Memberikan Hak yang Tdak Terlihat

Memberikan Hak yang Tdak Terlihat

(sumber foto : iwandj.wordpress.com)

Oleh: Anita Surya Mulyanti

Bacaekon.com-Oase. Seluruh makhluk di muka bumi ini telah ditetapkan rezekinya oleh sang Khaliq yang Maha Kaya yang memiliki segala sesuatunya. Tidak ada satupun yang luput dari jangkauannya. Mulai dari manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan dan bahkan makhluk terkecil yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”(QS. Hud (11):6)

Maka dengan jaminan tersebut seseorang tidak perlu merasa takut akan mati kelaparan atau tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, karena sesungguhnya Allah telah menetapkan rezeki seseorang. Namun bukan berarti rezeki yang telah ditetapkan oleh-Nya akan datang dengan sendirinya. Setiap orang harus berusaha untuk mendapatkannya. Oleh karena itulah ada manusia yang memiliki kemampuan secara finansial lebih banyak dari pada lainnya. Akan tetapi bukan berarti  harta yang dimiliki oleh orang tersebut adalah harta bendanya sendiri, karena sesungguhnya Allah telah menitipkan sebagian harta milik orang miskin kepada orang kaya tersebut. Di dalam harta mereka terdapat harta benda milik para fakir miskin, yatim piatu dan golongan lain yang membutuhkannya. Terdapat hak milik mereka yang tidak terlihat dengan jelas wujud dan jumlahnya.

“Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta” (QS.Az-Zariyat[51]:19)

Oleh karena itu bagi orang yang berkecukupan atau bahkan berkelebihan harta benda hendaknya menyedekahkan atau menginfakkan sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan. Memberikan hak mereka yang sudah seharusnya mereka dapatkan, sebagaimana yang telah Allah perintahkan di dalam kitab-Nya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji” (QS. Al-Baqarah[2]:267)

Memberi sebagian harta benda yang dimiliki dengan rasa ikhlas dan tulus tanpa adanya paksaan. Memberikan sebagian harta berupa uang, hasil pertanian maupun perkebunan, pakaian, barang, atau apapun yang bermanfaat untuk orang miskin. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk memberikan sesuatu yang paling disukai dan disayanginya demi kebahagiaan orang lain dan untuk mengharap ridha-Nya. Akan tetapi jika belum bisa memberikan sesuatu yang paling disukai atau barang yang paling disayangi, maka berikan sesuatu yang baik. Janganlah menyedekahkan kepada orang miskin sesuatu yang jelek atau buruk, yang bahkan dirinya sendiri tidak mau memilikinya. Sebagaimana yang telah Allah peringatkan dalam QS al-Baqarah [2] : 267 yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Allah menjanjikan balasan bagi seorang muslim yang dengan tulus dan ikhlas membagi sebagian harta bendanya untuk orang lain yang membutuhkan dengan balasan atau ganjaran yang begitu indah. Tidak hanya satu ganjaran yang Ia janjikan, namun banyak hal yang akan Allah berikan bagi umatnya yang dengan ringan tangan memberikan harta bendanya, sebagaimana yang telah Allah SWT jelaskan dalam kitab-Nya :

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An nahl[16]:97)

“Maka barangsiapa memberikan (hartanya dijalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga) maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).” (QS. Al-Lail[92]:5-7)

Maka sudah seharusnya seorang muslim yang kaya memberikan hak orang miskin yang dititipkan oleh Allah SWT, walaupun tidak terlihat dengan kasat mata bentuk dan jumlahnya. Memberikan dengan hanya mengharapkan ganjaran dari yang Maha Kuasa. Janganlah menjadi orang kikir, yang menyimpan harta bendanya untuk dirinya sendiri.

“(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka,”Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat) dari apa yang kamu simpan itu” (QS.At-Taubah[9]:35

711 Total Views 1 Views Today

Related Post

Desis Jemari Penggenggam Bara Api

Desis Jemari Penggenggam Bara Api

(Foto : Islampos.com) Oleh : Nabila Ramadhani “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *