SURAT UNTUK MAHASISWA PEMIMPIN KAMPUS

SURAT UNTUK MAHASISWA PEMIMPIN KAMPUS

( Foto : sarungpreneur.com)

Oleh: Andi M. Zulfikar Taufik

Bismillahirrahmanirahim..

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bacaekon.com-Opini. Saya hanya seorang mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) biasa yang telah banyak mengalami keresahan tiada berujung. Dengan segala kekurangan yang saya miliki, saya hanya dapat melihat, mendengar dan merasakan dinamika kampus yang semakin menjadi-jadi. Entah bagaimana semua bermulai, dari mana dan sejak kapan, tetapi masih pantaskah kami merasakan kemelut dinamika kampus yang faktanya bukan kami yang menyebabkannya?. Jika ini yang diingin oleh mahasiswa pendahulu sebelumnya, maka dengan ini saya menyatakan ini bukan dosa kami.

Saya sudah merasa penat dengan segala kebencian yang terumbar. Saya hanya ingin hentikanlah intervensi pada adik-adik yang tidak tahu-menahu politik kampus untuk peregenerasian yang lebih baik. Dengan terpilihnya kalian sebagai penyambung lidah dan tangan mahasiswa, maka gigitlah amanah itu dengan gigi geraham seperti sunnah Rasul. Jika kalian melakukan kesalahan atas kepentingan yang merugikan kampus maka matilah sistem UII untuk membentuk insan Ulil Albab.

Memang manusia tak pernah luput dari kesalahan, namun sampaikankah kesalahan itu semuanya berdasar kepada niat yang baik bukan atas kepentingan yang telah terintervensi dengan orang-orang yang memburu mayoritas keindahan duniawi mereka.

Wahai para mahasiswa pemimpin kampus kami, saya bukanlah siapa-siapa, saya hanya seorang mahasiswa biasa yang hanya ingin sekedar mengingatkan bahwa masih banyak PR yang harus dikerjakan. Sudah terlalu lama dinamika kampus ini tertunda hanya karena yang terjadi di antara kalian. Memang benar sejatinya kita memiliki bargaining power di mata Keluarga Mahasiswa (KM) universitas lain atau bahkan mencapai ranah internasiomal namun hal tersebut tak dapat diterapkan, jika selama ini mahasiswa pendahulu sebelumnya terlalu asyik berdinamika. Saya harapkan cukup sampai di sini! Lepaskanlah segala korsa yang dulu kalian pakai dan pakailah almamater yang berwarna biru itu yang katanya memiliki arti kebijaksanaan serta luas seperti birunya laut ataupun langit cerah.

Saya hanya tak ingin kebencian ini terus berlanjut ke generasi-generasi selanjutnya. Sejarah diciptakan untuk dilanjutkan tetapi Allah SWT mencipkatan kata koreksi untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah terjadi di masa lampau. Kemudian yang menjadi pertanyaan saya, “Bagaimana kalian akan membuat sejarah yang lebih baik dari sebelumnya?”

Hanya dengan satu pertanyaan itulah yang akan membuat kalian dapat terkenang oleh generasi selanjutnya. Saya ingat satu perkataan seorang filsuf yang mengatakan, “Manusia dilihat dari apa yang dia lakukan bukan siapa dirinya.” Oleh karena itu saya harapkan kalian dapat berbuat lebih baik dan lebih banyak untuk KM UII ini.

Mungkin banyak orang yang menganggap kalian terlalu banyak membuang waktu di Sidang Umum KM UII. Namun saya percaya di dalam forum itu kalian hanya ingin yang terbaik untuk KM UII yang akan datang. Namun jika kepercayaan saya itu adalah suatu kesahalan yang saya buat maka bukan hanya saya yang kecewa berat.

KM UII ini dibentuk bukan untuk kalian bukan juga untuk kami sebagai mahasiswa UII saya pikir KM UII dibentuk untuk pembangunan bangsa yang lebih baik. Jika ada yang bertanya dari sisi mana? Maka saya akan menjawab, sumber daya yang menjadi Human Capital yang masing-masing dimiliki oleh Mahasiswa UII.

Faktanya memang seperti itu. KM UII telah banyak melahirkan manusia-manusia hebat yang terjun langsung dalam pembangun bangsa di bidang hukum misalnya, ada Mahfud MD, Suparman Marzuki, Jawahir Tantowhi, dan di bidang ekonomi kita punya Halim Alamsyah yang menjadi mantan deputi Gubernur BI.

Apakah kalian masih berpikir KM UII ini untuk kalian sendiri sehingga kalian masih terbelenggu dalam kepentingan-kepentingan golongan dan pribadi? Mikir! Kalian yang berbuat kami yang harus menanggung segala akibatnya ke depan. Kalau kata orang awam bilang “dosa kok dibagi-bagi, ilmu yang dibagi”.

Manusia tidak akan pernah mencapai level manusia jika dia tidak berguna bagi manusia lain. Sesuai dengan kata Aristoteles bahwa manusia adalah Zoon Politicon. Maka jika kalian ingin disebut sebagai manusia maka bergunalah bagi manusia lain

Wassalamualaikum Wr. Wb.

*Penulis adalah mahasiswa jurusan Manajemen FE UII angkatan 2014.

 

6932 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *