MENJADI PRIA TERHORMAT DAN PEREMPUAN TERHORMAT

MENJADI PRIA TERHORMAT DAN PEREMPUAN TERHORMAT

(Sumber Foto : www.mizanstore.com)

Oleh: Restin Septiana

Judul Buku                  : To Kill a Mockingbird

Penulis                         : Harper Lee

Penerjemah                  : Femmy Syahrani

Penerbit                       : Qanita, PT Mizan Pustaka

Cetakan                       : Kesatu, 2015

Jenis Buku                   : Fiksi

Tebal Buku                  : 396 halaman

ISBN                           : 978-602-1637-87-6

 

“Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya … hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.” (Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird)

Bacaekon.com-Rekomendasi. Petualangan menggairahkan Jem dan Scout dimulai jauh sebelum Jem menginjak usia 13 tahun. Jem dan Scout adalah kakak beradik yang terpaut empat tahun. Mereka tinggal di Maycomb County, Alabama, bersama ayahnya, Atticus Finch adalah seorang pengacara dan Calpurnia yang merupakan juru masak atau koki di rumah keluarga Atticus Finch. Maycomb adalah sebuah kota tua dan seringkali aktivitas dijalankan dengan lambat. Hanya beberapa keluarga yang tinggal di blok sepanjang jalan rumah Jem dan Scout, sementara kebanyakan dari mereka adalah orang dewasa yang mereka anggap sudah tua, sementara anak-anak yang berada di lingkungan itu hanyalah Jem dan Scout. Mereka hidup pada masa di mana orang kulit putih dan kulit hitam selalu berseteru dan menganggap yang satu lebih tinggi derajatnya dibanding yang lainnya. Di mana nama keluarga sangat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap citra seseorang di Maycomb.

Pada saat Jem berusia 10 tahun dan Scout 6 tahun, mereka bertemu dengan seorang teman yang bernama Dill yang seusia dengan Scout. Dill berasal dari Meridian, Mississippi dan hanya datang ke Maycomb saat musim panas. Banyak hal yang mereka lakukan selama mengisi liburan, termasuk mengusik penghuni rumah Radley Place, seseorang yang diyakini tinggal di dalamnya tapi tidak pernah keluar rumah sehingga menyulut keingintahuan mereka. Mulai dari mengendap menuju rumah itu di suatu malam, hingga menggantungkan surat yang dikaitkan pada ujung pancing untuk meminta penghuni Radley Place keluar. Sebab rumah itu selalu menjadi hal yang menyeramkan terutama bagi anak-anak yang lewat di depan atau samping rumah itu.

Hingga liburan musim panas berakhir dan mereka kembali bersekolah. Ada seorang guru baru di kelas Scout yang melarang Scout membaca sebab menurutnya siswa kelas satu belum saatnya membaca dan menulis. Kebiasaan siswa sekolah dasar di sekolah Scout adalah membawa bekal makan siang sehingga mereka tidak perlu membeli makan siang. Namun suatu ketika Walter, seorang teman sekelas Scout tidak membawa makan siang lantas guru baru itu, Miss Caroline menawarinya 25 sen untuk membeli makan siang dengan maksud meminjamkan, namun Walter menolak sehingga Miss Caroline terus memaksanya. Hingga Scout bangkit dan berkata, “ia seorang Cunningham.” Namun nampaknya guru baru itu enggan mengerti. “Ia seorang Cunningham, keluarga Cunningham tidak pernah mengambil apapun yang tidak akan bisa mereka kembalikan-keranjang sumbangan gereja ataupun kupon makanan. Mereka tidak pernah mengambil apapun dari siapapun, mereka merasa tercukupi dengan apa yang mereka punya. Mereka tidak punya banyak, tapi mereka mencukupkan,” lanjut Scout.

Tidak saja ada keluarga Cunningham, atau Mrs. Dubose tua yang jahat, ada pula keluarga Ewell yang hanya datang ke sekolah pada hari pertama, atau keluarga lainnya, sementara hukum tidak berlaku bagi beberapa keluarga yang tinggal di hutan dan memiliki cara hidup mereka sendiri. Hingga suatu ketika santer terdengar bahwa ayahnya menjadi pembela seorang kulit hitam yang tengah menerima kasus atas tuduhan memperkosa seorang perempuan kulit putih. Hari-hari yang penuh kejutan seolah tidak pernah lepas dari Jem dan Scout, setelah ayahnya menangani kasus tersebut.

Pada salah satu natal yang dilewatkan Jem dan Scout di rumah sepupunya, Francis Finch, ia yang seusia dengan Scout selalu mengejeknya bahwa ayahnya adalah seorang pecinta nigger dan apa yang ia lakukan sekarang hanya akan membawa nama keluarga mereka hancur dan menurun derajatnya. Hingga hari-hari menuju persidangan kasus yang tengah ditangani oleh Atticus dan semakin banyak hal-hal yang tidak sukai Jem dan Scout datang. Meski merekapun tidak pernah tahu alasan ayahnya mau membela seorang kulit hitam, yang di Maycomb banyak dipekerjakan sebagai budak dan buruh. Banyak bukti yang dipaparkan oleh Atticus ketika persidangan dilakukan namun keputusan akhir tetaplah di tangan 12 juri persidangan. Hingga Jem dan Scout pun mengetahui bahwa bukan tanpa alasan mengapa ayahnyalah yang ditunjuk oleh Hakim Taylor untuk membela terdakwa. Hasil diskusi para juri dalam persidanganpun dibacakan, begitulah seperti yang sudah diduga oleh kebanyakan warga Maycomb.

Apakah Atticus akan memenangkan persidangan? Atau apakah struktur sosial warga Maycomb akan berubah? Atau pada akhirnya kisah mereka hanya akan dilupakan oleh aktivitas warga Maycomb yang kembali normal? Petualangan Jem dan Scout tidak berakhir seusai persidangan, namun justru sesuatu yang mengancam hadir setelahnya.

Buku ini tidak saja menceritakan kenakalan anak-anak, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang banyak dipaparkan dari setiap kejadian yang mereka lewati. Tidak saja membahas aspek sosial, hukum, budaya, etika, dan moral, namun masih banyak lagi yang akan Anda temukan tapi perlu membacanya dengan seksama agar mengetahui makna dibalik setiap peristiwa yang disuguhkan. Seperti yang ditulis Harper Lee pada halaman 156, “Satu hal yang tidak tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang.” Begitulah satu di antara sekian banyak pesan yang coba disampaikan dalam To Kill a Mockingbird, yang telah memenangi Pulitzer Awar 1961 dan menjadi novel terbaik abad ke-20 versi Library Journal.

 

636 Total Views 1 Views Today

Related Post

Letter To Sweet Coffee

Letter To Sweet Coffee

Oleh: A. Gunawan Judul               : Surat Untuk Kopi Manis (Letter To Sweet Coffee) Penulis             :…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *