Opini Yogyakarta

Mengungkap Alasan di Balik Penurunan Penjualan Buku di Taman Pintar Bookstore Yogyakarta

Ilustrasi: Hanan Afif Wirawan

Narasi: Haedir Ramadhan* 

 

Pendahuluan 

Dengan kemunculan perkembangan sains yang pesat sekitar tahun 1990-an, terutama dalam bidang Teknologi Informasi, peradaban manusia telah melangkah ke era yang tampaknya tak terbatas. Perkembangan ini berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Teknologi Informasi telah membawa revolusi dalam cara belajar dan mengajar, memungkinkan akses ke sumber daya pendidikan secara lebih luas dan fleksibel.

Kota Yogyakarta, yang memiliki perhatian mendalam terhadap pendidikan, telah beradaptasi dengan perkembangan ini dan melihat peluang untuk mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan. Salah satu langkah konkret dalam hal ini adalah pendirian Taman Pintar, sebuah pusat pendidikan dan wisata edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi melalui berbagai media interaktif dan pengalaman belajar yang menyenangkan, dikutip melalui tamanpintar.co.id.

Yogyakarta, selain dikenal sebagai kota pendidikan dengan berbagai institusi pendidikan ternama, juga menawarkan destinasi sebagai pusat pembelian buku yang terjangkau. Taman Pintar Bookstore, yang lebih dikenal sebagai Shopping Center, merupakan salah satu pusat penjualan buku terjangkau yang populer di Yogyakarta. 

Penamaan Taman Pintar Bookstore disengaja dengan pertimbangan tertentu. Hal ini dikarenakan lokasi Shopping Center yang berdampingan dengan tempat wisata edukasi, Taman Pintar, yang terletak di sisi timur area parkir, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta (Yohana Nabila, 2021).

Di Taman Pintar Bookstore, pengunjung memiliki akses terhadap berbagai jenis buku, mulai dari buku pelajaran sekolah hingga buku teks untuk mahasiswa. Selain itu, tersedia pula karya-karya novel populer dari penulis terkemuka seperti Eka Kurniawan, Pidi Baiq, Dee Lestari, dan Pramoedya Ananta Toer. Pengunjung juga dapat menemukan buku fiksi terkenal seperti Animal Farm, Dunia Sophie, Sang Alkemis, dan lain-lain.

Dalam beberapa keadaan, para pelancong dapat menemukan buku-buku langka atau bekas dengan harga yang terjangkau, yang memiliki potensi nilai jual kembali yang tinggi. Variasi kondisi buku yang tersedia meliputi yang baru dan bekas, dan harga dapat dinegosiasikan berdasarkan kemampuan negosiasi pelanggan. Harga yang ditawarkan biasanya lebih ekonomis dibandingkan pembelian dari toko buku besar. Penjual di lokasi ini umumnya bersedia memberikan diskon untuk pembelian dalam jumlah besar dan seringkali memiliki pengetahuan mendalam mengenai buku-buku yang mereka tawarkan.

Suasana di Taman Pintar Bookstore saat ini sangat berbeda dengan masa lalu. Kehadiran pengunjung di lantai satu hingga dua  begitu jarang terlihat. Bahkan, beberapa kios sudah terpaksa menutup usahanya. Hal ini menciptakan perubahan yang cukup dramatis mengingat beberapa tahun yang lalu, Taman Pintar Bookstore adalah tempat favorit para mahasiswa di Yogyakarta untuk mencari buku baru dan bekas berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan toko buku lain di kota ini (Robbani, 2023).

Hal ini menciptakan pertanyaan tentang alasan di balik penurunan minat dalam penjualan buku fisik di Taman Pintar Bookstore, sebuah fenomena yang mungkin mencerminkan perubahan besar dalam cara masyarakat mengakses dan mengeksplorasi pengetahuan ataupun adanya faktor eksternal yang menyebabkan turunnya penjualan buku.

 

Pengaruh Covid -19 terhadap Taman Pintar Bookstore

Industri penerbitan buku di Indonesia menghadapi tantangan yang berat, seperti yang diungkapkan oleh riset terbaru oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi). Sebanyak 58,2 persen penerbit mengalami penurunan penjualan buku, dimana 50 persen sendiri diakibatkan adanya dampak dari pandemi Covid-19. Sementara itu, 63,3 persen penerbit menyatakan bahwa mereka juga mengalami penurunan permintaan buku dari pelanggan mereka, dengan penurunan tersebut melebihi 50 persen.

Pada tanggal 26 Agustus 2023, dilaksanakan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan di Taman Pintar, yang melibatkan Ketua Harian Koperasi Pedagang Buku Taman Pintar Bookstore, seorang karyawan dari salah satu toko buku di kawasan tersebut, dan seorang pengunjung. Wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang situasi dan kondisi yang terjadi di Taman Pintar, terutama dalam hal penjualan buku dan pengalaman pengunjung di sana.

Ketua Harian Koperasi Pedagang Buku Taman Pintar Bookstore, Bapak Muhammad Azar, mengungkapkan bahwa perubahan dalam pola penjualan telah mulai terlihat sebelum pandemi COVID-19, dan tren penurunan sudah terjadi sejak sebelumnya. Namun, dia mengakui bahwa penurunan tersebut mencapai titik terendah selama masa pandemi COVID-19. Selama masa itu, mereka tidak diizinkan untuk beroperasi selama hampir dua tahun penuh. Setelah hampir satu tahun lebih sedikit, mereka berhasil membuka kembali. Meski demikian, tantangan yang dihadapi tetap signifikan, dan antusiasme pelanggan masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan masa sebelum COVID-19.

Pandemi Covid-19 telah memiliki dampak yang signifikan pada industri penerbitan global, terlihat dari jumlah buku komersial yang semakin terbatas yang diterbitkan pada tahun 2020, serta penurunan drastis dalam penjualan penerbitan, sebagaimana yang disampaikan oleh IKAPI. Tren penjualan mengalami perubahan semenjak Pandemi Covid-19 terutama regulasi dalam penjualan, tutur Azar..

Sejalan dengan pernyataan sebelumnya, Ibu Elsa Novia, yang bekerja sebagai karyawan di TB. Nebula, mengakui bahwa pandemi COVID-19 memang telah memberikan dampak pada penjualan buku di toko buku tempatnya bekerja. Ibu Elsa menjelaskan bahwa salah satu faktornya adalah bahwa pada akhir tahun 2022, mereka mulai melihat peningkatan jumlah orang yang mencari buku lagi. Namun, ia menekankan bahwa meskipun ada peningkatan, jumlahnya masih belum mencapai tingkat seperti sebelum pandemi.

Meskipun terjadi penurunan penjualan buku di Taman Pintar Bookstore akibat pandemi COVID-19, Dito, seorang mahasiswa tingkat tiga, tetap menjadikan Taman Pintar sebagai tempat utama dalam mencari buku. Dito menjelaskan bahwa dia pertama kali tertarik untuk berbelanja di sana setelah melihat ulasan positif di Google dan mendapatkan rekomendasi dari saudara-saudaranya. “Kalau saya mencari buku, apalagi buku komik dan buku perkuliahan, saya langsung ke Taman Pintar,” ujar Dito. “Harganya murah dan pilihan bukunya lengkap. Jadi, buat saya, itu soal harga dan kelengkapan ketersediaan buku.”

 

Penggunaan Teknologi Dalam Menerima Informasi

Perkembangan teknologi dalam era globalisasi telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam memperoleh informasi dan mempengaruhi berbagai kegiatan di berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Fenomena ini timbul seiring dengan ekspansi jaringan komunikasi dan kemajuan teknologi, khususnya pertumbuhan eksponensial internet. Dengan teknologi yang semakin maju, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah dan cepat, memungkinkan individu dan organisasi di seluruh dunia untuk terhubung dan berkolaborasi dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin. Dengan demikian, perkembangan teknologi telah memainkan peran kunci dalam membentuk dunia modern dan terus berpengaruh besar pada berbagai aspek kehidupan (Deananda dkk., 2020)

Salah satu inovasi yang kita nikmati dalam mendapatkan informasi adalah munculnya berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya. Platform-platform ini telah sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi dengan cepat. Media sosial tersebut memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi tanpa harus membaca buku, yang tentunya memerlukan waktu yang lebih lama.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang berjudul “Status Literasi Digital di Indonesia 2021”, pada tahun tersebut, sebanyak 73 persen dari responden menggunakan media sosial sebagai platform utama untuk mendapatkan informasi (Hariyanti, 2022).

Menurut Hariyanti, mengemukakan bahwa hasil survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan judul Status Literasi Digital di Indonesia 2021, sebanyak 73 persen dari responden yang menggunakan media sosial sebagai platform utama untuk mendapatkan informasi. 

 

Penggunaan E-Book

Buku elektronik, yang sering disebut sebagai e-book, merupakan buku yang telah diubah atau dikonversi ke dalam format digital agar dapat ditampilkan di layar komputer atau perangkat genggam. Konsep ebook pertama kali dikenal pada tahun 1971 dengan peluncuran Proyek Gutenberg, sebuah inisiatif sukarela untuk menciptakan perpustakaan digital buku dan materi budaya yang berada dalam domain publik. Keuntungan utama dari e-book adalah ketersediaannya untuk diakses secara mudah tanpa perlu pergi ke toko buku atau perpustakaan, yang merupakan salah satu kelebihan dari format digital dibandingkan dengan buku cetak fisik.

Ribuan e-book dapat disimpan dalam satu e-reader yang lebih kecil dan lebih ringan daripada buku konvensional dengan sampul keras. Karya yang tidak terikat oleh hak cipta juga bisa diunduh secara gratis. Pembuatan e-book tidak melibatkan penggunaan kertas atau tinta, dan distribusinya memerlukan usaha minimal. E-book seringkali dapat di-backup di komputer atau penyimpanan awan (cloud), sehingga terlindung dari risiko kehilangan, pencurian, atau kerusakan. Teknologi terbaru dalam e-book memungkinkan tampilan dengan efek gerakan, kemampuan memperbesar teks, mengganti jenis huruf (font), atau menggunakan teks-ke-suara (text-to-speech) untuk membantu penyandang disabilitas (Mahelingga, 2021). 

Ahmad Masykuri, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Koleksi dan Bahan Pustaka di Perpusnas, juga mencatat bahwa dari total 81 ribu pengguna aktif aplikasi iPusnas, sekitar 50 ribu di antaranya mengantri untuk mendapatkan buku. Ini mengindikasikan tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan bacaan.

Selain itu, maraknya penjualan buku melalui platform online juga menjadi faktor penyebab penutupan banyak toko buku fisik. Andri Agus Fabianto, CEO Loveable Group, seperti yang dilaporkan di mix.co.id, mengungkapkan bahwa penjualan buku di toko fisik mengalami penurunan hingga 80% pada awal pandemi dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Sebaliknya, penjualan buku secara online justru mengalami pertumbuhan signifikan hingga mencapai 13%. Loveable Group merupakan salah satu penerbit buku yang mengalami peningkatan penjualan melalui saluran online selama masa pandemi (Safitri, 2023).

Kesimpulan :

Dari berbagai informasi yang telah disampaikan, dapat disimpulkan beberapa poin penting:

 

  1. Pemerintah Kota Yogyakarta mengembangkan konsep “Taman Pintar” sebagai respons terhadap perkembangan sains dan teknologi yang pesat, terutama dalam bidang Teknologi Informasi.
  2. Taman Pintar Bookstore adalah tempat di mana pengunjung dapat menemukan berbagai jenis buku, termasuk buku pelajaran, novel populer, dan bahkan buku langka atau bekas dengan harga terjangkau.
  3. Penjualan buku fisik di Taman Pintar dan toko buku fisik secara umum telah mengalami penurunan, sebagian karena dampak Covid-19 dan pergeseran perilaku masyarakat dalam mencari informasi.
  4. Media sosial dan platform online telah menjadi sumber utama bagi banyak orang untuk mendapatkan informasi, menggantikan peran buku cetak dalam beberapa konteks.
  5. E-book atau buku digital telah menjadi alternatif yang populer dalam menyebarkan dan mengakses informasi, dengan berbagai keunggulan seperti kemudahan akses dan penyimpanan yang lebih efisien.
  6. Penjualan buku secara online telah tumbuh pesat, sementara toko buku fisik mengalami penurunan penjualan, yang juga menjadi faktor penutupan beberapa toko buku.

Dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan pertumbuhan teknologi, industri penerbitan dan penjualan buku sedang menghadapi tantangan besar. Penjualan buku fisik mengalami penurunan, sedangkan penjualan buku digital dan online terus tumbuh. Ini mencerminkan perubahan besar dalam cara masyarakat mengakses dan mengeksplorasi pengetahuan.

Saran

Berikut tiga saran penting yang dapat diambil dari informasi tersebut:

 

  1. Adaptasi ke Era Digital: Taman Pintar Bookstore perlu beradaptasi dengan era digital dengan lebih aktif. Ini melibatkan penerapan platform online untuk penjualan buku fisik, pengembangan konten digital, dan promosi literasi digital kepada masyarakat.
  2. Kolaborasi Industri: Pemerintah, penerbit, dan Taman Pintar Bookstore sebaiknya menjalin kerja sama yang kuat untuk menghadapi tantangan bersama dan merancang strategi bersama yang dapat mempromosikan literasi dan budaya membaca. Kolaborasi dengan penerbit buku digital juga bisa menjadi kunci kesuksesan.
  3. Diversifikasi Layanan: Taman Pintar Bookstore harus mendiversifikasi layanan mereka untuk menarik pengunjung. Ini bisa termasuk mengadakan acara-acara khusus, mengembangkan program literasi, dan mencari cara inovatif untuk meningkatkan pengalaman berbelanja di toko fisik.

Saran-saran ini dapat membantu industri penerbitan dan penjualan buku tetap relevan dan berkelanjutan di tengah perubahan dalam perilaku masyarakat dan teknologi yang terus berkembang.

Daftar Pustaka :

Deananda, A., Budiastuti, P., & Muid, D. (2020). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGARUH MINAT PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS E-COMMERCE PADA APLIKASI SHOPEE DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM). DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING, 1–10. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting

Hariyanti, D. (2022). 73 Persen Masyarakat Mendapatkan Informasi dari Media Sosial. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/08/20/73-persen-masyarakat-mendapatkan-informasi-dari-media-sosial

ikapi.org. (2020). Resume Survei Dampak Covid-19 Terhadap Industri Penerbitan Buku Di Indonesia. Ikapi.Org. https://www.ikapi.org/riset/

Mahelingga, D. E. I. R. (2021). WEBINAR DAN AKSES EBOOK DI MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 5, 12–20. http://journal2.um.ac.id/index.php/bibliotika

Robbani, B. N. (2023). Shopping Center Taman Pintar Yogyakarta Sepi: Dampak Digitalisasi atau Berkurangnya Minat Baca? Kompasiana.Com. https://www.kompasiana.com/burhanuddin97567/6481af4629f19e1dab7f7693/shopping-center-taman-pintar-yogyakarta-sepi-dampak-digitalisasi-atau-berkurangnya-minat-baca

Safitri, S. N. (2023). Toko Buku Fisik Kian Meredup, Kehilangan Pamor atau Kalah Bersaing? Www.Journoliberta.Com. https://www.journoliberta.com/2023/06/toko-buku-fisik-kian-meredup-kehilangan.html

tamanpintar.co.id. (2018). Sejarah Taman Pintar Yogyakarta. Tamanpintar.Co.Id. https://tamanpintar.co.id/sejarah

Yohana Nabila. (2021, September). Mencari ilmu ke “shopping Center”, Surganya Buku Mjrah Di Yogyakarta. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/regional/read/4653162/mencari-ilmu-ke-shopping-center-surganya-buku-murah-di-yogyakarta

Editor: Nur’Alif Nafilah & Naufal Rahendra 

184 Total Views 6 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *