Pesona Pasir Panjang Karam Bersulam

Pesona Pasir Panjang Karam Bersulam

(Foto: Ferdyoi)

Oleh: Chairunnisa

Bacaekon.com-Rekomendasi. Nyiur masih melambai ketika saya tiba di tempat ini untuk kelima kalinya. Deburan ombak kecil saling mengejar ketepian. Matahari tidak terlalu menyorotkan sinarnya siang itu. Akhir pekan yang sempurna bersama keluarga sudah tergambar dalam pikiran. Telah tergambar empuknya permadani putih yang akan dinikmati tanpa alas kaki dan tanpa riuh kota atau pengunjung lain. Ya, pantai ini memang menawarkan ketenangan untuk liburan yang tidak terlalu panjang namun tetap menawarkan ketenangan.

Pasir Panjang Karang Bersulam atau yang lebih dikenal dengan pantai Pasir Panjang. Pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang sangat mudah diakses dari ibu kota kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Lingga termasuk kabupaten muda di Indonesia yang baru terbentuk 11 tahun lalu. Ada dua pulau besar yang menjadi bagian dari Kabupaten Lingga, yaitu Pulau Lingga dan Pulau Singkep. Butuh sekitar 20 hingga 30 menit menggunakan kendaraan bermotor dari kecamatan Daik. Jalan menuju pantai ini telah diperbaiki sejak 5 tahun yang lalu. Sebelum menikmati akses yang mudah, wisatawan yang ingin menikmati pantai ini harus menempuh perjalanan laut menggunakan pom pong (perahu kecil bermotor).

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan dengan pemandangan bukit bukit hijau yang membentang sebagian belahan utara Pulau Lingga. Tak ketinggalan gugusan hutan bakau dan satwa liar yang masih berkeliaran di jalan pun sesekali datang mendekat. Perjalanan menuju pantai pasir panjang  bagi sebagian wisatawan luar kota akan mengherankan atau terkejut. Sebab sepanjang perjalanan kita sangat jarang atau mungkin tidak akan berpapasan dengan orang lain. Maklum penduduk sekitar sudah terbiasa menikmati panorama bahari maka menjadikan pantai sebagai destinasi wisata utama bukanlah hak yang utama. Setelah melakukan perjalanan sekitar 25 menit, saya akhirnya menemukan papan nama bertuliskan Pasir Panjang Karang Bersulam tepat berada di sisi kiri jalan. Untuk sampai hingga ke bibir pantai, hanya sekitar 150 meter dari jalan raya. Siang itu tampak parkiran yang tersedia sangat lengang. Hanya ada satu buah sepeda motor yang terparkir di bawah pohon kelapa.

Terdapat satu buah tempat berjualan air kelapa lengkap dengan pilihan menu seadanya yang tidak jauh dari lokasi parkir. Tiupan angin yang menyapu mata dan sayup-sayup deburan ombak telah terdengar dari lokasi parkir. Ternyata siang itu hanya saya dan keluargalah pengunjung yang ada di pantai ini. Sehingga bisa dibilang pantai ini seperti pantai pribadi milik kami. Agak menjorok ke bibir pantai, tampak pondok-pondok kecil dan sederhanya yang disewakan untuk wisatawan yang datang berkunjung. Kamar mandi umum dengan air tawar yang berjumlah banyak dan mushola pun menjadi pelengkap fasilitas umum yang ada di pantai ini. Semuanya begitu terasa alami.

Di pantai ini kita tidak hanya bisa berenang atau bermain air, ada sebuah ayunan alami yang terbuat dari akar pohon di dekat pondok kami. Jejeran pohon liar yang tumbuh agak menjorok ke bibir pantai membuat suasana semakin teduh dan menentramkan. Tidak ada fasilitas olahraga air modern yang terdapat di pantai ini. Untuk mengisi waktu kita dapat bermain voli pantai, mencari remis, membangun istana pasir dan kegiatan lainnya. Jika air surut, jarak dari bibir pantai utama ke perbatasan air bisa mencapai 150 meter. Pantai ini cukup landai, sehingga tidak terlalu khawatir jika anak kecil berenang di sekitarnya.

Sementara itu, aktivitas mencari remis merupakan aktifitas favorit saya setiap berkunjung ke pantai ini. Pencarian remis selalu membuat saya ketagihan. Bagaimana tidak, remis selalu membuat lubang-lubang kecil seperti pori-pori di permukaan pasir, yang menandakan mereka berada pada lokasi tersebut. Remis-remis ini pun lezat untuk di konsumsi. Sehingga momen seperti ini sangat sayang untuk dilewatkan. Perjalanan saya kali ini ditutup dengan santap siang bersama dengan bekal makan siang yang kami siapkan sambil menikmati air kelapa.

960 Total Views 1 Views Today

Related Post

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

(Foto: ebooks.gramedia.com) Oleh: Ulfa Fajria Ayub Judul                  : Seperti Bulan dan Matahari, Indonesia dalam Catatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *