Berita Kampus

Pengunduran Diri Koordinator Keamanan SEMATA 2019

Foto : Dokumentasi LPM Ekonomika

Oleh : Taufan Dwi Heryudanto

Kurang dari seminggu lagi acara Semangat Ta’aruf 2019 (SEMATA 2019) digelar. Acara ospek fakultas ini rutin diselenggarakan setiap tahun untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru. Berbagai persiapan pun dilakukan oleh para Panitia SEMATA 2019. Dari pembentukan panitia pelaksana, verifikasi acara ke Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi (DPM FE) hingga audiensi dengan Dekanat Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia terkait keperluan  acara. Namun dalam persiapan acara Semata 2019 tersebut, ada desas-desus pengunduran diri koordinator (koor) salah satu divisi secara tiba-tiba pada tanggal 1 Agustus 2019, dan yang menggantikan adalah orang di luar kepanitiaan SEMATA 2019. 

Lutfi Agung Rizaldi, selaku ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (LEM FE) mengakui bahwa benar terjadi pengunduran diri tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengunduran ini dikarenakan ingin menjadikan panitia tersebut Kepala Departemen Kajian dan Keilmuan (Kadep K2) sementara di LEM, karena Kadep K2 yang sekarang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Tetapi tetap saya memberikan pilihan pada dia, mau tetap jadi koor dalam artian dia bisa bagi waktu di LEM ya gapapa.” Lutfi mengatakan bahwa pada akhirnya panitia tersebut memilih untuk mengundurkan diri karena lebih memilih menjadi Kadep K2. “Koor tertentu lah,” ucap Lutfi ketika enggan menjawab divisi yang dimaksud ketika diwawancarai.  

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata koor yang dimaksud adalah koor divisi keamanan. Pada hakekatnya divisi ini bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Muhammad Hilal Aulia Shalih, koor keamanan yang dimaksud, tidak membenarkan alasan mengundurkan diri dari SEMATA 2019 karena memilih menjadi Kadep K2. Alasan Hilal mengundurkan diri dikarenakan kecewa mendengar kabar penggantinya yang sudah dipersiapkan. “Dari diri saya sendiri saya merasa mampu melaksanakan dua posisi tersebut secara bersamaan,” ucapnya. 

Tak hanya itu, asal dari mana penggantinya juga menambah kekecewaan Hilal. “Ketika ada disiapkan seorang pengganti, bukankah lebih baik kalau penggantinya itu dari orang yang sudah ada di kepanitian.” Hilal mengungkapkan. Lalu di kepanitian itu sendiri sudah banyak yang paham acara dan koordinasinya sudah terbangun, “kalaupun misalkan ditambah anggota lagi kenapa langsung jadi koor ga jadi staff aja.” Ketika sudah dipersiapkan penggantinya, Hilal merasa posisinya sebagai koor keamanan sudah dikesampingkan. Meskipun tetap bersikukuh bertahan, Hilal yakin penggantinya tersebut tetap akan jadi koor. “Penentuan koordinator itu kan juga hak prerogatif dari ketua OC (Organizing Committee) tentunya.” 

Agung Prastyo, selaku ketua OC SEMATA 2019 mengungkapkan bahwa terjadinya pergantian koor ini karena desakan dari ketua LEM FE, “mas Luthfi desak aku biar hilal mau ditarik di LEM lah.” Menurut Agung pergantian tersebut tidak terlalu diperlukan, namun karena alasan LEM meminta Hilal di Pelaksana Harian sehingga pergantian tersebut dilakukan. Alasan menunjuk koor yang baru dikarenakan usulan dari Komisi B Steering Committee (SC) SEMATA 2019. 

Diketahui orang yang diusulkan oleh Komisi B adalah Muhammad Farras, “Saya lebih kenal Farrasnya daripada staff yang lain” ucap Muhammad Hamdan, selaku koordinator Komisi B SC SEMATA 2019 ketika ditanya alasan memilih Farras. Hamdan mengungkapkan bahwa Farras sendiri sejak awal merupakan panitia, dan desas desus yang mengatakan bahwa koor keamanan yang baru merupakan orang luar kepanitian itu tidak benar.  

Menurut Rikky Aryadwithya, mundurnya Hilal dari kepanitiaan dikarenakan ada permainan dari organisasi eksternal. “Tentang dinamika kampus, daripada ada problem berkelanjutan jadi dia(Hilal-red) mundur aja.” Ucap Rikky yang menjadi staff ahli keamanan semenjak pergantian koor tersebut. Tidak adanya pemberitahuan tentang koor keamanan yang baru juga membuat Rikky dan anggota keamanan yang lain bingung.  “Nah koor barunya masuk nih (grup line-red), dia bawa sekitar tiga atau empat orang masuk ke grup keamanan. Nah itu gak ada pemberitahuan sebelumnya gitu loh. Gak ada kayak misal Kabid (Kepala Bidang) II bilang ini ada masuk beberapa orang beserta koor yang baru, tiba-tiba langsung invite orang.” Ucapnya. 

Rikky menilai pergantian koordinator ini menimbulkan polemik di dalam divisi, “aku sama anggota keamanan yang lain nih banyak protes, ngeluh kok koor nya kek gitu.” Attitude lah yang menjadi indikator penilaian Rikky. Dari tidak mengabari kepada anggota keamanan yang lain ketika pulang(pulang kampung-red), sampai minimnya kehadiran serta koordinasi dalam forum divisi atau verif. “Ini tidak ada pamit sama sekali, tiba-tiba hilang aku cariin kok ga ada,” tambahnya. 

Pergantian koordinator keamanan di tengah persiapan acara juga menghambat koordinasi dengan divisi lain. Kevin Achmad Anandy, yang bertugas sebagai koordinator acara menjelaskan bahwa harus ada koordinasi ulang dengan koor yang baru mengenai detail kebutuhan personel keamanan per acara, alur maba-miba serta penempatannya. ”Untuk dari divisi acara pribadi jelas ini menghambat jalannya persiapan,” jelasnya.

Reporter : Taufan

Editor : Azizah

904 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *