PESAN JAMIL UNTUK PENGURUS BARU LEM UII

PESAN JAMIL UNTUK PENGURUS BARU LEM UII

(sumber foto : //twitter.com/aamerdeka)

Oleh : Latifah Putranti

Bacaekon.com-Info Kampus. Jumat sore 2 Oktober 2015 bertempat di Auditorium Kahar Muzakir telahdiselenggarakan pelantikan dan serah terima jabatan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas IslamIndonesia (LEM UII) periode 2015-2016. Pergantian kepengurusan ditandai dengan serah terima jabatan ketua LEM UII periode 2014-2015, Edi Subagio kepada ketua LEM UII terpilih, Dhimas Panjiyang berasal dari Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI).

Dr. Abdul Jamil, SH, MH selaku wakil rektor III yang memberikan sambutan mewakili Rektor UII yang berhalangan hadir menyampaikan selamat kepada pengurus LEM UII yang baru. Wakil rektor yang membawahi bidang kemahasiswaan ini juga menyampaikan bahwasanya periode kepengurusan LEM UII 2015-2016 tidak genap satu tahun.

“Jadi, saudara sangat berat untuk memegang amanah ini, amanah yang diberikan hanya dijalankan 6 bulan. Tenggang waktu yang hanya 6 bulan menjalankan amanah ini,  tanpa waktu yang banyak. Oleh sebab itu saya menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh ketua LEM yang baru, mari kita menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Dalam menjalankan amanah ini, “Ingat! Bahwa bukan untuk mencari eksistensi, tetapi dalam rangka berlatih menyiapkan diri sebagai pemimpin bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik. Oleh sebab ini, bahwa saudara menjabat di  Lembaga Eksekutif bukan untuk mencari jati diri, tetapi untuk berlatih bagaimana saudara bisa mengakomodasikan teori-teori kepemimpinan yang sudah saudara peroleh,” lanjutnya.

Abdul Jamil juga berpesan bahwa LEM dan DPM harus berjuang untuk bangsamelalui gerakan-gerakan kemahasiswaan. Ketika sudah menjabat, peran sebagai generasi penggerak  ditunggu oleh masyarakat. Peran tersebut akan sangat diharapkan mayarakat bagaimana menjadi pemimpin yang peka terhadap situasi.

Sepakat dengan pidato yang disampaikan ketua LEM, Jamil mengajak mahasiswa terutama DPM dan LEM untuk bekerja dengan hati nurani, karena dengan hati nurani lah mereka dapat mengasah kepekaan untuk bekerja secara profesional.

Reporter: Latifah Putranti

1263 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *