MENGULIK PANORAMA PANTAI SADENG

MENGULIK PANORAMA PANTAI SADENG

(Foto: Restin)

Oleh: Restin Septiana

Bacaekon.com-Rekomendasi. Mencari destinasi wisata terkadang seringkali dilakukan oleh banyak orang, terutama ketika masa liburan atau bahkan hanya sekadar untuk melepas penat di hari kerja serta mencari suasana yang berbeda. Terdapat beberapa tempat yang barangkali menjadi idaman baik bagi pelancong, turis domestik atau para pemburu foto selfie. Ya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satunya. Disana terdapat beberapa destinasi wisata yang menjadi andalan, seperti wisata budaya, sejarah, gunung, hingga laut. Semua menawarkan keindahan dan kenikmatan yang beragam.

Destinasi wisata alam seperti laut misalnya, kita dapat menikmatinya di sepanjang garis pantai DIY, yang lebih kurang memiliki panjang 100 km ini. Mulai dari Kulon Progo, Bantul, hingga Gunung Kidul. Salah satu pantai yang bisa dikunjungi adalah Pantai Sadeng. Berjarak sekitar 85 km dari kota Yogyakarta, pantai yang juga dijadikan sebagai pelabuhan perikanan sejak sekitar tahun 1991 ini hampir berada di perbatasan wilayah antara Gunung Kidul dengan Wonogiri Jawa Timur.

Perjalanannya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, baik itu motor atau mobil. Akses menuju Gunung Kidul pun mudah, sebab terdapat petunjuk arah di jalan-jalan protokol. Namun apabila kebingungan dapat pula menggunakan GPS. Tentunya akan banyak rute yang bisa dilalui. Termasuk salah satunya adalah dengan melewati jalan Wonosari menuju Gunung Kidul, meskipun jalan yang dilalui akan sedikit berliku dengan kontur yang naik turun. Di daerah Bukit Bintang misalnya, yang dilalui selepas jalan Wonosari ini akan memberikan pemandangan kota Yogyakarta dari atas bukit. Jalanan, gedung, dan alam seolah berbaur. Apalagi kalau melewati daerah ini pada malam hari, dengan nyala lampu di kota Yogyakarta hingga Wonosari, seolah melihat bintang dengan sautan kerlipannya meski berada di bawah. Tidak saja melihat bintang di bawah bukit, di sepanjang jalan ini juga terdapat tempat-tempat makan, ada jagung bakar, nasi goreng, dan menu lainnya yang tentunya dapat disantap sembari menikmati pemandangan di Bukit Bintang.

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Girisubo. Itu adalah kecamatan di mana Pantai Sadeng berada. Pantai ini diapit oleh Desa Songbanyu dan Desa Pucung. Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng ini memiliki teluk tempat bernaung kapal-kapal dan perahu yang akan berlayar mencari ikan. Teluk ini pun sudah terlihat dari pos retribusi masuk. Biaya yang perlu dikeluarkan cukup dengan membayar parkir saja. Kalau sedang beruntung akan ada bongkar ikan hasil tangkapan nelayan di tempat pelelangan ikan yang tersedia di sana. Mau beli? cukup tawar harganya dan harga yang tertinggilah yang akan beruntung membawa pulang ikan-ikan itu. Ada ikan tuna, lobster, cumi-cumi, dan lainnya. Namun apabila tidak ingin mengikuti pelelangan bisa membeli dari penjual-penjual di sebelah dermaga.

Di sebelah dermaga pun terdapat andon atau rumah-rumah tidak tetap yang ditempati oleh para nelayan yang berasal dari luar Pantai Sadeng, di antaranya mereka ada yang berasal dari Cilacap, Jawa Timur, Bugis, dan lainnya. Sedangkan kampung nelayan Pantai Sadeng sendiri terletak empat hingga enam km jaraknya dari pantai. Apa yang bisa dilakukan di Pantai Sadeng? Tidak hanya berjalan-jalan di dermaga pelabuhan, wisatawan juga bisa bermain air laut seperti kebanyakan anak-anak pesisir Pantai Sadeng yang bermain di pinggir pantai. Sedikit berjalan menuju bibir pantai, menuruni bebatuan di samping tebing dan menyentuh butiran pasir putih serta ombak pantai yang menggulung kecil-kecil. Sebab pada waktu tertentu seperti ini air laut cenderung tenang sehingga wisatawan bisa menyentuh air laut di bibir pantai. Air lautnya berwarna bening hingga nampak berwarna biru, bahkan kalau beruntung terdapat sekelompok ikan karang yang berenang di seputaran dermaga. Sehingga terkadang pemandangan yang tidak asing adalah para nelayan biasa memancing maupun menebar jaring di bibir pantai, alhasil ikan karang yang biasa berenang pun tersangkut.

Lelah menikmati panorama di siang hari, sore haripun tak kalah menyihir mata. Suasana yang tenang, kapal dan perahu yang diam terparkir di pinggir dermaga menjadi keindahan tersendiri ketika matahari kembali ke peraduannya. Senja berwarna jingga dan kuning benar-benar memanjakan mata hingga lampu-lampu sekitar dermaga mulai menyala dan hari pun telah gelap. Apabila tidak ingin menempuh perjalanan pulang di malam hari maka wisatawan dapat menginap di mess dan rumah tamu yang disediakan dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas pengelola pelabuhan, sebab kapasitasnya yang terbatas.

Pantai Sadeng akan selalu terkenang dengan warna langitnya yang jingga ketika senja tiba. Membuat memori tersendiri pada setiap orang. Jadi akankah Pantai Sadeng menjadi salah satu bagian dari memorimu?

 

 

824 Total Views 1 Views Today

Related Post

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

(Foto: ebooks.gramedia.com) Oleh: Ulfa Fajria Ayub Judul                  : Seperti Bulan dan Matahari, Indonesia dalam Catatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *