Berita Kampus

Mundurnya Pemilwa adalah Masalah Bersama

Ilustrasi : Amellya Candra

Narasi : Retno Puspito Sari

Bacaekon.com-Menilik kembali rangkaian Pemilihan Wakil Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (Pemilwa UII) tahun 2019, Sidang Umum (SU) dilaksanakan pada bulan Desember. Menurut Peraturan Dasar Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (PDKM UII) pada pasal 35, periodesasi kepengurusan Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) adalah selama 12 bulan sejak dilaksanakannya SU KM UII. Namun melihat kondisi saat ini, pelaksanaan Pemilwa mengalami kemunduran dari ketentuan PDKM UII.

Ada beberapa hal yang mendasari mundurnya pelaksanaan Pemilwa. Seperti yang dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), sekaligus DPM UII Komisi 1, Afrigh Alaina, ada salah satu fakultas yang kegiatannya berakhir pada 28 Januari 2021. Maka dari itu kepengurusan DPM haruslah menunggu fakultas tersebut. Selain itu adalah karena lambatnya pengiriman delegasi dari setiap lembaga untuk Tim Transisi. Setiap delegasi baik KPU, Panitia Pengawas (Panwas), maupun Komisi Penyelenggara Sidang Umum (KPSU) terdiri dari perwakilan lembaga legislatif, eksekutif, dan khusus di lingkup KM UII.

Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) sendiri hingga tanggal 25 November 2020 kemarin, belum mengirimkan delegasi karena adanya miss komunikasi. “Nah kemarin waktu tanggal 25 (November) itu ternyata kami belum nyetor buat nama-nama (tim transisi). Ya sudah waktu itu saya cukup kaget karena saya kira FBE udah kelar,” ujar Muhammad Risyad, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FBE.

Alfrigh mengungkapkan proses perencanaan telah dilakukan dua atau tiga bulan (dari Desember 2020) sebelumnya saat Rapat Pleno DPM. Ia pun juga menyetujui kemunduran timeline merupakan masalah bersama. Proses pencarian referensi pelaksanaan Pemilwa secara online dari berbagai universitas ini memakan waktu yang cukup lama. “Jadi, kami nggak mau bentuk dulu baru dicanangkan, tetapi kita sudah tahu dulu sistemnya bagaimana baru kita bikin (Tim Transisi),” ujar Alfrigh.

Informasi terkait timeline pelaksanaan Pemilwa telah dibagikan melalui akun Instagram @pemilwakmuii. Secara garis besar Pemilwa berlangsung dari 25 Desember 2020 hingga 29 Januari 2021. Proses pemilihan dilaksanakan pada 24-26 Januari. Secara keseluruhan Pemilwa dilaksanakan secara online, mulai dari sosialisasi hingga pemilihan. “Semua rangkaian dilakukan secara online karena tidak dapat izin dari Satgas Covid UII,” ujar Afrigh. Jika biasanya diadakan debat untuk mengetahui visi misi setiap calon, kali ini debat digantikan dengan pembuatan video berdurasi 3-10 menit. 

Proses pemilihan dilakukan menggunakan website. “Perkembangan website sudah dalam tahap pengembangan, pemasukan bahan-bahan website, dll,” ujar Afrigh. Untuk mengantisipasi isu-isu kecurangan seperti yang sering berhembus, nantinya dalam website setiap mahasiswa yang memilih wajib menggunakan email dengan domain UII. Jika terdapat data double akan di-crosscheck ulang dengan bidang yang bertanggung jawab. Selain itu, data sementara hasil Pemilwa akan dibagikan dan dipublikasikan tiga jam sekali.

Jika dilihat dari Hasil Tes Tulis Calon Legislatif KM UII yang dipublikasikan di bio Instagram @pemilwakmuii, terdapat 52 calon yang terdiri dari 9 calon yang berlaga di tingkat universitas, dan sisanya tersebar di 8 fakultas. Dari seluruh calon tersebut, tidak ada perwakilan dari Fakultas Hukum (FH). Merespon absennya FH dalam tes kali ini, Afrigh mengungkapkan KPU akan memperpanjang pendaftaran. Perpanjangan ini tidak hanya berlaku bagi FH saja, melainkan bagi seluruh fakultas dan universitas. Sampai tulisan ini terbit, belum ada kabar lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Reporter : Ikrar Aruming Wilujeng dan Retno Puspito Sari

Editor : Ikrar Aruming Wilujeng

 

311 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *