Galeri

Museum Situs Semedo: Penemuan Baru Fosil Zaman Purbakala

Oleh : Firyal Aulia Rahma

Desa Semedo merupakan tempat dimana pada tahun 2005 situs manusia purba ditemukan. Kemudian tahun 2015 pemerintah setempat mendirikan Museum Situs Semedo untuk menyimpan benda sejarah purbakala dan masih dalam tahap pembangunan hingga saat ini. Kini jumlah temuan purbakala mencapai 7.000 koleksi fosil. Secara administratif situs ini terletak di Desa Semedo, kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Fosil yang ditemukan di Semedo berupa fosil manusia purba Homo Erectus berusia sekitar 700.000 tahun dan fosil binatang purba berusia 400.000 tahun dan 1,2 juta tahun. Fosil binatang purba yang ditemukan antara lain fosil Megalodon (ikan hiu raksasa), Elephas sp (gajah purba), Rhinoceros sp (badak), Hippopotamus sp (kuda nil), Cervidas (sejenis rusa), Suidae (sejenis babi), Bovidae (sapi, kerbau, banteng), dan masih banyak lagi.

Sementara ini, semua fosil purbakala Situs Semedo ditempatkan di rumah Dakri selaku salah satu penemu fosil purbakala karena museum yang masih dalam tahap pembangunan. Secara terbuka Dakri juga mempersilahkan masyarakat untuk berkunjung ke rumahnya untuk melihat fosil tanpa dipungut biaya. Dakri dibantu oleh putrinya bernama Tanti Asih, yang bertugas sebagai guide (informan –red), sekaligus pengembang Museum Semedo.

Arsitektur museum menunjukan bahwa kera berevolusi menjadi manusia yang dikenal sebagai Teori Darwin.
Arsitektur museum menunjukan bahwa kera berevolusi menjadi manusia yang dikenal sebagai Teori Darwin. (Foto: Firyal/Ekonomika)
Dakri sedang berbincang dengan salah seorang pengunjung museum di kediamannya. Kedatangan pengunjung selalu disambut hangat oleh beliau.
Dakri sedang berbincang dengan salah seorang pengunjung museum di kediamannya. Kedatangan pengunjung selalu disambut hangat oleh beliau. (Foto: Firyal/Ekonomika)
Fosil gigi geraham, gigi taring, dan rahang bawah sus sp. (babi purba)
Fosil gigi geraham, gigi taring, dan rahang bawah sus sp. (babi purba). (Foto: Firyal/Ekonomika)
Fosil gigi gajah yang menyatu bersama batuan dimana adalah hasil dari pembekuan lahar
Fosil gigi gajah yang menyatu bersama batuan dimana adalah hasil dari pembekuan lahar. (Foto: Firyal/Ekonomika)
Fosil gajah raksasa berupa kaki dan tulang persendian.
Fosil gajah raksasa berupa kaki dan tulang persendian. (Foto: Firyal/Ekonomika)

 

25380 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *