Opini

Pemerataan BBM Subsidi Melalui Aplikasi Digital MyPertamina

Narasi: Nelva Qablina

Foto: Nadia Alya N

Bacaekon – Per Tanggal 1 juli 2022 mendatang pemerintah membatasi masyarakat untuk mendapatkan subsidi bahan bakar minyak pada pertalite atau solar. Bagi pengendara yang ingin tetap mendapatkan subsidi pertalite dan solar wajib untuk mendaftarkan diri melalui aplikasi MyPertamina. Untuk tahap pertama, bulan juli mendatang akan ada sebelas wilayah di 5 provinsi tersebut yang akan mulai menggunakan aplikasi ini.

Lima provinsi itu mencakup Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah-daerah ini dipilih berdasarkan infrastruktur dan kesiapan masyarakatnya oleh karena itu dihimbau untuk masyarakat di beberapa wilayah tersebut untuk segera mendaftarkan diri melalui aplikasi MyPertamina.  

Adapun dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan foto kendaraan yang akan digunakan untuk mengisi bensin. Untuk aplikasi MyPertamina dapat diunduh di smartphone masing masing dan segera melengkapi persyaratan untuk pendaftaran bagi pengendara yang berhak mendapatkan BBM subsidi. Namun, sampai saat ini baik BPH Migas maupun Pertamina belum mengatakan pengendara seperti apa yang memenuhi syarat untuk subsidi BBM ini. 

Bagi pengendara yang berhasil mendaftarkan diri akan dikonfirmasi melalui alamat email masing-masing. Distribusi Solar dan Pertalite penugasan ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020. Selain tujuannya sebagai pembayaran non-tunai aplikasi MyPertamina juga bertujuan untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina. 

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo kepada CNBC Indonesia dalam Energy Corner, Senin (13/6/2022). Ia berharap pemerintah memberikan daftar kriteria pembeli Pertalite dan Solar subsidi dengan jelas, sehingga operator SPBU di lapangan tidak kesulitan memilah siapa yang berhak dan tidak membeli Pertalite dan Solar subsidi itu. Adapun kriteria yang berhak mendapatkan subsidi bisa dilihat dari plat nomor kuning atau hitam dan juga identifikasi kendaraan besar dan kecil dilihat berdasarkan Cubicle Centimeter (CC) setiap mobil. 

Langkah ini kemudian patut diapresiasi jika dilihat masih banyaknya berbagai pengendara yang tidak berhak mendapatkan BBM bersubsidi justru ikut mengkonsumsi pertalite dan solar. Namun, ada beberapa perdebatan di kalangan masyarakat yang merasa bahwa peraturan ini akan menjadi sangat tidak efektif. Bagaimana nasib masyarakat miskin dan jauh dari perkotaan yang berhak mendapatkan BBM subsidi tetapi tidak memiliki smartphone jika peraturan ini diberlakukan. Untuk mengakses aplikasi dan melakukan pembayaran maka diperlukan adanya jaringan internet, Terlebih ada beberapa wilayah pedalaman yang bahkan belum memiliki koneksi internet yang memadai. 

Sementara bagi supir kendaraan umum seperti supir angkot, bus, dan ojek banyak dari mereka yang belum juga menggunakan smartphone. Banyak supir angkot bahkan hanya menggunakan handphone jadul yang hanya digunakan untuk berkirim pesan dan panggilan saja. Hal ini akan sangat menyulitkan para supir angkot yang seharusnya berhak mendapatkan subsidi jika diharuskan untuk menggunakan aplikasi digital untuk pembelian pertalite dan solar. 

Oleh karena itu, perihal teknis di lapangan bagaimana agar masyarakat terbiasa dalam menggunakan aplikasi ini. Maka, sudah seharusnya pertamina melakukan sosialisasi langkah langkah penggunaan aplikasi ini dimulai dari pendaftaran sampai pembayaran. Pertamina juga bisa memasang poster-poster penggunaan aplikasi MyPertamina di tiap pom bensin. Memasang iklan diberbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok yang sedang marak dikalangan masyarakat. Dengan hal ini pertamina dapat mempromosikan promo-promo dan keuntungan yang didapatkan bagi pengendara yang menggunakan aplikasi MyPertamina Hal ini akan sangat membantu masyarakat untuk lebih aware dan tertarik untuk menggunakan aplikasi ini 

Kesimpulannya adalah penggunaan aplikasi MyPertamina merupakan bentuk dari tren digitalisasi yang patut untuk diapresiasi. Namun, saat ini Indonesia masih memiliki kesenjangan sosial yang artinya tidak semua penduduk di seluruh wilayah Indonesia dapat mengakses aplikasi digital dengan mudah. Alangkah lebih baik jika bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang tidak memiliki smartphone tetap dapat melakukan pembayaran tunai. Dan untuk pendaftaran dapat melalui website dan dibantu oleh aparat kantor wilayah bagi masing-masing daerah. Bagi masyarakat yang terbukti berhak mendapatkan subsidi wajib membawa bukti berupa kartu untuk setiap pembelian BBM bersubsidi tanpa perlu menggunakan smartphone. 

Penggunaan handphone ketika di pom bensin 

Selama ini pertamina juga melarang orang-orang untuk tidak menggunakan handphone saat melakukan pengisian BBM. Lalu bagaimana dengan penggunaan aplikasi MyPertamina ketika di pom bensin? 

Banyak video rekaman CCTV yang beredar di mana ledakan terjadi dari mobil atau pun motor dan diduga karena pengguna kendaraan sedang memainkan handphone ketika di SPBU. Kemudian diketahui penyebab dari dilarangnya penggunaan handphone ketika di pom bensin adalah karena smartphone dianggap dapat menimbulkan percikan api dan ledakan saat melakukan pengisian BBM. alasan lainnya karena sinyal seluler yang tidak beraturan dan tidak bisa dikontrol. Terlebih ketika pengguna menggunakan handphone untuk panggilan masuk dan keluar. 

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T Pertamina Irto Ginting mengatakan, “saat ini kan juga sudah bisa dilakukan pembayaran menggunakan HP. Namun dilakukan tidak di dekat nozzle,” kata Irto kepada Kompas.com. Ada beberapa titik yang dilarang untuk menggunakan handphone yaitu dekat area tangki SPBU. Tetapi untuk penggunaan handphone dikalangan SPBU seperti publik area, convenience store, food court. Maka, untuk penggunaan pembayaran melalui aplikasi MyPertamina ini harus dilakukan dari dalam mobil dan dari jarak aman atau sekitar 1,5 meter dari tangki pengisian BBM. 

Jadi penggunaan handphone di area SPBU sebenarnya sah-sah saja asal tidak untuk melakukan panggilan masuk dan keluar karena dapat mengakibatkan kecelakaan yang disebabkan oleh sinyal seluler yang acak dan tidak bisa dikontrol. Serta harus menjaga jarak aman dari tangki pengisian jika ingin mengaktifkan telepon genggam. 

Editor: Salwa Nidaul M.

185 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *