Tips

Memulai Kehidupan Baru Ala Mahasiswa Akhir

Foto: freepik.com

Oleh: Rintan Falah Ispridevi

Menjadi mahasiswa tingkat akhir adalah suatu takdir bagi setiap orang yang menjalani bangku perkuliahan, apakah itu menyeramkan? Bisa iya, bisa tidak, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Tak dipungkiri yang namanya manusia juga pasti memiliki rasa ketakutan dan khawatir akan masa depan. Rasanya semester-semester belakangan ini dihadapi dengan haha hehe, eh sudah skripsi aja. Rasanya baru kemarin ngebolang sama teman-teman ke pantai atau gunung, eh udah sidang aja. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menjalani hidup sebagai mahasiswa tingkat akhir yang penuh dengan rasa insecure? 

Pertama, buka koneksimu seluas-luasnya. Jika selama kuliah kalian sudah ikut organisasi atau kegiatan sosial, pastilah sedikit mudah untuk berkomunikasi dan mencari koneksi. Kalian bisa meminta wejangan dari pendahulu-pendahulu (senior-red) yang sudah menikmati asam garam kehidupan. 

Untuk kalian yang belum menyebar jaringan koneksi, kalian bisa mempromosikan diri lewat jaringan sosial yang berorientasi pada bisnis dan profesional, contohnya Linkedin. Di Linkedin kalian bisa mempromosikan diri kalian dengan menampilkan skill, minat, dan kegiatan yang pernah kalian ikuti. Serta jangan lupa untuk mengkoneksikan akun dengan perusahaan dan orang-orang yang sudah bekerja di perusahaan yang diimpikan, terkadang artikel yang mereka unggah bisa memberikan pencerahan terhadap mahasiswa yang akan mencari pekerjaan.

Kedua, ikuti pelatihan sertifikasi, les bahasa, seminar karir, dan job fair. Sebelum mengikuti itu semua, lihat dulu urgensinya, apakah itu cocok untuk impian pekerjaan kalian atau tidak. Pelatihan untuk sertifikasi dirasa penting bagi kalian yang akan memasuki dunia profesional. Dalam pelatihan tersebut kalian akan diberi kasus-kasus untuk menghadapi dunia kerja yang sebenarnya, jadi saat kalian sudah bekerja di perusahaan tidak akan kaget, karena sudah dilatih untuk menghadapinya. Dan pastinya ketika kalian memiliki sertifikasi akan sedikit  lebih mudah dilirik oleh perusahaan. 

Selain itu, mungkin belum semua orang mahir dalam berbahasa, khususnya Bahasa Inggris. Nah, kalian bisa mengikuti les di sela-sela mengerjakan skripsi. Kalian tidak perlu mengambil kelas setiap hari, karena otak kalian juga perlu diistirahatkan. Tapi kalau sudah daftar harus komitmen masuk kelas, ya! 

Selanjutnya, jangan gengsi mengikuti seminar karir dan job fair.  Di acara ini kalian bisa mendapatkan wawasan seperti apa dunia kerja yang sebenarnya dan tips-tips menghadapi persaingan antara job seeker, serta kalian bisa melihat stand-stand perusahaan dan persyaratannya.

Ketiga, Untuk menghempas rasa insecure yang dijelaskan di awal tadi, kalian bisa melakukan hal-hal baru. Tentunya positif dan bisa mengembangkan potensi diri. Mulailah mencari hal-hal yang bisa kalian lakukan di sela-sela waktu luang mengerjakan skripsi dan tentunya tidak mengganggu. 

Misalkan  berjualan, kalian bisa menjadi reseller atau dropshipper yang tidak memerlukan banyak waktu untuk mengurusnya. Jika kalian memiliki waktu luang lebih banyak, bisa memanfaatkan momen seperti wisuda untuk berjualan minuman dan buket bunga, atau melakukan internship dan part time job. Kegiatan-kegiatan tersebut juga sangat bagus untuk mempersiapkan mental dalam dunia kerja kelak. Tapi  tentunya jangan sampai target kalian lulus terganggu karena kegiatan tersebut menyita banyak waktu, ya!. Oh iya, jangan lupa untuk izin dosen pembimbing, karena mereka lah yang mengetahui progress dan imbas kegiatan tersebut bagi skripsi kalian.

Keempat, jangan compare kehidupan kalian dengan orang lain, karena setiap orang memiliki waktunya sendiri-sendiri. Bagi penulispun, ini termasuk sulit dilakukan, karena bagaimanapun kita juga punya perasaan dan keinginan. Tapi mulailah dengan fokus pada dirimu sendiri, pertanyaannya bukan “kenapa sih dia bisa duluan sidang dan wisuda?” tapi “gimana caranya aku bisa sidang dan wisuda?” Jadi kendalikan apa yang bisa dikendalikan, jangan lakukan yang bukan porsimu. Lalu tidak lupa minta restu dan doa orang tua atas semua yang akan dilakukan, karena ridho Allah adalah ridhonya orang tua gaiss~~~

Yang terakhir, kalian itu spesial. Jadi, jangan lupa untuk bahagia. 

Editor: Azizah

272 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *