PRESTASI BESAR SI ONCOM DALAM PIMNAS KE 28

PRESTASI BESAR SI ONCOM DALAM PIMNAS KE 28

(Sumber foto: http://sanubariterindah.blogspot.co.id/2015/02/oncom-one-child-one-mangrove.html)

Oleh : Rafani Adhyapaka Shafira

Bacaekon.com–Kampus. Berbekal proposal PKM-M, tim Si ONCOM (one child, one mangrove), Pencegah Abrasi, salah satu tim terbaik Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil keluar sebagai juara di ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasioanal (PIMNAS) ke 28. Acara ini dilaksanakan di  Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara. Tim yang beranggotakan empat orang ini mampu mengalahkan 7000 proposal yang masuk dari seluruh Indonesia.

Ditemui oleh tim Ekonomika, Senin (19/10) bertempat di Fakultas Hukum (FH), UII. M. Nur Laili Dwi Kurnianto salah satu perwaklian tim, mahasiswa angkatan 2012 ini menyatakan rasa senangnya, “Alhamdulillah, kami masuk 4 besar, itu pun kami gak tau kalo masuk 4 besar, soalnnya yang diumumin kan cuma peringkat 1,2,3. Nah jarak poin tim kami dengan yang peringkat satu itu cuman selisih 3 poin.”

Mengusung tema Pelestarian Lingkungan dan Pendidikan Karakter Kebaharian, Kementerian Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak segan-segan mendanai program ini untuk dikembangkan pada 16 provinsi di Indonesia. “Sebelum masuk PKM, project ini sudah berjalan dengan dibiayai oleh Kemenpora, bekerja sama dengan Duta Bahari, untuk bekerja sama dan diprogramkan dengan perjalanan Kapal Pemuda Nusantara, yang InsyaAllah akan dikembangkan untuk 34 provinsi juga,” ujar Bejo, sapaan akrab dari M. Nur Laili Dwi Kurnianto dengan wajah sumringah.

Program yang sudah berjalan di awal tahun ini, berawal dari riset yang telah dilakukan tim ONCOM dari tahun 2010–2015. Bermula abrasi Pantai Kuwaru yang tergerus sekitar 2 meter tiap tahunnya, sehingga menurunkan pendapatan daerah kurang lebih Rp 1 Milyar. Memang sungguh miris mendengarnya. Ide ini lah muncul untuk membuat terobosan baru dengan memanfaatkan kembali fungsi pohon mangrove yang sebenarnya. “Masyarakat itu tidak pernah diberi yang namannya pendidikan karakter untuk mamanfaatkan kawasan alam pesisir, menjaga alam. Kami membuat terobosan baru untuk mengadakan, mengedukasi dan memberikan pendidikan karakter sejak dini khususnya kepada anak-anak,” kata Bejo kembali meceritakan pengalamannya.

Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum, Bejo berperan penting dalam menjalankan programnya. Dia yang membuat konsep, dan mengajukan perijinan serta penerapan program si ONCOM. Program ini dilaksanakan di daerah Srandakan, Bantul dan pernah diterapkan juga di Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Tidung pada awal bulan Oktober lalu. Karena memang dikhususkan bagi warga pesisir, maka tim ONCOM menawarkan ide lain untuk dijadikan ekstrakurikuler kebaharian bagi anak-anak se-tingkat SD.

Menjelang senja, percakapan ditutup dengan kesan dan pesan Bejo setelah mengikuti PIMNAS ke 28, “Wah, agak susah ini. Yang pertama ya, senang karena dapat berbakti dengan masyarakat khususnya masyarakat wilayah pesisir. Sebenernya kalo bangga itu tidak, tapi bangga itu ketika saya sudah bisa mentransferkan ilmu saya kepada adek-adeknya. Terus kalo perlu kegiatan PKM ini dibuat semacam komunitas atau UKM, agar akademisi di fakultas ini juga mendukung kegiatan-kegiatan prestis semacam ini,” ungkap Bejo dengan gayanya yang santai.

Reporter: Rafani Adhyapaka Shafira dan Ulfa Fajria Ayub

1262 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *