PRESS RELEASE, MAPALA UNISI AKHIRNYA BUKA SUARA

PRESS RELEASE, MAPALA UNISI AKHIRNYA BUKA SUARA

(Dok.ekonomika)

Oleh : Ulfa Fajria Ayub

     BACAEKON.COM-KAMPUS. Terkait pemberitaan yang kian santer di masyarakat mengenai peristiwa kelabu The Great Camping ke-37, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala-red) Unisi menghelat press release perdana, Jumat (27/01). Bertempat di Hall Kampus Pascasarjana Hukum UII Jl Cik Ditiro No 1, acara ini dihadiri oleh khalayak ramai sampai-sampai kapasitas ruangan pun tak tercukupi. Terlihat Wildan Nuzula (Ketua Panitia TGC-37-red) dan Imam Noorizky (Ketua Mapala UII-red) duduk berjejer menghadap ke arah audiens. Ditemani Achiel Suyanto, pendamping secara hukum sekaligus alumni Mapala angkatan 70-an, acara dimulai pada pukul 14.30 WIB.

     Peristiwa meninggalnya tiga calon anggota Mapala Uinisi yaitu Almarhum Muhammad Fadhli, Almarhum Syaits Asyam, dan Almarhum Ilham Nurpady Listia Adi tentunya meninggalkan rasa duka bagi keluarga besar UII beserta kerabat terdekat yang ditinggalkan. Sejak kepulangan peserta pada tanggal 20 Januari 2017, Mapala Unisi baru pertama kali menampakkan wajah untuk melakukan jumpa pers. “Kalau selama ini dianggap menghilang sebetulnya tidak. Karena adek-adek kita sedang berkonsentrasi menyelesaikan semua persoalan yang ada di luar, termasuk mungkin menarik peralatan, mengantar jenazah, dan lain sebagainya. Sehingga belum sempat menjelaskan kepada teman-teman pers”, ujar Achiel yang saat itu diapit oleh Wildan dan Imam.

     Terkait pemberitahuan mengenai pemberitaan yang resmi, diakui hanya melalui bidang humas UII. “Adanya kesepakatan dengan pihak universitas agar satu informasi harus dari satu pintu yakni melalui humas”, lanjut Dewan Pembina Forum Meja Bundar Law 34 ini. Selain itu, pihak universitas telah membentuk dua tim pencari fakta. “Tim pertama diketuai oleh Wakil Rektor tiga, Abdul Jamil, yang melakukan klarifikasi dan investigasi kepada seluruh panitia pengurus maupun peserta sampai dengan tadi malam (26/01) kemarin. Sedangkan tim kedua yang diketuai Achiel Suyanto sudah diverifikasi dalam kaitan persiapan untuk pendampingan”, tandasnya.

Tugas dari tim kedua, pencari fakta bersifat pendampingan :

  1. Mendampingi secara psikologis, membangkitkan kembali setelah mereka (panitia dan peserta) down karena kejadian yang telah terjadi. Didampingi oleh psikolog-psikolog yang bekerja sama dengan Fakultas Psikologi UII.
  2. Pendampingan untuk pemisahan. Sampai saat ini belum diberitahukan dari pihak kepolisian untuk saat dimulainya pemeriksaan. Apakah pemeriksaan tersebut sudah masuk penyelidikan atau penyidikan. Hingga saat ini polisi hanya memeriksa yang di luar panitia dalam rangka pengumpulan data, belum pada “pro justitia”. Dalam prakteknya, setelah data terkumpul, akan dilakukan gelar perkara. Kemudian ditentukan pemisahan-pemisahan oleh kepolisian. Pada saat pemanggilan untuk pemeriksaan, disiapkan tenaga untuk pendampingan.

     Menggunakan pakaian korsa kebanggaan, keduanya (Wildan dan Imam-red) mengklarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak-pihak yang dirugikan. “Saya menegaskan selaku Ketua Mapala Unisi akan menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada tim yang telah dibentuk dan akan menerima apapun hasil yang didapat dengan terbuka dan lapang dada”, tutur mahasiswa Teknik Mesin ini.

Reporter : Dina, Ulfa

14480 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *