Fauzan Haikal, selaku rider partisipan independen. Gerakan ini juga menjadi wujud perlawanan terhadap stereotip pria yang dipandang negatif ketika menunggangi besi beroda dua. 

Arsip : Jogja Sunday Ride
Arsip : Jogja Sunday Ride
Arsip : Jogja Sunday Ride
Arsip : Jogja Sunday Ride

Diinisiasi oleh Mark Hawwa, DGR pertama kali digelar di Australia tahun 2012,  lalu terselenggara serentak di dunia, hingga menginvasi Jogja pada tahun 2014 dengan latar social movement yang sama.  Memasuki kiprahnya yang ke 6, DGR Yogyakarta makin eksis dalam ajakan sosial sambil berkendara. “Peserta yang ikutan lebih dari 600 motor,” tutur Sarif Fajar Nugroho, Host DGR Yogyakarta 2019. 

Dengan banyaknya riders yang tergabung serta dukungan dari berbagai klub lokal yang terlibat, Rp 3.280.000 donasi dapat terkumpul. Dilansir dari laman resmi DGR per hari ini (02/10), total donasi dari seluruh dunia menyentuh angka $5,558,905 (USD). Donasi tersebut akan disalurkan langsung kepada Movember Foundation, untuk keperluan riset kanker prostat dan mendanai program inovatif tentang kesehatan mental pria di dunia.

Selain terbuka untuk semua jenis motor custom dan klasik, penampilan rapi dan formal menjadi anjuran berkendara dalam perhelatan DGR. “Ridingnya pake dresscode yang rapi-rapi, pake jas, suspender, biar orang yang ngeliat pada tertarik, supaya cari tau, terus nantinya bisa ikut donasi,” kata Kristian Wijaya, Official Team Riders.

Di aspal rute rolling DGR, para riders dituntut untuk selalu taat lalu lintas dengan mengenakan safety gear lengkap, dan tidak memblokade persimpangan jalan hingga garis finish. 

“Saya suka sekali dan mendukung sangat acara DGR karena positif, tidak asal nge-blar di jalan. Selain juga dapat mengumpulkan teman-teman lintas klub dan lintas cc, DGR bisa jadi ajang bagi anak-anak motor untuk berbakti sosial bareng-bareng,” tutur Deby Putra, salah satu rider partisipan dari klub D’Kraton Custom Motorcycle. 

Reporter  : Kevin

Editor : Ikrar

184 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *