Berita Kampus

Menilik Persiapan Semata 2020, Sudah Sejauh Mana?

Ilustrasi : Amellya Candra

Oleh : Utami Aditya Ningrum

“Bagaimana dalam keadaan seperti ini, dengan mekanisme yang berbeda dari tahun sebelumnya, nilai-nilai tujuan dalam kegiatan ini  masih bisa dijalankan  dan dicapai secara efektif. Agar Semata online berkesan bagi yang terlibat dan tidak terkesan sebagai agenda yang dibuat sebagai “formalitas” agar ada kegiatan penerimaan mahasiswa baru,” Muhammad Rayhan Al Farizi, Ketua SC Semata 2020.

 

Bacaekon.com-Dengan jumlah kasus yang semakin bertambah setiap harinya, Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pelajar terpaksa mengambil tindakan untuk membatasi kegiatan masyarakat. Hal ini berdampak pada kegiatan kampus yang mau tidak mau harus mengganti perkuliahan tatap muka menjadi sistem Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) melalui daring.  Memasuki awal semester baru, penerimaan mahasiswa baru pun ikut mengalami beberapa kendala. Pada umumnya, calon mahasiswa baru akan melewati Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) yang dilaksanakan di wilayah kampus masing-masing. Namun terpaksa mengubah sistem pelaksanaannya menjadi online melalui berbagai platform yang tersedia. 

Melihat hal ini, timbul pertanyaan apakah ospek online yang saat ini menjadi alternatif dapat mencapai tujuan utamanya, yaitu untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada kampusnya. Karena seperti yang diketahui, pembelajaran yang saat ini diterapkan oleh banyak kampus, yaitu dengan sistem daring, dinilai kurang efektif oleh mahasiswa. Terbukti dari hasil survei yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukan bahwa 89,17% mahasiswa merasa bahwa pembelajaran tatap muka lebih efektif daripada daring. 

Sementara itu, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII telah memutuskan bahwa Ospek mahasiswa baru yang biasa dikenal dengan sebutan Semangat Taaruf (Semata) angkatan 2020 dilaksanakan secara daring. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Siti Nursyamsiah selaku Wakil Dekan bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni,  yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Ospek mahasiswa baru setiap tahunnya.  Muhammad Nabil Alfarobi, Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FBE UII, juga mengonfirmasi hal tersebut. Ia  menambahkan bahwa Ospek online ini sangat penting karena diharapkan maba dapat menanamkan nilai-nilai islam di kehidupan dan menjadi mahasiswa berwawasan intelektual. Nabil juga sangat optimis bahwa ospek online akan berjalan efektif. “Insyaallah, kita sama-sama berusaha sebaik mungkin,” ucapnya.

Sementara itu persiapan acara telah mencapai 80% per tanggal 10 September, hal ini disampaikan oleh Kifni Kurniawan, Steering Committee (SC) Komisi A Semata 2020.  Mengambil tema Progresif, Inovatif, dan Kreatif, Semata 2020 diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa baru FBE UII. “Alasan mengusung tema tersebut karena kami ingin memberikan pemikiran yang kreatif dan lebih luas, juga ingin memberikan pemikiran-pemikiran tentang nanti mereka mau ke mana, itu tujuan kami,”  ujar  Kifni.

Adapun dalam Semata tahun ini hal yang paling ditekankan adalah konten dan visual. Mengingat Ospek yang dilakukan secara online sehingga memiliki euforia berbeda dengan Ospek yang dilaksanakan secara offline. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Rayhan Al Farizi,  Ketua SC Semata 2020. ”Euforia yang ditawarkan jelas berbeda karena kita tidak bisa nawarin ketika kita bertemu langsung sama teman seangkatan atau sama senior, waljam. Jadi Semata tahun ini kami coba bangun dari penggunaan media yang bagus, penampilan konten yang menarik, juga isi dan muatan,” ungkap Rayhan.

Rayhan juga menambahkan bahwa Semata online ini memiliki banyak tantangan ke depannya, terlebih saat pelaksanaannya. “Bagaimana dalam keadaan seperti ini dengan mekanisme yang berbeda dari tahun sebelumnya nilai-nilai, tujuan, target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini masih bisa dijalankan dan dicapai secara efektif, agar Semata online berkesan bagi yang terlibat dan tidak terkesan sebagai agenda yang dibuat sebagai “formalitas” agar ada kegiatan penerimaan mahasiswa baru,” tutup Rayhan.

Reporter: Ikrar, Khairul, Retno, Salwa, Tinezia dan Utami 

Editor : Retno

160 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *