Ekonomi Opini

Menilik Berbagai Efek dari Pembangunan Infrastruktur

Ilustrasi: Hanan Afif Wirawan

Oleh: Alifia Kusumaningtyas

Bacaekon – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting bagi pembangunan nasional. Dengan adanya infrastruktur, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dapat lebih cepat untuk dicapai. Selain itu, infrastruktur juga merupakan unsur dari adanya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan untuk masyarakat. 

Program pembangunan infrastruktur dapat berjalan secara maksimal jika pemerintah dapat memetakan kebutuhan masyarakat. Pemetaan ini terlebih untuk daerah, dikarenakan setiap daerah memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Jika suatu daerah dapat dipetakan dengan baik, maka penentuan jenis infrastruktur yang diperlukan seperti kebutuhan akan jalan, jembatan, dan lain-lain dapat dilaksanakan dan tentu saja hasilnya akan optimal. 

Di Indonesia sendiri, program pembangunan tersebut terdapat dalam program kerja Presiden Joko Widodo. Beliau menetapkan program pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas saat ini. Salah satu pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan adalah pembangunan ruas jalan tol. Dilansir dari data kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) pada tahun 2022, terdapat 68 ruas yang telah beroperasi dengan panjang 2.545 km, serta 27 ruas (1.809 km) yang masih dalam proses pembangunan.

Dilansir dari kemenkeu.go.id, pembangunan jalan tol merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan bahwa jalan tol dapat digunakan oleh seluruh masyarakat dan dapat digunakan untuk meningkatkan konektivitas aktivitas ekonomi. 

Pembangunan jalan tol dapat memberikan multiplier effects bagi banyak pihak, baik pemilik lahan, para pekerja (terbukanya lapangan pekerjaan), dan seluruh masyarakat yang memanfaatkan jalan tol. Dengan jalan tol, konektivitas wilayah dapat dipercepat sehingga akan meningkatkan dan mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Tidak hanya itu, infrastruktur yang tepat akan mengurangi adanya ketimpangan dan mempersempit kesenjangan antar kelompok. 

Selain dampak positif yang telah disebutkan di atas, terdapat juga dampak negatif atas pembangunan jalan tol. Dalam proses pembangunannya, pemerintah melakukan negosiasi dengan masyarakat setempat untuk pembebasan lahan. Para petani pun harus merelakan lahannya untuk digunakan. Meskipun mereka mendapat ganti rugi sesuai aset yang dimiliki, mereka tetap kesulitan untuk mencari lahan baru karena tingginya harga lahan. Di samping itu, pengelolaan uang kompensasi yang buruk membuat masyarakat memiliki gaya hidup yang lebih konsumtif. Jika uang tersebut habis, maka mereka tidak bisa mendapatkan pendapatan karena mata pencaharian utama mereka telah hilang. 

Dalam bidang ekonomi, pembangunan jalan tol juga dapat mempengaruhi ekonomi wilayah setempat, yaitu adanya perubahan life style, biaya hidup yang meningkat, nilai properti naik, dan lainnya. Bahkan perlu diketahui tidak semua masyarakat dapat menikmati dari adanya pembangunan jalan tol ini. Walaupun dibangun agar mempermudah akses dan konektivitas, justru masyarakat setempat jarang menggunakannya. Hanya pihak-pihak tertentu saja yang menggunakannya. Hal ini karena tarif tol yang mahal malah membuat masyarakat daerah setempat tidak mampu untuk menjangkaunya, sehingga mereka tidak dapat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut. 

Pembangunan jalan tol artinya akan mempercepat waktu tempuh pengguna kendaraan. Hal ini bisa berdampak pada UMKM yang dilewati oleh ruas tol. Para pengendara yang biasanya mampir berkunjung, akhirnya tidak melewati mereka lagi. Akibatnya, omset penjualan dari UMKM tersebut menurun. 

Pembangunan infrastruktur harus melihat berbagai sisi untuk mengetahui dampaknya bagi masyarakat. Karena jika ditinjau dari tujuannya, pembangunan ini untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan memudahkan akses serta konektivitas. Namun, perlu dikaji juga apakah pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat atau justru beberapa pihak saja. Apabila masih ada pihak yang dirugikan, maka, diasumsikan pembangunan infrastruktur menjadi sia-sia dan tidak mampu untuk mencapai tujuan awalnya.

Editor: Amanda Amelia

353 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *