Film Rekomendasi

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Cara Baru dalam Self Healing

Foto: Filmnkcthi (instagram)

Oleh : Maria Kiptiah*

Sutradara : Angga Dwimas Sasongko

Genre : Drama

Pemeran : Rio Dewanto, Rachel Amanda, Sheila Dara, Oka Antara, Niken Anjani, Donny damara, Susan Bachtiar, Umay Shahab, Sivia Azizah, Syaqilla, Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati.

Durasi : 129 menit

Keluarga, suatu hubungan yang bisa dibilang penting di dalam kehidupan kita. Apalagi sebagai seorang anak, kasih sayang, dukungan, dan hal-hal kecil lainnya dapat membuat kita merasa nyaman. Namun, terkadang hal-hal itu bisa menjadi boomerang tersendiri. Setiap keluarga pasti mempunyai masalah masing-masing, tinggal bagaimana kita menyikapinya, jika salah bisa jadi berantakan. Seperti cerita yang satu ini, cerita tentang kisah sebuah keluarga yang dibungkus secara epic dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko.

Angkasa, diperankan oleh Rio Dewanto. Menjadi sosok Angkasa tidaklah mudah, selain ia harus bekerja di EO musik ia harus melakukan tugasnya sebagai kakak, anak, dan sebagai seorang kekasih. Karena si Angkasa terlalu sibuk dengan keluarganya, jadi dia tidak bisa fokus dengan pekerjaan dan hubungannya. Sedangkan semuanya mempunyai resiko masing-masing jikalau lengah sedikit. Wah, kebayang nggak tuh, betapa beratnya jadi anak pertama, dan cowok pula.

Aurora, yang diperankan oleh Sheila Dara Aisha, sebagai anak ke-2, ia mempunyai kehidupan sendiri karena merasa diasingkan dalam keluarganya. Ia benar-benar fokus dengan pameran seni perdananya walaupun ia tidak mendapatkan support dari ayahnya, karena ayahnya terlalu sibuk dengan adiknya. Aurora beranggapan bahwa ia sudah kehilangan keluarganya sejak adiknya hadir. Sedih banget sih pasti, tapi bisa diambil sisi positifnya, yaitu bisa jadi perempuan yang mandiri.

Nah, ini dia yang menjadi sorotan dalam film ini. Awan, sosok Awan ini diperankan oleh Rachel Amanda. Awan mempunyai cita-cita sebagai arsitek. Si kecil ini sangat dimanja oleh ayahnya. Dia hanya perlu menjalani aktivitasnya, semua sudah disediakan oleh ayahnya. Enak juga ya jadi anak terakhir, nggak perlu mikir banyak tinggal ngejalanin saja.

Ajeng, yang diperankan oleh Niken Anjani & Susan Bachtiar, seorang istri yang mengalami trauma yang amat besar karena musibah yang menimpanya. Walau demikian, Ajeng merasa beruntung mempunyai suami yang sangat perhatian dan baik kepadanya, mampu membuatnya merasa nyaman saat di sampingnya. Di film ini, sosok Ajeng banyak diamnya karena ia masih merasa trauma.

Narendra, yang diperankan oleh Oka Antara & Donny Damara, sosok ayah yang keras dan egois. Namun di balik sikapnya ia sangat menyayangi keluarganya. Ia memaksa Angkasa dan Ajeng menyembunyikan kesedihannya selepas musibah yang menimpanya, supaya tidak ada lagi kesedihan di dalam keluarganya. Namun, cara itu justru menghancurkan keluarganya di waktu yang akan datang, sedih banget sih. Dalam keluarga kita harus saling terbuka seberat apapun itu masalahnya, supaya tidak ada yang merasa terkhianati dan terjadi kesalahpahaman yang berujung kehancuran

Di luar keluarga tersebut ada Kale, yang diperankan oleh Ardhito Pramono. Siapa sih yang nggak tahu penyanyi muda yang lagi hype di kalangan anak muda ini? Nah, si Kale ini adalah manajer sebuah band yang akhirnya menjadi temannya Awan. Mereka kenal di sebuah konser band yang dimanajeri oleh Kale. Kale adalah orang yang sangat logis. Ia mengajarkan kepada Awan tentang patah dan tumbuh kembali, jatuh kemudian bangkit kembali, pokoknya kalian yang dengerin omongan dia juga merasa healing. Kale ini beranggapan bahwa kebahagiaan itu kita yang menciptakan, bukan orang lain.

Cerita ini harusnya bisa membuat kita sadar, bahwa terkadang kita perlu untuk merasa bersedih. Jangan hanya karena kita tidak ingin merasa sedih lalu kita mengorbankan semuanya yang akhirnya bisa menghancurkan diri sendiri. Keterbukaan dalam keluarga itu penting walaupun menyakitkan. Memberi kepercayaan kepada seorang anak itu sangat perlu supaya anak bisa tumbuh dan berkembang secara baik. Orang tua bisa membantu untuk membimbingnya, bukan mengaturnya. Bersikaplah adil kepada siapapun dan terhadap apapun. Terkadang ketidakadilan bisa menghancurkan seseorang. 

Nah, buat kalian yang mau nonton film ini tapi masih ragu-ragu “bagus ga sih film ini?”, kalau menurut aku, film ini bagus sih, bisa untuk self healing. Kita juga bisa tahu kalau nggak semua orang itu hidupnya bahagia. Pokoknya kalian lihat dan resapi deh filmnya, soalnya sound track dan filmnya benar-benar ngena di hati dan pikiran, hehehe.

 

*Penulis adalah magang LPM Ekonomika

 

Editor : Ikrar

274 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *