Sunyinya Magrib dan Gemericik Rintik Hujan

Sunyinya Magrib dan Gemericik Rintik Hujan

(sumber foto : https://myfadhliyah.wordpress.com)

Oleh : Phalini Herman

 

Bacaekon.com-Ekspresi. Saat magrib tiba

Aku terbangun dari tidurku yang terlarang

Kudapati hawa dingin yang menggelitik bulu kudukku

Aroma tanah yang mengusik indera penciumanku

Suara rintik-rintiknya terdengar nyaring di genting kamarku

 

Ternyata di luar sana sedang hujan

Seketika tubuhku memerintahkan ‘tuk tetap terbaring di tempat tidur

Aku mengawang ke atas langit-langit bilikku yang klasik

Seandainya punya kekasih seperti idolaku, Adipati Dolken

Ah, benar-benar  khayalan tingkat tinggi

 

Seandainya saja orang-orang di dunia ini sepertiku

Si tepat waktu

Seandainya saja menemukan orang baik seperti menemukan debu

Seandainya saja semua cerita cinta berakhir bahagia

Seandainya saja Nabi Muhammad masih ada

Duh, sepertinya aku mengawang teramat tinggi

 

Kupaksakan diriku ‘tuk beranjak dari kasur kesayanganku

Aku berjalan kecil menuju jendela kamar

Sekedar melihat-lihat, ternyata hujannya mulai deras

Magrib dengan ketenangannya

Suara hujan serta  aromanya yang khas

Sebagian orang mungkin akan terhanyut dengan nada tersebut

Namun aku terbuai oleh merdunya hujan dan sunyinya magrib

Lalu mataku yang manja pun mulai tertutup gemulai…

 

3238 Total Views 3 Views Today

Related Post

KUSABI

KUSABI

(Foto : www.mldspot.com) By: Lita Rohma Dewi Bacaekon.com-Ekspresi. Aku terduduk merenung di tepi pantai menatap…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *