Surat Tidak Merokok untuk Dispensasi SPP

Surat Tidak Merokok untuk Dispensasi SPP

(sumber foto : http://printablecolouringpages.co.uk/)

Oleh : Kandera Rineko Nindya

Bacaekon.com-Kampus. Menindaklanjuti Langkah Menuju Kampus Bebas Asap Rokok, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) menambahkan surat tidak merokok sebagai syarat untuk dispensasi pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Syarat ini diberlakukan sebagai salah satu cara untuk mendukung Peraturan Gubernur (Pergub) No. 42 Tentang Kawasan Dilarang Merokok, setelah dipasangnya papan dan spanduk larangan merokok di setiap sudut kampus FE UII sebelumnya.

“Sampai sejauh ini, itu (surat tidak merokok) hanya sebatas dia (mahasiswa) bikin surat pernyataan saja, belum suruh cek ke dokter karena di dokterpun tidak ada (surat tidak merokok),” ujar Suharto (13/4) ketika ditemui seusai mengajar di ruangannya.

Suharto, Wakil Dekan FE UII tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa kebanyakan mahasiswa yang menyatakan tidak merokok dalam surat pernyataan yang telah dibuatnya tersebut kebanyakan justru terlihat berbohong. “Dari baunya saja sudah kelihatan,” katanya. Ditambah lagi kebanyakan mahasiswa yang meminta dispensasi itu dilakukan secara mendadak sehingga tidak dapat menyembunyikan secara fisik kalau dia tidak merokok.

Ke depannya, apabila kampus sudah semakin menerapkan larangan merokok total di area kampus maka surat pernyataan tidak merokok sebagai syarat dispensasi itu akan berbeda. “Atau mungkin (surat pernyataan tidak merokok) tidak akan diberlakukan kembali,” terang Suharto. Sampai saat ini larangan merokok di FE UII masih belum total diberlakukan karena masih terdapat kawasan boleh merokok yang terletak di area belakang kampus Antara tersebut. Untuk itu Suharto menghimbau mahasiswa baik itu di lembaga maupun di organisasi lainnya untuk ikut memberikan pencerahan bahwa merokok itu tidak baik.

5673 Total Views 7 Views Today

Related Post

Mapala Unisi Kembali Cair

Mapala Unisi Kembali Cair

(Foto : Gilang) Oleh : Gilang B. Putra Setahun lalu Universitas Islam Indonesia (UII) mengalami…

2 Comments

  • “Sampai sejauh ini, itu (surat tidak merokok) hanya sebatas dia (mahasiswa) bikin surat pernyataan saja, belum suruh cek ke dokter karena di dokterpun tidak ada (surat tidak merokok),” ujar Suharto…..

    Coba diverifikasi kembali, saya pernah mengurus dispensasi dan harus menyertakan surat bebas merokok dari instansi kesehatan atau dokter. Bukan sekedar pernyataan yang dibuat sendiri.
    Akan lebih baik ada keterangan dari mahasiswa yang pernah mengajukan dispensasi pembayaran SPP pasca peraturan tersebut muncul.
    Maju terus LPM Ekonomika.

    Reply
  • Benar sekali saudara Scanles. Pada Newsletter Edisi ke-3 bulan April ini, kebetulan tim reporter sedang membahas “Korelasi Larangan Merokok dengan Dispensasi SPP”. Bagaimana pernyataan Suharto maupun pihak dekanat maupun dosen lainnya, bagaimana pernyataan mahasiswa perokok maupun tidak, segalanya dilampirkan dalam Telisik kami. Kapan terbitnya? Tim Reporter sedang mengusahakan pengumpulan data secepat mungkin, sehingga dapat menghasilkan satu tulisan yang berkualitas. Jadi, ditunggu tanggal terbitnya ya, Insya Allah minggu pertama bulan Mei sudah ada.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *