AKSI KM UII KECAM KONFLIK AGRARIA

AKSI KM UII KECAM KONFLIK AGRARIA

(Foto : Rintan Falah)

Oleh: Ilham Aditya Perdana

                BACAEKON.COM-YOGYAKARTA. Sabtu (10/12/16) bertepatan dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM), masa yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII) melakukan aksi. Aksi ini dimulai dengan melakukan long march puluhan mahasiswa UII di sepanjang Jalan Malioboro hingga berakhir di Titik Nol Kilometer. Aksi ini dilakukan dalam rangka menyuarakan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat perihal Undang-undang Keistimewaan dan tuntutan kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di berbagai tempat, khususnya konflik agraria di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Masyarakat kurang tahu, maka dari itu kita melakukan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa UU Keistimewaan ini sangat berbahaya, berbahaya dalam arti hak kepemilikan masyarakat menjadi berkurang, dan sedangkan dari pemerintah akan punya otoritas dalam merebut lahan-lahan produktif dan lahan-lahan strategis, seperti contoh yang terjadi di Kulon Progo,” begitu yang dipaparkan oleh Indra Putra Nugraha selaku kordinator lapangan pada aksi tersebut yang juga menjabat sebagai Ketua LEM UII.

Aksi ini juga menyampaikan enam tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut yang disebutkan oleh Indra dalam wawancara yaitu, pertama, menolak UU Keistimewaan sebagai hukum pertanahan di Yogyakarta. Kedua, menolak dualisme hukum pertanahan di Yogyakarta. Ketiga, menerapkan UU Pokok Agraria sebagai hukum pertanahan sepenuhnya di Yogyakarta. Keempat, menolak tindakan represif pemerintah terhadap hak atas tanah masyarakat. Kelima, mengecam peristiwa konflik pertanahan yang ada di Yogyakarta. Keenam, menuntut penegakan perlindungan HAM sebagai perwujudan reforma agraria atau Pembaruan Agraria.

Indra menambahkan, bahwa sebelum aksi ini, LEM UII bekerja sama dengan Klinik Advokasi dan Hak Asasi Manusia (KAHAM) UII dan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) UII melakukan kajian mengenai isu yang akan diangkat dalam aksi hari ini. Aksi yang dilakukan tidak sebatas berhenti pada hari ini, namun akan terus berlanjut dengan melakukan berbagai upaya, “setelah aksi ini kita akan melakukan pergerakan-pergerakan, tidak akan stuck melalui pergerakan aksi-aksi yang seperti ini saja. Kita juga akan meningkatkan kajian dan melakukan aksi-aksi dengan cara maupun metode yang lebih kreatif,” ujar Indra ketika ditanya perihal lanjutan dari aksi yang dilakukan pada Sabtu (10/12) lalu.

Aksi yang dilaksanakan hari ini hanya mengatasnamakan internal dari Keluarga Mahasiswa UII yang seluruh masanya terdiri dari mahasiswa UII, berbeda dengan aksi yang berakhir beberapa jam sebelumnya di tempat yang sama, yang merupakan aksi gabungan dari berbagai elemen dan organisasi masyarakat.Namun melihat sedikitnya partisipasi mahasiswa dalam aksi ini, Indra berharap aksi selanjutnya dapat mendapat dukungan dan partisipasi dari Keluarga Mahasiswa UII, berlanjut dan dapat dilakukan secara terus menerus.

Reporter: Ilham, Fathur

4924 Total Views 1 Views Today

Related Post

Mapala Unisi Kembali Cair

Mapala Unisi Kembali Cair

(Foto : Gilang) Oleh : Gilang B. Putra Setahun lalu Universitas Islam Indonesia (UII) mengalami…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *