Perempuan : Anugerah atau Kutukan?

Perempuan : Anugerah atau Kutukan?

(sumber foto : http://www.goodreads.com/)

Oleh : Restin Septiana

Judul                : Tempurung

Penulis             : Oka Rusmini

Penerbit          : PT Gramedia Widiasarana Indonesia

Cetakan           : 2010

Jenis Buku       : Novel

Tebal Buku      : 460 Halaman

ISBN                 :  978-979-081-063-6

Bacaekon.com-Rekomendasi. Tempurung adalah sebuah novel berlatar budaya Bali dengan bumbu kehidupannya yang mistis. Menceritakan pergulatan kehidupan perempuan dengan tubuhnya, agama, budaya, keluarga, dan masyarakat. Dalam novel ini dikisahkan perempuan-perempuan yang hidup di dunia perkawinan “absurd”. Di sisi lain, jauh di lubuk hati mereka menginginkan anak, kasih sayang, cinta, perhatian, dan sentuhan untuk tubuh mereka.

Perempuan-perempuan yang bergulat dengan pencarian, harapan, impian, usaha, ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan. Meski mereka sendiri tidak mengetahui apa yang mereka mau dan diinginkan, bahkan takut untuk bermimpi. Tubuh perempuan yang sesungguhnya tidak jadi miliknya sendiri. Bahkan seringkali mereka juga gagap berhadapan dengan tubuhnya sendiri. Tubuh yang kadang tidak mereka kenal. Hingga perempuan-perempuan itu tidak mengetahui apakah menjadi perempuan  itu anugerah atau kutukan.

Kisah yang menarik karena dikemas dalam bagian-bagian setiap tokoh yang memiliki keterkaitan dengan tokoh sebelumnya. Sehingga pembaca dipaksa berpikir dan mengingat pergulatan antar tokoh dalam bagian sebelumnya. Beberapa latar budaya Bali yang menyuguhkan aroma mistis kepercayaan masyarakat Bali pada masanya menambah daya tarik novel tersebut.

Sedikit yang membuat pembaca kebingungan adalah terdapat beberapa percakapan antar tokoh yang lebih dari dua serta tidak mencantumkan nama tokoh di akhir kalimat langsung tersebut. Sehingga pembaca dipaksa menganalisis percakapan tersebut dan dari siapa pernyataan tersebut diucapkan. Akan tetapi Tempurung adalah sebuah novel yang sangat menarik utnuk menemani akhir pekan. Membaca Tempurung seolah merasakan pergulatan yang terjadi dalam kisah tersebut. Jadi, sudah siapkah Anda membaca Tempurung?

599 Total Views 1 Views Today

Related Post

Letter To Sweet Coffee

Letter To Sweet Coffee

Oleh: A. Gunawan Judul               : Surat Untuk Kopi Manis (Letter To Sweet Coffee) Penulis             :…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *