PENGHARAPAN ATAS TRAGEDI TGC

PENGHARAPAN ATAS TRAGEDI TGC

(Dok.Ekonomika)

Oleh : Ulfa Fajria Ayub

BACAEKON.COM-YOGYAKARTA. Tim Ekonomika mendapat undangan konferensi pers yang berasal dari Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Lombok (IKPM-L) Yogyakarta, yang dilaksanakan pada Kamis (26/01). Berlokasi di Asrama Pelajar dan Mahasiswa Gerbang Selaparang Lombok Timur, Jalan Perumnas, Gang Indragiri, B-24 Condongsari, Condongcatur, Depok, Sleman.

Undangan tersebut terbuka bagi jurnalis media cetak, elektronik, dan online. Sehubungan dengan tragedi yang menyebabkan meninggalnya salah satu warga IKPM-L, almarhum Ilham Nurpadmy Listia Adi, menjadi alasan diadakan konferensi pers. Pembentukan tim litigasi (penyelidik)  maupun non-litigasi (non-penyelidik) serta beberapa tim pendukung menjadi langkah untuk melakukan advokasi terhadap proses penegakan hukum.

Pembacaan Press Release oleh Deni Zulkarnain selaku Ketua IKPM Lombok Timur :

  1. Bahwa berdasarkan informasi yang kami peroleh, kegiatan The Great Camping (TGC) merupakan kegiatan resmi tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan melibatkan mahasiswa UII sebagai pesertanya.
  2. Bahwa kegiatan TGC yang diselenggarakan di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada tanggal 13-20 Januari 2017, telah menelan korban meninggal dunia sebanyak 3 (tiga) orang, salah satunya adalah warga kami bernama : Ilham Nurfadmi Listia Adi Mahasiswa UII angkatan 2015 Jurusan Hukum yang berasal dari Dusun Rapi Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur NTB.
  3. Bahwa berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak keluarga, teman kuliah, teman kos, dan kerabat yang menunggu saat korban dirawat di rumah sakit, kami menduga bahwa meninggalnya Saudara Ilham Nurfadmi Listia Adi disebabkan oleh kejadian atau perlakuan yang tidak wajar (penganiyaan baik secara fisik maupun mental) saat kegiatan TGC berlangsung.

Beberapa sikap dinyatakan oleh IKPM, seperti mengutuk segala tindakan kekerasan (fisik dan mental) di dunia pendidikan dengan alasan apapun. “Harapannya dari pernyataan sikap kami (IKPM-L) dapat menjadi perhatian kita bersama perhatian masyarakat luas bahwa tindak kekerasan dalam pendidikan oleh senior itu tidak lagi terjadi,” ujar penasihat hukum IKPM-L. Kemudian adanya penyusutan kasus kematian korban dan menghimbau pada seluruh mahasiswa Lombok agar tidak mudah terpengaruh terhadap segala provokasi. Agenda yang selanjutnya dilaksanakan yakni Aksi Damai Menyalakan Seribu Lilin oleh Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK) pada 28 Januari 2017. Acara ini berpusat di Titik 0 KM, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa sekaligus solidaritas bagi para korban yang telah berpulang.

Sehari setelahnya, ucapan duka serta belasungkawa pun terlontar dari Imam Nur Rizki selaku Ketua Mapala Unisi saat berlangsungnya jumpa pers (27/01). “Pada kedua orangtua dan keluarga almarhum, kami mendoakan semoga almarhum khusnus khotimah dan dimuliakan di sisi Allah SWT,” ujar pria berkorsa Mapala ini. Ditemani oleh Achiel Suyanto (pendamping secara hukum-red) dan Wildan Nuzulan (Ketua Panitia TGC ke-37), press release diadakan di depan kawan-kawan media dan khalayak ramai. Imam menyatakan bahwa secara pribadi dan ketua Mapala, ia menyesalkan dan merasa bersalah bahwa musibah ini sampai terjadi dalam kepengurusan saat ini. “Kami akan bersikap kooperatif dan menjunjung tinggi proses hukum, serta mengawal proses hukum tersebut,” tegasnya.

Reporter : Afri, Ulfa

 

16760 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *