Berita Kampus

Pembangunan Infrastruktur Kampus Antara Belum Selesai

Foto: Dhika

Oleh: Adisti Nugraheni

Bagi siapapun yang kerap datang ke Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII), pasti  menyadari pembangunan masif yang ada di kampus antara ini. Pembangunan terlihat dilakukan di berbagai sudut kampus. Sejak bulan Juli lalu misalnya, yang cukup mencuri perhatian adalah pembangunan lift di sisi timur lapangan utama FE UII. Pembangunan ini awalnya sempat menimbulkan beberapa pertanyaan. Jihan Hanifa Harlia, mahasiswi Manajemen angkatan 2018 salah satunya, “awalnya kurang tau sih mbak, kata teman-teman itu ada pembangunan tapi kurang tau ada pembangunan apa.” Tutur Jihan. Baru lah setelah keterangan pembangunan lift di sisi koridor dipasang, Jihan mengetahui tentang pembangunan lift tersebut.

Setelah keterangan pembangunan jelas, peruntukan lift sendiri memiliki informasi yang simpang siur,  seperti informasi yang juga diterima Jihan, “katanya sih itu hanya buat S2. Aku taunya sih itu doang.” Ujar jihan. Sementara berita mengenai siapa saja yang akan menggunakan fasilitas ini beredar, Arief Rahman, wakil dekan bidang sumber daya FE UII mengkonfirmasi bahwa memang pembangunan lift tersebut menggunakan dana dari magister. “Pembangunan lift ini itu memang menggunakan dana yang dikumpulkan dari saldonya magister. Tapi kitakan sharing facilities. Prinsipnya kita sharing facilities dari dulu, jadi tidak ada ‘oh ini kelasnya magister, ini kelasnya S1’ itu gak ada.” Jelas Arief rahman.

Pembangunan lift sendiri memiliki beberapa tujuan, salah satunya untuk menjadikan FE UII sebagai kampus yang ramah terhadap disabilitas. “Pertama karena kita ingin membuat kampus ini ramah terhadap penyandang disabilitas. Jadi kalo ada mahasiswa yang penyandang disabilitas, itu tidak kesulitan untuk kuliah di lantai dua, lantai tiga.” Ungkap Arief Rahman. Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada mahasiswa disabilitas di FE UII, yang kerap terlihat adalah mahasiswa yang mengalami cedera pasca kecelakaan. “Kalau dari sisi fisik artinya butuh ini memang tidak ada, tetapi kemarin saya lihat ada biasanya yang habis kecelakaan itu, temporer gitu ya.“ tambahnya. Hal inilah salah satu yang mendorong pembangunan lift di FE UII.

Selain untuk membangun FE UII yang ramah disabilitas, banyak pula dosen-dosen sepuh yang membutuhkan fasilitas untuk naik ke lantai atas. Juga dosen yang tengah hamil yang butuh dibantu dalam kegiatan sehari-harinya. Meskipun lift memiliki peruntukan khusus, Arief Rahman juga mengatakan akan dibuat dua unit lift. “Kita mungkin rancangannya, satu untuk dosen. Sehingga untuk akses itu perlu pake kartu pegawai untuk naik, yang satunya itu untuk mahasiswa, untuk umum lah.” Ujar Arief Rahman. Namun, diharapkan mahasiswa yang sehat bisa tetap menggunakan tangga, selain untuk kesehatan, juga untuk penghematan.

Pembangunan lift yang diharapkan selesai bulan Januari ini juga beriringan dengan pembangunan-pembangunan lain. Seperti pembangunan koridor penghubung yang direncanakan di sisi antara lift dan ruangan magister, pembangunan ruang dosen yang juga masih dilakukan, begitupun dengan rencana renovasi selasar agar menjadi co-working space yang nyaman. 

Untuk melakukan semua pembangunan ini biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit. “Ya kalo secara keseluruhan anggaran yang dibutuhkan besar ya, lift sekitar 1,5 M, dengan koridornya menjadi 2,5 M dengan semuanya macam-macam sekitar 3 M lebih lah. Itu perkiraan anggaran kita,” jelas Arief Rahman. Sementara untuk vendor pembangunan lift, Arief Rahman mengaku pihak fakultas menyerahkan kepada Yayasan Badan Wakaf UII, pihak FE UII hanya memberikan anggaran dan dana.

Berbagai pembangunan masif yang terus dilakukan ini juga menimbulkan tanda tanya mengenai pemindahan lokasi FE UII ke kampus terpadu di Jalan Kaliurang. Apakah pembangunan terus dilakukan karena kampus FE UII akan menetap di tempat yang sekarang saja? Arief Rahman sendiri mengatakan ia belum mendapat kejelasan mengenai pemindahan lokasi kampus FE UII, “saya sendiri juga bertanya ke rektorat maupun ke badan wakaf, ‘Ini sebenarnya fakultas mau pindah atau tidak?’ Hanya saja melihat kondisi riil, tidak pernah dijawab dengan pasti, “ ujar Arief Rahman. 

Meskipun begitu, Arief Rahman menampik bahwa pembangunan masif yang dilakukan karena FE UII tidak akan bergabung dengan kampus terpadu. Menurutnya pembangunan kampus FH UII dan FIAI UII yang kini tengah dilaksanakan tentu membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Melakukan pembangunan FE UII di kampus terpadu  setelahnya juga tentu membutuhkan jeda waktu untuk mengumpulkan dana dan lainnya. “Mungkin kalaupun kita pindah butuh waktu kan. Kalo butuh waktu, masa yang disini gak diperbaiki, kan bagaimanapun kita ya terima tamu, ada image” ujar Arief Rahman. 

Pembangunan di kampus FE UII masih belum selesai. Masih banyak yang yang harus dilanjutkan. Dimanapun kampus FE akan menetap, tempat yang kini ditinggali tetap butuh dirawat dan dijaga. Menurut Arief Rahman, meskipun FE UII bergabung dengan kampus terpadu, kampus ini tetap perlu diperbaiki dan dijaga keadaannya “makanya tetaplah kita percantik. Karena bagaimanapun, kampus ini kalaupun kita pindah pasti tidak akan ditinggal, pasti akan dipakai untuk apapun,” tutupnya.

Reporter : Azizah, Ay, Adis

Editor : Azizah

 

263 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *