Opini

Masyarakat Indonesia Semakin Konsumtif dan Meninggalkan Kebiasaan Menabung

Ilustrasi : Muhammad Iqbal K.*

Narasi : Nelva Qablina*

Bacaekon.com-Semua orang familiar dengan peribahasa “hemat pangkal kaya”. Baik guru maupun orang tua seringkali menyampaikan peribahasa atau nasihat ini. Untuk menjadi kaya kita harus berhemat dan tidak boros, serta harus bijak menggunakan uang untuk tujuan jangka Panjang. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perilaku konsumtif yang semakin meningkat di kalangan masyarakat, khususnya para remaja. 

Beberapa tahun belakangan teknologi semakin berkembang di kalangan masyarakat Indonesia dan mempengaruhi perilaku konsumtif masyarakat. Bagaimana nasib masa depan bangsa jika perilaku konsumtif ini dijadikan hal yang biasa di kalangan para remaja? 

Pada masa pandemi Covid-19 permintaan masyarakat terhadap belanja online semakin meningkat pesat. Dikutip dari laporan InMobi (Marketing in the Era of Mobile), “30% konsumen Asia Tenggara memilih online shopping  selama pandemi, dan 47%  meninggalkan pembelian offline.” Hal ini menyebabkan banyak situs e-commerce berlomba-lomba untuk menjadi situs paling unggul yang akan menjadi pilihan masyarakat. 

Salah satu cara menarik perhatian masyarakat adalah dengan menerapkan sistem gratis ongkir ke seluruh wilayah di Indonesia dan cashback jika memilih berbelanja di situs tersebut. Ada juga salah satu e-commerce Indonesia meng-upgrade metode pembayaran yang lebih mudah, yaitu dengan metode pembayaran paylater yang berarti beli sekarang dan bayar kemudian dengan metode cicilan serta bunga rendah. 

Tidak dapat dielak lagi inklusifitas perbelanjaan online semakin meningkatkan budaya konsumtif. Ditambah lagi dengan berkembangnya metode pembayaran paylater yang semakin memudahkan mereka untuk berbelanja. Peribahasa “hemat pangkal kaya” tidak terlalu diistimewakan lagi di kalangan para remaja saat ini. Menyisihkan sedikit uang saku dan menabung memiliki tujuan memenuhi perilaku konsumtif, bukan lagi memenuhi kebutuhan. Yang mana hakikat dari menabung adalah untuk kebutuhan jangka Panjang. 

Isu ini semakin menarik dengan masalah ekonomi masyarakat yang tidak semuanya berada di kalangan atas. Banyak orang yang berada pada kondisi ekonomi kalangan menengah sampai ke bawah. Tidak mudah bagi remaja pada kalangan ini mendapatkan barang yang mereka inginkan. Maka cara yang dapat mereka lakukan adalah berbelanja di situs online dan menggunakan metode pembayaran paylater. Metode ini memudahkan mereka mendapatkan barang yang mereka inginkan dan memanjakan perilaku konsumtif mereka. Jika isu seperti ini berkembang dan menjadi hal yang “sudah biasa” di kalangan remaja, maka dapat memberi pengaruh buruk bagi masa depan mereka.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masyarakat Indonesia semakin konsumtif dan mulai meninggalkan kebiasaan menabung. Hal itu tercermin dari menurunnya Marginal Propensity to Save (MPS) dalam 3 tahun terakhir, dan naiknya Marginal Prosperity to Consume (MPC). Anggota Dewan Komisioner OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, mengatakan bahwa tingginya MPC menunjukkan kecenderungan masyarakat yang lebih mengutamakan belanja daripada menabung saat mereka memiliki uang. Dalam jangka panjang, hal ini akan ikut berpengaruh terhadap ketersediaan dana di bank yang bisa dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Jika para remaja memilih untuk menyisihkan sedikit uang mereka untuk ditabung atau bahkan lebih baik jika berinvestasi, makan secara tidak langsung ikut berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Menabung dan berinvestasi uang itu akan disalurkan oleh bank melalui saluran kredit yang akan diberikan untuk pembiayaan usaha. Maka pengangguran akan bisa ditekan pada masa pandemi yang datang melanda berbagai negara secara tiba-tiba seperti saat ini. Dengan menabung dan berinvestasi juga memudahkan untuk tujuan jangka panjang seperti modal untuk memulai bisnis di masa depan. 

*Penulis dan ilustrator adalah magang LPM Ekonomika

Editor : Ikrar Aruming Wilujeng

195 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *