Berita Yogyakarta

Purba Mileniakala: Membaca Masa Lalu, Melakoni Masa Kini, Menata Masa Depan

Foto : Rintan

Oleh : Retno Puspito Sari

Dalam rangka memperingati Hari Purbakala yang ke-106 tahun, masyarakat peduli cagar budaya seperti Watukarta Institute, Rumah Garuda, dan Yayasan Purba Mileniakala  menyelenggarakan Festival Purbakala 2019. Festival ini didukung oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Pariwisata DIY, dan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Festival Purba Mileniakala berlangsung pada tanggal 14-19 Juni 2019 di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, “Museum Sonobudoyo dipilih karena hanya museum tersebut yang menyediakan fasilitas gratis. Rencana awalnya ingin diselenggarakan di berbagai titik seperti Sokoliman Gunung Kidul, Situs Keraton Mataram Sultan agung, dan lain-lain tetapi karena membutuhkan logistik dan sumber daya manusia yang banyak maka tidak jadi. Selain itu, Museum Sonobudoyo juga welcome terhadap kegiatan ini”, tutur Sigit Sugito selaku Ketua Panitia Festival Purbakala.

Tema yang diangkat pada festival ini adalah Purba Mileniakala dengan tagline “Membaca Masa Lalu, Melakoni Masa Kini, Menata Masa Depan.” Tujuan diadakannya acara ini adalah memperkenalkan dan menarik generasi penerus khususnya generasi milenial agar memahami bahwa benda cagar budaya memiliki arti penting dan bernilai strategis. “Acara seperti ini baru pertama kali diselenggarakan, biasanya dalam memperingati Hari Purbakala kami hanya melaksanakan  upacara instansional di depan Balai Pelestarian Cagar Budaya,” tutur Sigit.

Festival ini menyuguhkan berbagai agenda yaitu Diskusi Purba, Pameran Purbakala, Sastra Purba, Sekolah Cagar Budaya, Pasar Purba, dan lain-lain. Selama acara berlangsung, penonton akan disuguhkan dengan pembacaan puisi mulai pukul 19.00 di halaman Museum Sonobudoyo. Diskusi Purba diadakan mulai tanggal 15-18 dengan tema yang berkaitan dengan purbakala. Acara Pameran Purba menampilkan koleksi-koleksi dari Museum Sonobudoyo dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang berupa naskah kuno, gamelan, kain batik, wayang kulit, guci, mata uang Indonesia kuno, alat-alat rumah tangga kuno, dan sebagainya.  Sedangkan pada malam penutupan (19/06) diadakan perform dari Duta Keistimewaan, Malam Pengukuhan dan Penghargaan Duta Purbakala, serta ditutup dengan pertunjukan wayang kulit oleh Ki Ir. Eko Suryo Maharsono selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. 

Salah satu pengunjung Festival Purbakala, Firman Agung Yusuf Andika mengatakan bahwa ia mengetahui festival ini secara kebetulan dari spanduk yang berada di halaman Museum Sonobudoyo saat sedang berjalan-jalan. “Acara ini semakin menumbuhkan kemurnian yang lebih murni lagi daripada yang dulu,” tutur Firman. Sigit berharap Festival ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh generasi milenial dikarenakan melihat pentingnya  pelestarian cagar budaya serta potensi Yogyakarta yang memiliki aset luar biasa berupa situs-situs purbakala.

 

Reporter : Rintan, Retno

Editor   : Oliv

187 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *