MENYUSURI NAPAK TILAS KERAJAAN MAJAPAHIT

MENYUSURI NAPAK TILAS KERAJAAN MAJAPAHIT

(Sumber foto: https://www.google.co.id)

Oleh : Anita Surya Mulyanti

Bacaekon.com-Rekomendasi. Keberadaan Kerajaan Majapahit masih terasa hingga saat ini di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Berbagai objek wisata sejarah kerajaan Hindu terakhir ini disajikan di sana. Cukup mudah untuk menjangkau tempat tersebut, karena Trowulan terletak di pinggir jalan penghubung Mojokerto dengan Jombang. Jika tidak ada kendaraan pribadi, wisatawan bisa menaiki bus umum lalu dilanjutkan dengan becak atau ojek.

Di sana terdapat museum Majapahit yang dulu diberi nama museum Trowulan. Museum tersebut menyimpan berbagai benda-benda penginggalan pada masa kerajaan Majapahit. Untuk memasuki museum tersebut pengunjung tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Cukup Rp 5000,- per orang, sudah bisa menikmati peninggalan salah satu kerajaan Hindu di Jawa Timur tersebut. Ketika memasuki museum tersebut, terdapat berbagai ruangan yang telah dibedakan berdasarkan jenis bahan koleksi benda peninggalan. Di sebelah kanan, terdapat ruangan yang di dalamnya menyuguhkan berbagai koleksi logam seperti lampu, guci, cermin, alat musik, genta, pedupan, uang logam, dan alat-alat seperti bokor.

Sementara di ruangan lain terdapat koleksi tanah liat yang menyuguhkan alat-alat produksi, alat-alat rumah tangga, arsitektur, dan terakota manusia (figurin). Adapula ruangan koleksi keramik yang berisi berbagai benda dari keramik yang berbentuk guci, teko, vas bunga dan alat makan. Semua koleksi yang dipamerkan diberi berbagai keterangan, sehingga pengunjung bisa mengetahui benda apa yang sedang dilihatnya. Keluar dari dalam ruangan, terdapat berbagai pendopo yang memamerkan arca, batu prasasti, relief batu candi dan unsur bangunan. Di bagian barat daya terdapat sebuah galian yang berisi bangunan batu bata yang konon merupakan pemukiman warga pada zaman kerajaan Majapahit. Pengunjung bisa melihat keseluruhan galian dengan menaiki arsitektur yang telah disediakan yang juga berfungsi sebagai pelindung ketika hujan.

Tidak jauh dari museum, terdapat kolam Segaran. Kolam kuno terbesar di Indonesia yang telah diakui oleh beberapa ahli anthropologi nasional. Kolam itu terletak dipinggir jalan besar, sehingga wisatawan bisa melihat kolam tersebut tanpa perlu turun dari kendaraan. Namun tidak ada salahnya jika wisatawan berhenti untuk mengamati dari dekat, karena tidak dipungut biaya untuk menikmatinya, alias gratis.  Konon, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit menjamu tamu bangsawan menggunakan perkakas alat makan dari emas, seperti piring, sendok, cangkir, dan nampan ditempat tersebut. Untuk menunjukkan kekayaan yang dimiliki kerajaan Majapahit, mereka membuang semua perkakas yang mereka gunakan untuk menjamu para tamu ke dalam kolam Segaran. Membuang perkakas dari emas tersebut dilakukan sebelum para tamu pulang  meninggalkan kerajaan Majapahit. Saat ini kolam Segaran dimanfaatkan oleh warga sebagai kolam pemancingan dan tempat wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung.

 

Setelah lelah mengelilingi berbagai situs wisata sejarah kerajaan Majapahit di Trowulan, wisatawan bisa beristirahat di Pendopo Agung yang terletak sekitar 400 m dari kolam Segaran. Di sekitar pendopo terdapat pohon-pohon besar yang rindang sehingga wisatawan bisa beristirahat sejenak menikmati bekal keluarga yang telah disiapkan sambil bercengkrama didampingi dengan semilir angin menyegarkan. Konon, tempat itu adalah tempat di mana maha patih Gadjah Mada mengucapkan sumpah palapa. Di bagian belakang pendopo terdapat relief yang menceritakan tentang prosesi penancapan batu besar yang menancap ke perut bumi untuk mengikat gajah yang ditunggangi oleh maha patih Gadjah Mada sebagai kendaraannya. Dibalik relief, ada wujud paku bumi pengikat Gajah tersebut yang dilindungi oleh pagar besi beratap yang dikunci. Jika ingin melihat dari dekat, pengunjung bisa meminta tolong kepada penjaga untuk membukanya. Seperti kolam Segara, Wisatawan tidak dikenai tarif untuk memasuki pendopo Agung. Pengunjung hanya perlu membayar parkir dan sumbangan seikhlasnya.

 

Museum Majapahit, kolam Segaran, dan pendopo Agung hanya sebagian kecil wisata sejarah penginggalan Majapahit. Di sana juga terdapat Candi tikus, Candi Bajangratu, Patung Budha Tidur, Candi Brahu dan berbagai peninggalan lainya yang tentu memiliki banyak nilai sejarah. Sehingga begitu banyaknya peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan, disarankan agar pengunjung memulai berwisata sejak pagi hari agar bisa menikmati dengan tenang tanpa terburu-buru dan benar-benar merasakan keberadaan kerajaan Majapahit di tempat tersebut. Terutama bagi pelajar yang ingin mendalami sejarah, sehingga bisa menyerap seluruh ilmu-ilmu sejarah secara mendalam yang disajikan di Trowulan. Mengunjungi Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur wisatawan dapat mengisi waktu liburan, berlibur sembari belajar ilmu sejarah secara langsung dengan melihat wujudnya. Tidak hanya mengetahui sejarah melalui buku-buku pelajaran di sekolah maupun buku sejarah pada umumnya.

2341 Total Views 1 Views Today

Related Post

Letter To Sweet Coffee

Letter To Sweet Coffee

Oleh: A. Gunawan Judul               : Surat Untuk Kopi Manis (Letter To Sweet Coffee) Penulis             :…

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *