MEMBENCI EKSKLUSIFITAS DI JALAN

MEMBENCI EKSKLUSIFITAS DI JALAN

(Sumber foto: http://indonesiaindonesia.com/)

Oleh: A. Gunawan

Bacaekon.com-Opini. Kalau Engkau lagi di jalan naik motor atau mobil lalu mendengar suara sirine dan lampu kelap-kelip dari belakangmu tentu yang ada di pikiranmu itu adalah suara dan lampu dari 3 kendaraan ini: mobil ambulan, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengawal. Saya yakin tidak banyak pengendara yang hafal bedanya antara bunyi ketiga kendaraan itu.

Pastilah Engkau segera memperlambat laju kendaraanmu lalu menepi di bahu jalan kalau mendengar suara sirine dan lampu seperti itu. Ya, segeralah menepi kalau itu memang mobil ambulan atau mobil pemadam kebakaran karena bisa saja ambulan itu sedang membawa ibu hamil yang mau melahirkan, orang sakit, dan bisa saja bahkan orang yang sedang sekarat/dalam keadaan kritis yang sama-sama butuh penanganan segera. Atau kalau mobil pemadam kebakaran yang lewat berarti sedang terjadi kebakaran dan harus segera dipadamkan sumber kebakaran tersebut, karena bisa saja ada nyawa orang yang harus diselamatkan dari kejadian kebakaran tersebut atau bisa juga mobil pemadam kebakaran itu harus segera memadamkan api agar tidak bertambah kerugian yang bisa ditanggung dari kejadian kebakaran tersebut.

Hal yang sama juga akan Engkau lakukan ketika mobil pengawal lewat di jalan dan sedang mengawal seorang “eksekutif” yang sedang melintas di jalan tersebut. Bahkan tak jarang kita dipaksa berhenti di bahu jalan demi memberi jalan untuk sang eksekutif tersebut seolah-olah dia “menyulap” jalan biasa menjadi jalan tol (bebas halangan dan rintangan) dengan sekejap untuk sejenak dia lewat.

Kalau Engkau tanya siapa dan kenapa dia dikawal begitu tentu jawabannya karena dia bukan orang biasa seperti kita. Mungkin orang itu pejabat, penguasa, artis, atau bisa juga orang biasa seperti kita tapi dia punya power yang hanya dimilikinya dan dengan itu dia merasa dirinya seperti raja yang pantas dikawal ketika melaju di jalan. Anggap saja power itu uang dan kalau dengan uang siapa saja bisa mengeksklusifkan diri dengan pengawalan di jalan maka akan ada banyak sirine pengawal yang berbunyi di jalan memaksa Engkau menepi dan berhenti demi si pemilik uang yang menyewa pengawal, untuk melenggang leluasa di jalan.

Tidak semua orang setuju eksklusifitas di jalan itu tidak diberikan kepada orang-orang tertentu. Mungkin ada di antara Engkau yang berkata “ya biarkanlah dia lewat, kan dia pejabat. Pasti kepentingannya banyak sekali”. Akan tetapi, bukankah setiap pengguna jalan juga memiliki kepentinganya sendiri-sendiri? Bagaimana kalau ternyata pengguna jalan lain ada yang terburu-buru ingin buang air tapi ternyata dia dihalangi jalannya, atau mungkin ada pengguna jalan yang sedang berpuasa dan sudah saatnya berbuka puasa tapi dia harus menunda berbuka karena perjalanannya terganggu oleh pengawalan satu atau beberapa orang.

Mungkin juga Engkau pernah mengalami kasus saat sedang di jalan dipaksa minggir oleh rombongan konvoi kendaraan motor, mobil, atau kendaraan lainnya tanpa menggunakan kendaraan pengawal yang bersirine. Seakan-akan jalan hanya boleh dilalui oleh mereka dan mereka merasa merajai jalanan tanpa mempedulikan hak pengguna jalan yang lain. Tindakan seperti itulah yang dapat dikatakan eksklusifisme di jalan.

Kalau Engkau merasa kesal hingga marah-marah sendiri hingga membenci orang yang dikawal, coba dipikirkan lagi. Pengawal yang mengawal tentu sedang melakukan tugasnya, ia mencari nafkah untuk keluarganya dengan bekerja sebagai pengawal. Lalu orang yang dikawal mungkin saja hanya menjalankan amanah bahwa ketika dia menjabat di suatu posisi, dirinya terikat peraturan yang sudah mengatur kegiatannya bahkan ketika berkendara di jalan dengan pengawalan. Jadi kalau Engkau membenci eksklusifitas di jalan tepatkah kau membenci seseorang?. Kalau memang Engkau membenci eksklusifitas di jalan, bencilah tindakan itu sendiri, bukan membenci orang lain.

1753 Total Views 1 Views Today

Related Post

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *