REKTOR UII : INI KEINGINAN SAYA SENDIRI

REKTOR UII : INI KEINGINAN SAYA SENDIRI

(Dok.Ekonomika)
Oleh : Immelita Budiarti
BACAEKON.COM-KAMPUS. Minggu (29/01), tampak pemandangan yang tidak biasa di lapangan sepakbola Universitas Islam Indonesia (UII) kampus Terpadu. Sekitar pukul 13.00 WIB, orang beramai-ramai memasuki lapangan tersebut bukan untuk menonton pertandingan sepakbola, melainkan untuk mendengarkan penjelasan yang akan disampaikan oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc terkait pengunduran dirinya sebagai rektor UII.
Di hadapan ratusan mahasiswa dan karyawan UII, ia (Harsoyo-Red) memulai penjelasannya dengan menceritakan kronologi pertama kali dirinya mendengar berita seorang mahasiswanya yang sedang mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unisi UII meninggal dunia. “Kejadian-kejadian berikut yang menjadikan saya yakin karena terjadi adanya jatuh korban meninggal dunia. Yang pertama adalah mahasiswa Alm. Muhammad Fadhli yang meninggal dunia pada hari jumat, 20 Januari yang lalu sekitar pukul 14.30 WIB dalam perjalanan ke lokasi Diksar 37 menuju puskesmas,” Harsoyo memulai penjelasannya.
Harsoyo mengklarifikasi bahwa ia mengundurkan diri sebagai rektor murni karena keinginannya sendiri. Lebih lanjut menurutnya, tidak benar seperti kabar yang sebelumnya berembus bahwa ada tekanan dari Menteri Ristekdikti, mengingat ia mengundurkan diri usai mengadakan rapat dengan Kopertis Wilayah V Yogyakarta atau diberikan 3 pilihan oleh Menteri Ristekdikti yaitu, pembekuan mahasiswa baru, penurunan akreditasi, dan pengunduran diri. “Jadi itu tidak ada tekanan yang luar biasa kepada saya dari Bapak Menteri (Menteri Ristekdikti-red) untuk mengundurkan diri, tetapi memang saya memang sudah mempersiapkan itu,” lanjutnya.
Kejadian Diksar Mapala Unisi UII yang menyebabkan 3 mahasiswa UII meninggal dunia membuat Harsoyo merasa gagal menjadi seorang rektor, sehingga ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Mengundurkan diri dari jabatan rektor bukan berarti ia lepas tangan dari kasus tersebut, namun itu sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai seorang pemimpin. “Kejadian itulah yang mendorong saya membulatkan tekad dan niat, saya harus berhenti, bukan berarti meninggalkan tanggung jawab,” katanya tegas. Ia berjanji meskipun tidak lagi menjabat sebagai Rektor, namun ia tetap akan menuntaskan kasus Diksar Mapala Unisi hingga selesai. Selain itu, dirinya mengundurkan diri juga agar UII tetap bisa menjadi universitas yang unggul, mempunyai kemajuan, dan dilimpahi kebaikan.
Di akhir penjelasannya, ia menghimbau civitas akademika khususnya mahasiswa UII untuk selalu menjaga keakraban, persaudaran, hindarkan perbedaan yang nanti bisa memperkeruh keadaan dan juga tidak perlu khawatir dengan pergantian Rektor, karena UII punya 14 profesor dan 197 doktor sehingga menurut Harsoyo ada orang yang lebih baik dari dirinya untuk memimpin UII.

Reporter : Dina, Ulfa, Immel, Fenny

27189 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *