Satu Anak Baru, Dua Pemain Lama, dan Tiga Penjual

Satu Anak Baru, Dua Pemain Lama, dan Tiga Penjual

(sumber foto : http://lifestyle.liputan6.com/)

Oleh : Agung Gunawan

Bacaekon.com-Ekspresi. Bulan Februari 2015 lalu intensitas hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah di tanah air. Akan tetapi saya bukan akan melaporkan perihal perkiraan cuaca terkini. Ini merupakan rekam ceritakan beberapa bulan yang lalu.Setiba di Kota Jambi siang itu ketika hujan gerimis masih mengguyur,  namun hawa dingin tidak begitu terasa disini. Kunjungan ke Kota Jambi kali ini tentunya dilakukan dalam rangka pulang kampungdan menghabiskan liburan semester seperti yang biasa saya lakukan setiap akhir semester.

Tidak tinggal diam, malam harinya saya hubungi salah satu sahabat bernama Sidik. Senang bisa bersilaturahmi dengannya setelah lama tidak berjumpa. Banyak cerita yang saling kami bagi mulai dari kegiatan perkuliahan sampai cerita batu cincin yang sedang ramai menjadi perhatian warga Kota Jambi akhir-akhir ini. Batu cincin yang dimaksud yaitu batu yang diasah menjadi cincin hingga menjadi aksesoris perhiasan.

Tidak lama setelah dia bercerita tentang batu cincin, kami pergi keliling melewati jalan protokol untuk membuktikan ceritanya. Sahabat saya menuturkan saat ini dipinggir jalanan kota banyak ditemukan sekumpulan orang yang mengasah batu cincin. Benar, ternyata tidak sulit menemukan lapak pedagang yang mengasah dan menjual batu cincin. Mereka selain menerima asah (di kota lain ada yang menyebut gosok) batu juga menjual batu cincin yang sudah jadi atau siap pakai. Saat ini orang yang mengasah batu cincin tidak seramai beberapa waktu yang lalu dimana berkerumun orang-orang disetiap lapak penjual atau pengasah batu cincin dipinggiran jalan.

Sekilas padang dan sepintas lalu, terlihat banyak berkerumun laki-laki paruh baya di lapak pengasah atau penjual batu cincin. Serta juga terdapat beberapa pemuda walau tidak banyak.

Sementar pada hari berikutnya, Jumat hari kedua saya berada di Kota Jambi. Selesai melaksanakan shalat Jumat bersama Bapak, hujan mengguyur deras. Kami memutuskan sejenak menunggu hujan berhenti atau sekedar redadi masjid tersebut sebelum pulang ke rumah. Bertemu beberapa orang tetangga lainnya kemudian kami berbincang mengenai batu cincin. Namun saya hanya sebagai pendengar saja karena tidak mengerti bahasan meraka seputar batu cincin. Kemudian saya hanya tertawa melihat mereka saling pamer batu cincin. Lalu salah satu dari mereka mengatakan,“Kalau cuma pakai satu batu cincin, dia anak baru. Kalau pakai dua batu cincin, dia pemain lama. Kalau pakai tiga atau lebih batu cincin berarti dia penjual batu cincin.” Lantas semua saling tertawa mendengarnya. Hal inilah yang senantiasa membuat saya tertawa ketika melihat orang menggunakan batu cincin.

 

632 Total Views 1 Views Today

Related Post

KUSABI

KUSABI

(Foto : www.mldspot.com) By: Lita Rohma Dewi Bacaekon.com-Ekspresi. Aku terduduk merenung di tepi pantai menatap…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *