Polaritas Paham Plurarisme

Polaritas Paham Plurarisme

(sumber foto : hermansaksono.com)

Oleh: Latifah Putranti

Bacaekon.com-opini. Istilah Pluralitas sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yang notebennya merupakan bangsa yang paling pluralis di Dunia. Mempunyai keanekaragaman suku, agama, ras dan budaya adalah salah satu alasan kenapa Pluralitas harus kita ketahui lebih dalam lagi mengenai hal ini. Istilah ini sudah sangat populer menjadi perbincangan sehari-hari meskipun terkadang masih banyak sesungguhnya yang tidak paham akan maknanya.

Masih banyak yang menafsirkan Pluralisme disamakan dengan relativisme yang menghilangkan kemungkinan perbedaan yang ada, seperti pada paham pluralisme agama menganggap semua agama adalah sama. Menyatukan kesamaan dalam tiap ajaran dengan menghapus bagian ajaran yang berbeda. Paham seperti ini yang akan menjadikan seorang yang mengusung kemanusiaan tapi tidak secara utuh melakukan kewajiban agamanya.

Pemahaman tersebut akan salah kaprah dengan maksud Pluralisme yang ada di Indonesia. Tentu, hal tersebut tidak sesuai dengan dasar negara kita Pancasila dan juga semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Yang mempunyai arti berbeda-beda (kebergaman ras, suku, agama dan budaya) namun tetap satu kesatuan. Pluralisme bukan sekedar cerminan kenyataan yang plural (jamak), tetapi secara subtsansial harus didasari sikap saling menghargai, menghormati, memelihara antar umat beragama, suku, ras dan kultural.

Toleransi, sikap saling menghargai dan kemajemukan secara gamblang juga diajarkan di dalam Al-Quran. “Lakum diinukum waliyadin” bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Dalam tafsiran ayat tersebut sebagai umat beragama kita harus  mempunyai konsistensi hidup berdampingan secara damai walaupun mempunyai perbedaan di dalamnya. Apalagi dalam kehidupan bernegara, di mana antar masyarakat harus mempunyai kohesivitas untuk selalu solid.

Pluralisme merupakan berkah yang begitu indah jika dapat dipahami dengan kesadaran. Malah justru pluralisme ini sangat di butuhkan di negara Indonesia sebagai upaya untuk menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa sebagaimana Indonesia berdiri di atas keberagaman dan kemajemukan. Kesadaran bahwa antar kelompok etnik pun akan saling membutuhkan satu sama lain. Dari sinilah kita dapat memahami betapa pentingnya value dari eksistensi Pluralisme itu sendiri.

Proses membumikan paham pluralisme di Indonesia sudah berlangsung cukup lama. Tetapi, proses tersebut baru sebatas pengetahuan belum sampai pada ranah kesadaran, sikap apalagi tindakan. Maka wajar saja jika saat ini banyak kaum yang mengaku pluralis, yang kesana kemari mengaku dirinya “humany” malah berbalik menjadi penyulut perpecahan bangsa dan umat demi kepentingan pribadi.

Apabila hanya sebatas pengetahuan saja, implementasinya tidak akan sesuai dan akan bersebrangan dengan gagasannya sendiri. Perlu adanya proses dan tahapan dalam mewujudkan masyarakat pluralis. Yaitu tahap menjadikan pluralisme sebagai pengetahuan, kemudian kesadaran, sikap dan tindakan, serta yang terakhir baru tawakal.

868 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *