RUPIAH MELEMAH USD MEROKET

RUPIAH MELEMAH USD MEROKET

(Foto : voa-islam.com)

Oleh: Achmad Afri Ariyadi

Bacaekon.com-Ekonomi. Pagi ini, Senin (14/11/16) nilai tukar rupiah lagi-lagi bertekuk lutut di hadapan mata uang dollar Amerika. Melemahnya rupiah terhadap dollar bukan karena suatu alasan, melainkan sentimen negatif dari luar masih menjadi penyebab bergejolaknya nilai tukar rupiah apalagi sentimen negatif tersebut santer disebut datang dari terpilihnya Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) yakni, Donald Trump.

Seperti yang dilansir dari data Yahoo Finance Senin (14/11/16) pukul 17:55 melalui websitenya https://finance.yahoo.com menunjukkan rupiah sore tadi berada di level Rp13.348/USD atau semakin melemah dari penutupan akhir pekan kemarin pada posisi Rp13.285/USD. Mata uang Garuda awal pekan ini bergerak pada kisaran harian Rp13.258-Rp13.488/USD.

Menurut data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.375/USD atau lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.383/USD. Pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.301-Rp13.585/USD.

Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.355/USD atau memburuk dibandingkan dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.417/USD.

Posisi rupiah juga terlihat masih lemah pada data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.358/USD. Posisi ini melemah dibanding posisi kemarin di level Rp13.350/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/11/2016) USD melonjak ke level terbaik dalam 11 bulan terhadap beberapa mata uang utama. Yuan China kehilangan lebih dari sepertiga, sedangkan yen dan euro keduanya tenggelam ke posisi terendah. Euro jatuh ke level 1.0752 melawan USD, atau yang terendah sejak Januari. Indeks dolar naik 0,9% menjadi 99.873, tertinggi sejak Desember lalu. (sumber, http://ekbis.sindonews.com/read/1155233/32/rupiah-berakhir-tak-berdaya-usd-makin-meroket-1479118467)

Dolar AS terus menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Hal tersebut setelah presiden terpilih AS, Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya akan terus memacu pertumbuhan ekonomi.Dengan pertumbuhan ekonomi yang yang tinggi akan mendorong Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan. “Dolar AS menguat bersama dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang mencerminkan harapan akan ekspansi ekonomi dan belanja fiskal,” jelas Analis Nomura Holdings Inc, Tokyo, Yunosuke Ikeda. (sumber, http://bisnis.liputan6.com/read/2651522/rupiah-kembali-tertekan-sempat-sentuh-level-13585-per-dolar-as)

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap USD memiliki peluang mengalami pelemahan sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global dan memberi dampak ke Indonesia. Tidak hanya itu, pelemahan tajam Surat Utang Negara (SUN) juga menjadi faktor yang kemudian memberi tekanan terhadap gerak nilai tukar rupiah.

Analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta tidak menampik sekarang ini ketidakpastian telah meningkat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih melambat. Ketidakpastian global meningkat ketika pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diumumkan melambat.

“Itu sudah cukup untuk memicu pelemahan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertular oleh pelemahan tajam harga SUN yang hampir 40 persen kepemilikannya dikuasai oleh investor asing,” kata Rangga, seperti dikutip dari riset, hariannya di Jakarata.

Tekanan pelemahan terhadap nilai tukar rupiah berpeluang bertahan dalam jangka pendek paling tidak hingga FOMC meeting di Desember 2016, walaupun ruang pelemahan bisa terbantu kehadiran Bank Indonesia (BI) di pasar valas dan SUN yang saat ini dibekali oleh USD115,7 miliar cadangan devisa. (sumber, http://ekonomi.metrotvnews.com/bursa/nbwe10mK-rupiah-pagi-bergerak-melemah-di-rp13-364-usd)

Dalam faktor di atas, disebutkan dari sentimen global, pelaku pasar juga masih wait and see menjelang pertemuan The Fed (Gubernur Bank Sentral Amerika) Janet Yellen, sehingga diperkirakan laju rupiah masih akan cenderung variatif flat. Pertemuan The Fed dibarengi dengan pidato yang akan digelar pada akhir pekan ini sekaligus menunggu rilis produk domestik bruto Amerika pada kuartal kedua.

9558 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *