Perbuatanku Adalah Cermin Masa Depanku

Perbuatanku Adalah Cermin Masa Depanku

(sumber foto : Doc-google.com)

Oleh : Dimas Putra Raharja

Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” -(Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 6416)

Bacaekon.com-Oase. Apa yang kamu pikirkan ketika seseorang menyanyakan perihal masa depan kepadamu? Sebagian orang mungkin saja berpikir dan menjawab dengan spontan bahwa, “saya ingin kaya, saya ingin menjadi orang sukses, pengen punya harta, tahta dan sebagainya”, yang secara kita sadari atupun bahkan tidak sekalipun, hal tersebut merupakan apa yg kita harapkan di duni tempat kita berpijak saat ini. Namun bagaimana dengan kehidupan setelah kematian? Apakah kita sempat memiliki harapan khusus akan hal itu? Atau bahkan itu menjadi prioritas ke-sekian setelah semua harapan duniawi kita tercapai?. “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)

Pertanyaanya sekarang adalah, sudah seberapa besar kah persiapan kita menyiapkan bekal untuk menyambut saat itu tiba (akhirat)? Jika kalian pernah mengikuti sebuah ujian nasional di sekolah kalian, saat ini kondisikan posisi kalian kembali dalam peristiwa itu. Setiap siswa berusaha segiat mungkin belajar dan berusaha untuk memperoleh nilai yang bagus hanya untuk melihat namanya tercantum dalam daftar nama siswa yang lulus di sekolahnya masing-masing. Ada yang belajar hingga larut malam, pontang-panting ke sana kemari untuk mendapatkan kisi-kisi soal ujian, hingga mengikuti berbagai lembaga kursus pendidikan.

Hal ini tidak dilakukan dengan begitu saja, melainkan ada hal yang mendasar, yaitu ketakutan. Karena tidak ada yang mampu menjamin “kelulusan” seseorang tanpa adanya usaha dari orang itu sendiri, pernah kita saksikan di berbagai media masa yang memberitakan tentang seorang siswa yang dianggap “pintar” dan “berprestasi” di sekolahnya dinyatakan tidak lulus ujian nasional, apakah dia kurang beruntung? Apakah permasalahan kelulusan adalah untung-untungan belaka? Saya rasa tidak, Ini semua kembali kepada dirinya sendiri, apakah dia sudah berproses dengan baik apa belum, atau malah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan ketidak lulusan tersebut.

Begitu pula dengan akhirat kelak, tidak ada yang bisa menjamin seseorang untuk masuk surga. Orang yang kita anggap “alim dan rajin ibadah” sekalipun belum tentu ia memiliki tiket untuk memasuki surga. Apakah kamu sudah siap untuk melihat pengumuman esok hari? Di mana pada saat pengumuman tiba kamu disodorkan sebuah amplop putih yang berisikan keterangan tentang ketidaklulusanmu, dan kamu harus ditempatkan di neraka. Di dunia mungkin kamu masih bisa menangis dan menyesalinya serta menyalah-nyalahkan dirimu yang kurang berusaha dengan giat, namun di akhirat kelat itu semua sudah tidak ada artinya, kamu sudah difonis dengan hukumanmu sendiri. Terima tidak terima, jika kamu mampu berfikir secara logis itu semua adalah cerminan atas apa yang telah kita perbuat selama di dunia. Hukum tuhan sudah dibuat sealama berabad-abad, kanapa tidak dipelajari dan malah dilanggar.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal baik dan melupakan keburukan di masa lalu, sebelum semua terlambat dan kamu menyesal dalam serbuan siksaan hari akhir. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya di mana saja ia mengingat-Ku”. (Nabi SAW bersabda), “Demi Allah, sesungguhnya Allah lebih senang terhadap taubat hamba-Nya daripada seseorang dari kalian mendapatkan kembali barang-barangnya yang hilang di padang pasir”. (Allah berfirman), “Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Dan apabila dia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari”. [HR. Muslim dan Bukhari seperti itu]. Masih ingatkah kita dengan “Mama Lauren”? sang peramal fenomenal indonesia yang sempat heboh dengan ramalan kiamatnya yang di identifikasi akan terjadi pada akhir tahun 2012, tepatnya 21-12-2012. Apa yang kita lakukan ketika itu?, berlomba lomba berbuat kebaikan, beribadah dan berbuat amal sebanyak mungkin, atau malah biasa-biasa saja dan berbuat sebaliknya. Perlu kita ketahui bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hari akhir itu akan tiba, ”Segungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.” (Q.S. Thâha/20:15). Apakah kita perlu mengetahui kapan hari akhir itu tiba untuk bertaubat kemudian berlomba-lomba melakukan ibadah dan kebaikan? Bagaimana jika setelah membaca ini tiba-tiba nyawamu di cabut oleh Sang pemilik kehidupan (ALLAH).

1262 Total Views 2 Views Today

Related Post

Ilmu dalam Balutan Islam

Ilmu dalam Balutan Islam

(Foto : tribunislam.com) Oleh : Rafani Adhyapaka Shafira Guruku tersayang, Guru tercinta Tanpamu apa jadinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *