PELUANG START-UP DARI PENETRASI INTERNET INDONESIA YANG RENDAH

PELUANG START-UP DARI PENETRASI INTERNET INDONESIA YANG RENDAH

(Sumber foto: http://www.money.id/)

Oleh: Arief Setya Negara

Bacaekon.com-Advertorial. Indonesia memiliki kemungkinan untuk menguasai sektor ekonomi kreatif digital di Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa dengan pengguna telepon genggam pintar lebih dari 100 juta orang. Jumlah tersebut, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna aktif telepon genggam pintar terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Peluang Indonesia dalam sektor ekonomi kreatif digital diterawang dimulai dari penetrasi internet di Indonesia yang tidak jauh berbeda dengan India. Menurut Internetlivestats.com, penetrasi Internet di dalam negeri pada tahun 2014 berada di kisaran 17 persen. Sedangkan di India di angka 19 persen. Tingkat penetrasi Internet di Indonesia bahkan kalah jauh dibanding negara-negara Asia Tenggara, seperti Vietnam 43%, Filipina 39%, Malaysia 40% dan Singapura 81%.

Dalam kaitannya dengan belanja online, Indonesia masih tertinggal jauh. Survei yang dilakukan Globalwebindex.net pada 2014, menemukan bahwa persentase penduduk Indonesia yang melakukan pembelian secara online baru sekitar 16%. Angka ini sedikit lebih baik dari pada India yang mencetak 14%. Namun Indonesia tertinggal jauh oleh Singapura yang sudah mencapai angka 46%.

Melihat data yang telah dipaparkan, terlebih melihat perkembangan budaya masyarakat yang semakin cepat dan tanggap dalam berkomunikasi dan berbagi informasi, Indonesia justru membutuhkan banyak start-up yang mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakatnya. Jumlah pengguna telepon genggam pintar dalam negeri yang semakin lama semakin bertambah (terlebih dengan harga yang semakin murah) dapat menjadi peluang bagi masyarakat, tentunya mereka yang melek teknologi dan berjiwa wirausaha untuk membangun start-up-nya sendiri. Bukan hanya dari sekedar kegiatan belanja online (e-commerce), transportasi dan logistik maupun jasa lain yang semakin mainstream setiap harinya. Indonesia membutuhkan banyak bisnis kreatif berbasis digital dan tentunya orisinil..

 

Artikel ini disponsori oleh UIINET, PT. Global Prima Utama

366 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *