Melancong di Pecinan Kota Semarang

Melancong di Pecinan Kota Semarang

Foto: mapio.net

Oleh : Karina Anindita Tri Rahma

Bacaekon.com-Rekomendasi Akhir pekan hampir tiba, waktu yang pas untuk beristirahat sejenak dari keriuhan aktivitas yang biasa dijalani serta mencoba hal-hal baru termasuk berwisata kuliner. Bagi yang bosan dengan makanan yang “itu-itu” saja, kalian bisa coba datang ke Pasar Malam Semawis yang terletak di Gang Warung, Pecinan, Semarang, Jawa Tengah. Tidak hanya makanan yang bisa mengenyangkan perut, namun juga mendapat hiburang menyenangkan.

Pasar Semawis yakni salah satu pasar malam yang didirikan oleh KOPI SEMAWIS (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Dikenal juga dengan nama Waroeng Semawis, awalnya Pasar Malam Semawis diadakan untuk memperingati 600 tahun Laksamana Cheng Ho di Semarang. Bermula pada tahun 2004, dilaksanakan selama 3 hari menyongsong Hari Raya Imlek pasca Hari Raya Imlek diresmikan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, diselenggarakan mingguan dengan sebutan Pasar Semawis. Kalian bisa datang setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu sejak jam 6 petang hingga tengah malam.

Semawis juga dinobatkan sebagai pusat jajanan terpanjang di Semarang karena memiliki sekitar 120 penjual makanan dan minuman dengan berbagai macam jenisnya berjejer beraturan. Bagi food holic, kurang rasanya kalau berkunjung ke Semarang tapi tidak mampir ke kawasan ini. Siapkan kocek yang cukup tebal karena pasti kalian akan merasa ingin membeli semua kuliner yang ada. Mulai dari kuliner lokal hingga internasional, mulai dari makanan ringan hingga yang berat, tersedia lengkap. Jangan sungkan untuk menanyakan kehalalan tiap sajian, karena disini terdapat beberapa makanan berbahan dasar babi.

Salah satu makanan khas Semawis yaitu pisang plenet. Jenis panganan ini sudah menjadi legendaris karena telah dijajakan sejak tahun 1960, yang berbahan dasar pisang yang di plenet (penyek-red) menjadi pipih lalu dibakar dan diberi taburan sesuai selera. Hanya dengan merogoh kocek 10.000 rupiah, santapan sudah bisa dinikmati. Rasa jangan ditanya, sudah pasti juara.

Sambil menikmati makanan, kita dapat juga mendengarkan alunan musik. Disini dapat ditemui tenda “karaoke jalanan”, dimana siapa saja yang bertandang boleh bernyanyi. Kebanyakan orang yang berlagu yakni yang fasih dan hafal lagu-lagu berbahasa mandarin. Tembang mandarin yang dinyanyikan akan jadi teman sempurna untuk melengkapi suasana serupa di negara tirai bambu sesungguhnya.

Selain keberagamannya akan aneka jajanan, kawasan pecinan ini terdapat banyak klenteng yang bernilai sejarah tinggi dan memiliki keunikan tersendiri. Beberapa klenteng tersebut misalnya Klenteng Siu Hok Bio, situs klenteng tertua di Semarang yang masih mempertahankan keasliannya, terletak di Jalan Wotgandul Timur. Kemudian ada Klenteng Wie Hwie Kiong, merupakan klenteng terbesar di area pecinan serta Klenteng See Hoo Kiong yang pernah mendapatkan penghargaan oleh Pemerintah Kota Semarang sebagai Bangunan Keagamaan Terbaik pada Tahun 2015. Keduanya berlokasi di Jalan Sebandaran I. Semua tempat peribadatan tersebut masih ramai dikunjungi, dan hingga sekarang masih digunakan untuk bersembahyang.

Jika berkunjung ke pasar ini menjelang perayaan tahun baru Imlek, kalian akan dibuat takjub dengan berbagai dekorasi dan ornamen khas Imlek. Bak berada di Tiongkok, namun terdapat di Semarang. Selain itu, terdapat beragam kesenian dan kebudayaan Tiongkok seperti opera klasik, wushu, dan yang paling sering kita lihat adalah barongsai.

Jadi, sudah ada rencana untuk menghabiskan akhir pekan? Apa rencanamu? Jangan sampai lupa tulis Pasar Malam Semawis di salah satu destinasi wisatamu.

6883 Total Views 1 Views Today

Related Post

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

(Foto: ebooks.gramedia.com) Oleh: Ulfa Fajria Ayub Judul                  : Seperti Bulan dan Matahari, Indonesia dalam Catatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *