Berita

Peringatan HUT RI Ke-76 di Tengah Pandemi Covid-19 Tidak Meredam Semangat Masyarakat

Foto : Kevin A. Anandy

Narasi : Chasilia Nur Rahmawati*

Bacaekon.com-Peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 pada 17 Agustus 2021 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya mengingat pandemi Covid-19 masih terjadi. Pemerintah menyerukan perayaan kemerdekaan dilaksanakan secara sederhana untuk menghindari kerumunan. Hal tersebut termuat dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 0031/4297/SJ tentang Pedoman Teknis Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Dalam Surat Edaran (SE) tersebut dipaparkan lima poin teknis perayaan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2021. Poin pertama SE disebutkan bahwa Perayaan HUT Kemerdekaan  RI dilaksanakan secara sederhana. Kemudian, poin kedua, pelaksanaan ceremonial dihadiri maksimal 30 orang dengan protokol kesehatan. Pada poin ketiga, kegiatan ceremonial dilaksanakan dengan media virtual. Teknis selanjutnya yakni peniadaan perlombaan yang memicu penyebaran Virus Covid-19 dan menganjurkan penggunaan media virtual dalam pelaksanaanya. 

Berbagai wilayah di Indonesia telah melaksanakan peringatan Hari Kemerdekaan sesuai dengan anjuran pemerintah. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang melaksanakan upacara kemerdekaan dengan surat edaran. Melalui keterangannya, Faisal selaku panitia pelaksanaan upacara kemerdekaan RI di Kabupaten Aceh Tengah, mengungkapkan terjadi banyak perbedaan dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan kali ini. “Sangat berbeda (sebelum dan selama pandemi). Upacara hanya diisi oleh pengibaran bendera merah putih oleh anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Aceh Tengah dan tidak ada baris berbaris seperti tahun-tahun sebelumnya dan tentunya acara ini sudah sesuai dengan prokes,” ujar Faisal.

Pelaksanaan upacara juga dilaksanakan di Dusun  Linggamanik, Ciamis namun dengan susunan yang berbeda. “Kebetulan upacara yang dilaksanakan tidak seperti upacara biasanya yang mengibarkan bendera. Namun hanya mengheningkan cipta bagi para pahlawan, mendengarkan proklamasi, dan menyanyikan lagu kebangsaan,” ujar Riki selaku pengurus Paguyuban Dusun Linggamanik.

Selain pelaksanaan upacara kemerdekaan, ada beberapa daerah di Indonesia yang melaksanakan lomba untuk memeriahkan HUT RI. Di Kampung Cipadali, perlombaan ini diadakan guna menghilangkan tekanan, rasa khawatir, dan sebagai hiburan untuk warga dan anak-anak. “Adanya lomba 17 Agustusan di saat pandemi ini karena warga di kampung ini sangat menginginkan adanya perlombaan untuk menghilangkan ketertekanan dan kekhawatiran warga yang pendapatan mereka berkurang akibat covid-19. Sehingga acara ini bisa menghibur warga dan anak-anak,” tutur Cepi.

Mengingat masih hadirnya virus corona di tengah masyarakat, pelaksanaan lomba dilakukan dengan protokol kesehatan. Di kampung tersebut pula, peserta lomba diharuskan sudah melakukan vaksinasi dan setiap warga yang ingin menonton perlombaan harus menggunakan masker serta melakukan jaga jarak. “Kampung yang mengadakan perlombaan 17 Agustusan setiap pesertanya haruslah yang sudah divaksin. Hal ini merupakan keputusan dari ketua RT, lurah, dan kepala desa di sini,” tutur Cepi, ketua panitia lomba 17 Agustusan.

Ada perbedaan pelaksanaan lomba kali ini yang dirasakan masyarakat, seperti jumlah peserta yang diikuti tidak sebanyak sebelum adanya pandemi. Cepi mengungkapkan dulu perlombaaan 17 Agustusan dilakukan serempak. Satu desa ikut berlomba di lapangan dan dimeriahkan juga dengan perlombaan antar RT/RW. Namun saat ini hanya dilakukan per kampung saja, itupun tidak semua mengadakan.

Berbeda dengan daerah yang sebelumnya, Kelurahan Prenggan, Kotagede yang tidak melaksanakan kegiatan perlombaan. Bahkan perlombaan melalui media virtual juga tidak ada. Hal ini dikarenakan masih adanya pandemi. Salah satu warga Prenggan, Slamet menuturkan walaupun daerah tersebut bukanlah daerah beresiko tinggi penularan Covid-19, tetapi tetap tidak aman apabila terjadi kerumunan. Mengingat banyaknya masyarakat lanjut usia dan anak kecil. 

Untuk tetap memeriahkan peringatan HUT RI kegiatan yang ditiadakan diganti dengan menghias masing-masing rumah sesuai dengan tema kemerdekaan. “Kalau yang dialihkan ke kegiatan online juga gak ada. Karena emang gak dipikirin. Paling memeriahkannya ya menghias rumahnya masing-masing dengan tema kemerdekaan. Kalau untuk kegiatan gitu gak ada,” tutur Slamet. 

Reporter : Tina, Alif, Nelva, Khalid

Editor : Retno Puspito Sari

*Penulis merupakan Magang LPM Ekonomika

141 Total Views 4 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *