Berita Yogyakarta

Save Street Children Jogja

Oleh : Padma Dwi Haryanto

Bacaekon.com-Yogyakarta. Kamis (29/01/15), “ramah” itulah kesan pertama saat Tim Ekonomika disambut baik oleh pengurus dari komunitas anak jalanan bernama Save Street Child Jogja yang bertempat di daerah Suryomentaraman, Yogyakarta. Dengan ruangan yang menyerupai sebuah kios yang  dialih fungsikan menjadi rumah singgah. Save Street Child Jogja (SSCJogja) merupakan sebuah gerakan sosial yang bertujuan meningkatkan taraf hidup anak jalanan. “Kata save sendiri yang berarti selamat, memiliki arti menyelamatkan derajat anak-anak jalanan khususnya yang berada di kota Jogja” ujar Baiquni selaku pengurus SSCJogja.

Save Street Child saat ini sudah tersebar dilebih dari 15 kota di Indonesia. SSCJogja sendiri berdiri pada bulan Agustus 2011, komunitas ini didirikan sebagai bentuk rasa empati pada potret kehidupan jalanan. Terutama terkait dengan permasalahan menyangkut anak-anak jalanan agar kesenjangan sosial dapat diminimalisir. Dalam aktivitasnya, SSCJogja khusus bergerak dalam pendidikan  terkait isu-isu edukatif, hukum, kesehatan, ekonomi kreatif, advokasi, dan lain-lain.

SSCJogja saat ini diketuai oleh seorang  mahasiswa  Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) bernama Reza Fattah. Dia melakukan pendekatan langsung terjun ke lapangan untuk melihat situasi dan kondisi anak-anak jalanan di sana. Anak-anak jalanan sendiri berusia antara 6-18 tahun. Dengan program yang rutin diadakan setiap minggunya, SSCJogja membagi dua kelas yang berada di daerah Tegalmojo dan Suryomentaraman. Untuk kelas yang berada di daerah Tegalmojo, SSCJogja mengumpulan anak-anak yang berasal dari kaum marjinal dan mengajarkan pendidikan baca tulis hitung (calistung), kelas kreatif , menonton film edukasi, serta workshop dengan mengundang pemateri. Dan khusus di daerah Suryomentaraman, SSCJogja memberikan materi yang disesuaikan kebutuhan dan tingkat umur anak jalanan. Serta memberikan pendidikan informal seperti edukasi kesehatan, pembentukan dan penguatan karakter.

Sementara sumber dana SSCJogja berasal dari penjualan barang-barang bekas (pakaian, botol plastik, buku dan lain-lain), serta dari para donatur. Sehingga komunitas ini selalu terbuka bagi sukarelawan yang ingin berkontribusi serta bergabung dengan SSCJogja. “Saat ini SSCJogja mengadakan program minat baca bagi anak-anak jalanan, jika ada yang menyumbangkan buku, berupa fiksi maupun non-fiksi yang layak baca dapat menghubungi kami di medsos (media sosial) yang SSCJogja punya” tambah Baiquni.

 

1939 Total Views 6 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *