Berita Kampus

Perpustakaan FBE UII Mengusung Desain Masa Kini

Foto: Nadia Alya Nur F.

Narasi: Nur’Alif Nafilah

Bacaekon – Selama masa pandemi kegiatan perkuliahan di Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) berjalan secara daring. Tak terlepas dari kegiatan pelayanan kampus yang ikut menyesuaikan dengan kegiatan perkuliahan dengan melayani secara online. Situasi kosongnya kampus ini pun dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas kampus termasuk perpustakaan. Dengan tujuan memberikan kesan baru bagi mahasiswa/i saat setelah kegiatan perkuliahan kembali normal.

Pada Desember 2021 perpustakaan FBE memulai proses renovasi dengan merubah total layout yang menyesuaikan tampilan masa kini. Seluruh buku dan rak diganti dengan barang baru menyesuaikan desain kekinian. Pustakawan perpustakaan FBE, Devi, menyampaikan “Prosesnya kemarin dari akhir tahun, jadi mulai akhir tahun itu kita bongkaran, mulai diangkut semua buku keluar. Rak-rak yang lama kita keluarin semua, pokoknya total ini semuanya baru semua. Rak, kursi, meja semua baru semua. Sekitar bulan Desember,” ujarnya.

Perpustakaan baru FBE ini belum secara resmi dibuka dan tidak semua pelayanan operasional dapat diterapkan. Hal ini diketahui bahwa proses renovasi perpustakaan FBE belum sepenuhnya selesai. Namun, dalam beberapa pelayanan seperti pengembalian buku yang sudah lama dipinjam, pelayanan plagiarism, dan kunjungan membaca, serta diskusi sudah dapat dilayani.

Pada 30 Mei kemarin Perpustakaan FBE sudah mulai menerima kunjungan secara langsung mengikuti perkuliahan yang sudah mulai menerapkan perkuliahan luring (luar jaringan) bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Sebagai pengenalan kepada mahasiswa/i yang baru pertama kali mengunjungi kampus, perpustakaan FBE mendapat kunjungan yang cukup banyak walaupun tidak bisa dikatakan adanya peningkatan karena tidak seluruh mahasiswa FBE masuk kampus. Namun, kunjungan di hari pertama penerimaan pengunjung secara langsung cukup menggambarkan antusias terhadap tampilan baru dari Perpustakaan FBE.

“Hari pertama mulai dibuka tanggal 30 Mei. Di awal ada 50 pengunjung, terus hari-hari berikutnya udah mulai 100, bahkan lantai atas bisa penuh gitu,” ujar Devi. Keterbatasan pelayanan karena belum selesainya proses renovasi menjadi kendala pelayanan terhadap kunjungan perpustakaan. Untuk mahasiswa/i yang datang pada jam terakhir kemungkinan tidak akan mendapatkan tempat duduk. Karena diketahui bahwa pelayanan untuk lantai bawah belum bisa digunakan untuk kunjungan. “Soal nya yang di sini (bawah) belum bisa jadi hanya bisa memakai yang di atas, jadi sampe penuh gitu,” tambahnya.

Penataan buku dan rak yang diubah total dengan tujuan untuk memudahkan dalam pencarian buku serta penampilan baru yang lebih kekinian. Berbeda dengan tampilan dulu yang berkesan otentik dengan rak-rak besar berjajar, serta meja besar untuk diskusi. Perpustakaan baru menyediakan ruangan secara terpisah untuk ruang diskusi dan penataan buku yang lebih minimalis, memanfaatkan rak yang menyatu dengan dinding yang termasuk pada konsep kekinian menjadikan ruangan lebih luas.

Menurut Devi tampilan yang sekarang lebih mengikuti desain anak muda. “Kalau dulu kan desainnya biasa ada meja besar, kursi-kursi. Kalau sekarang kan kami sediakan ruang untuk diskusi tersendiri. Jadi desain sekarang lebih disesuaikan dengan anak-anak muda, mahasiswa-mahasiswa jaman sekarang.”

Selama proses penyelesaian renovasi, pelayanan peminjaman buku masih tidak bisa diberlakukan karena diketahui bahwa buku-buku perpustakaan belum sepenuhnya ditata dalam rak. Menurut pernyataan Devi, bahwa rak-rak yang dipesan belum seluruhnya datang dan diterima pihak perpustakaan sehingga masih banyak buku yang diletakan di depan perpustakaan begitupun buku terbaru.

Namun, untuk keperluan referensi buku yang sudah tersedia dan disusun dalam kedua macam rak telah disediakan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dalam pernyataannya rak yang menyatu diisi dengan buku-buku berbahasa Indonesia sedangkan dalam rak berdiri yang berada di tengah merupakan rak yang berisi buku berbahasa inggris. Dan buku-buku yang diperbolehkan dibaca adalah buku yang berada di lantai 3.

Perpustakaan FBE memiliki dua lantai yang saat ini hanya lantai atas yang boleh dipergunakan oleh pengunjung. Devi menjelaskan, “Kalau bawah itu sebenarnya untuk aktivitas sehari-hari, kayak aktivitas peminjaman pengembalian gitu. Kalau yang atas itu bukunya juga nggak bisa dipinjem juga, hanya buat dibaca di tempat.”

Tampilan baru dengan mengusung desain anak muda menarik perhatian dari alumni maupun mahasiswa aktif FBE. Menurut Devi hari pertama penerimaan kunjungan langsung, awalnya beberapa pengunjung perpustakaan datang untuk posting foto atau membuat konten. Namun, seiring waktu perpustakaan sudah banyak digunakan untuk mencari referensi, diskusi kelompok, belajar mandiri, maupun hanya membaca buku.

Walaupun perpustakaan FBE saat ini belum secara resmi dibuka karena belum 100 persen renovasi selesai. Namun, menurut penjelasan Devi target perkiraan peresmian dibukanya perpustakaan baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia ini adalah pada bulan September. “Target nya sih kemarin kan ini masih menunggu kedatangan rak-raknya lagi. Rak nya masih ada yang belum datang jadi mungkin September,” tambahnya. Seperti diketahui bahwa September bersamaan dengan adanya Mahasiswa Baru. Dengan harapan bahwa tahun ajaran baru perkuliahan dilaksanakan secara luring atau tatap muka dan kembali normal.

Reporter: Alif, Khalid, dan Chasil

Editor: Mujahid Hamzah K.

160 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *