Ekspresi

Pertemuan Singkat

Narasi: Dhyandra Anandahari T.Z

Ilustrasi: Sandrina Lindri F.

Suasana ruangan yang gelap menemani pagi Ray. Dia tersenyum miris dengan menatap layar laptop yang masih menyala selama tiga hari. Tugasnya yang tidak kunjung selesai membuatnya frustasi. Sebagai mahasiswa, tugas sudah menjadi makanan sehari-hari. “Lama-lama aku bisa gila kalau begini terus.” Ray merasa jenuh dengan kehidupannya yang monoton. Baginya, ini adalah tiga hari tersuram dalam hidupnya. Dengan malas, dia beranjak memasuki kamar mandi dan membersihkan badan.

Sang Ibu khawatir melihat putranya yang baru saja melewatinya dengan membawa tas sambil memainkan kunci motor. Sebenarnya apa yang terjadi dengan anaknya selama tiga hari ini. Ray terlihat lesu, lingkaran matanya semakin gelap. Ray menghidupkan motornya menuju sebuah kafe. Ternyata jalanan yang dilalui macet ditambah teriknya panas matahari menuju siang semakin membuat suasana hatinya tidak membaik.

Setibanya di kafe, Ray disambut sapaan beberapa pegawai disana. Kasir mulai mencatat pesanan dan memberikan struk pesanan kepada Ray. Dengan membawa secangkir espresso, mata Ray melihat sekeliling kafe yang ramai. Dia berdecak kesal, suasana sepi dan tenang yang ingin didapatkannya sirna. Ray mulai melangkah menuju kursi kosong sebelah jendela yang ada di pojok kafe. Setelah satu jam fokus menatap layar laptop, Ray menyimpan file tugasnya yang telah selesai sambil meminum secangkir espresso.

Seorang wanita cantik memakai kaos polos dipadu dengan jeans dan sneakers warna putih menghampiri mejanya dengan ragu-ragu. “Mas, maaf saya lupa tidak membawa charger laptop saya. Kalau dilihat-lihat tipe laptop kita sama ya. Boleh tidak saya pinjam charger laptopnya?” “Oh, boleh mbak,” balas Ray. Rasa canggung diantara mereka terlihat jelas. Kaki Ray yang mengetuk-ngetuk lantai dan wanita cantik di hadapannya dengan perlahan menggeser bangku meja untuk duduk bersebrangan.

Ray menatap kagum paras indah wanita cantik di hadapannya. Sangat sesuai tipenya. Dia pun mengajaknya berkenalan, namanya Landira. Landira dengan sibuk menelpon sambil mengetik laptop. Ray mengerutkan kening, perbuatan yang dilakukan Landira memicu rasa penasarannya. Dia memberanikan diri menanyai latar belakang Landira, kira-kira apa profesinya. Landira merupakan manajer salah satu restoran di kota ini. Mendengar hal tersebut, membuatnya kaget. Sudah pasti pengalaman Landira lebih jauh dari hidup Ray.

Rasa penasaran Ray pun terjawab, wanita ini lebih tua lima tahun darinya. Ray dan Landira saling bertukar informasi. Mereka bercerita peristiwa yang mereka alami akhir-akhir ini. Ray pun dengan sadar menceritakan rasa lelah, jenuh, dan kekhawatirannya sebagai mahasiswa. Mendengar kegelisahan Ray, Landira selalu memberikan tanggapan positif hingga memotivasi Ray. Percakapan mereka membuat suasana hati Ray membaik. Dia semakin nyaman dengan wanita ini.

Baginya, ini adalah hal baru. Ray jatuh cinta. Bagaimana bisa orang asing yang baru ditemui dalam beberapa jam ini memiliki empati yang besar terhadapnya. Dia merasa Landira sangat memahami perasaannya. Seketika Ray melupakan hari-harinya yang suram kemarin. Tidak terasa beberapa jam telah mereka lalui, matahari mulai terlihat di sebelah barat. Ray ingin bertemu Landira dilain waktu. Saat Ray akan meminta nomor ponsel Landira, tiba-tiba saja Landira merapikan barang-barangnya sambil beranjak “Aku duluan ya, pacar aku udah jemput.” 

Kalah. Dia bahkan sudah kalah sebelum memulai. Sudah tidak ada kesempatan baginya. “Ray, it was nice to meeting you. Terima kasih ya pinjaman charger laptopnya.” Ucap Landira dengan senyum di wajahnya yang berjalan keluar kafe. Ray melihat Landira yang tersenyum lebar memasuki mobil seorang lelaki. Dia tertawa geli, menyadari pertemuan singkat barusan ternyata bisa mewarnai kehidupannya yang monoton selama ini. Siapa sangka, tiga hari tersuram baginya akan ada kejutan peristiwa yang membuatnya sedikit bahagia.

Editor: Nur’Alif N.

270 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *