Pasir Penyambung Hidup

Pasir Penyambung Hidup

Oleh : Dimas Putra

Bacaekon.com-Yogyakarta. Senin (21/01/15), merupakan sebuh perjalanan panjang bagi tim Ekonomika menuju sebuah tambang pasir yang berada di Kaliurang Yogyakarta tepatnya waduk Kaliadem. Sekitar pukul 11.00 WIB kami tiba di lokasi penambangan, panas terik matahari seolah tak mau ketinggalan menyambut kedatangan kami di lokasi penambangan.

Dua buah bangunan warung yang terbuat dari anyaman bambu sudah berdiri dengan tegaknya menanti kedatangan kami, seolah menarik kami untuk menyantap jajanan yang dijual di dalamnya. Inilah tempat di mana para penambang pasir menghilangkan penat dan lelah akibat bekerja seharian.

Sekilas terlihat aktifitas warga di penambangan yang begitu sibuk dengan cangkul dan peralatan tambang sederhana yang mereka miliki. Kegiatan penambangan ini sudah berlangsung sejak lama jauh sebelum terjadinya erupsi merapi pada tahun 2006. Awalnya warga menyewa lahan dari pihak Kaliurang, sekarang warga hanya diwajibkan untuk membayar biaya sewa per kawasan ke Keraton Yogyakarta, “Kan ini wedikenser, maksudnya wedikenser itu kepunyaan keraton, itu pajeksan satu tahun, dipajaknya berapa, areanya berapa nanti masuknya ke kelurahan, yang berwewenang ngambilnya ke kelurahan juga” ujar Suparno, seorang penjaga portal area penambangan.

Penambangan pasir ini merupakan salah satu bahkan bisa dikatakan satu-satunya sumber pendapatan bagi warga sekitar. Untuk satu mobil pickup pasir dihargai dengan Rp 60.000 sedangkan untuk satu truknya bisa dihargai hingga Rp 160.000.  Hal ini tidak sebanding dengan tenaga yang telah dikeluarkan oleh penambang, ditambah lagi mayoritas dari penambang tersebut adalah manula.

Aktivitas penambangan berlangsung sejak pagi buta sekitar pukul 05.00 WIB hingga sore hari, dan kebanyakan disesuaikan kebutuhan. Jika banyak pesanan pasir yang datang, maka jam kerja mereka pun akan bertambah. Tidak ada sistem pemasaran dalam penjualan pasir tersebut, biasanya pemilik mobillah yang langsung datang ke lokasi penambangan untuk mengambil pasir dari pemilik. Sehingga tidak jarang ada saja warga yang tidak mampu untuk  menjual pasir miliknya.

1024 Total Views 1 Views Today

Related Post

Mapala Unisi Kembali Cair

Mapala Unisi Kembali Cair

(Foto : Gilang) Oleh : Gilang B. Putra Bacaekon.com, Kampus-Setahun lalu Universitas Islam Indonesia (UII)…

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *